Rumah Kedua – Kumpulan Kisah Inspiratif di Dunia Kerja yang Seru (@nutrifood, 2014)


Identitas Buku

rumahkeduaJudul buku: Rumah Kedua – Kumpulan Kisah Inspiratif di Dunia Kerja yang Seru
Penulis: Nutrifood
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Ukuran: 13.5 x 20 cm
Tebal: 160 halaman
Terbit: Januari 2014
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-03-0138-9
No. Produk: 20401140012

 

 

Sinopsis Official

“Saat banyak perusahaan lain masih menimang-nimang untuk berubah mengikuti tren baru yang terjadi di dunia bisnis, Nutrifood tak takut untuk berada di garis depan perubahan tersebut, dan melahirkan inovasi baru untuk memanfaatkan perubahan sebagai peluang bisnis. Mereka membuat produk susu untuk pria yang ingin memiliki perut kotak-kotak (bayangkan, betapa out of the box-nya!), mereka menjadi green company, mereka menggunakan social media untuk marketing…. Sebagaimana dituturkan dalam buku ini, Nutrifood adalah rumah yang memberi kebanggaan pada para penghuninya… dan juga pada orang yang melihat mereka, termasuk saya.”
—Handry Satriago; CEO General Electric Indonesia

Soort zoekt soort, pepatah Belanda yang kurang lebih berarti jenis mencari jenis. Dalam konteks buku ini orang-orang keren bergabung dengan organisasi keren. Bagi saya, Nutrifood adalah salah satu organisasi itu. Banyak perusahaan sudah berdiri lebih lama atau beromzet lebih besar daripada Nutrifood, namun tidak banyak organisasi yang secara terus-menerus memaknai keberadaan dan keberlangsungannya.”
—Rene Suhardono; Penulis, pembicara publik, dan pengguna produk Nutrifood

“Kesuksesan dan kebahagiaan dapat kita raih ketika kita mampu untuk peka, peduli, mengambil kesempatan yang ada, dan bersyukur akan semua hal kecil yang terjadi di dalam hidup kita. Kumpulan catatan penuh makna ini diharapkan akan dapat menaikkan kesadaran anak-anak muda Indonesia akan pentingnya hal-hal tersebut.”
—Billy Boen; Entrepreneur & founder Young On Top

“Saya takjub ketika membaca buku ini. Ada banyak cerita yang meneguhkan bahwa kita, Indonesia, dunia timur, punya filosofi yang humanis dalam mengelola perusahaan. Dunia perlu belajar bagai mana filosofi timur dijalankan di Nutrifood, dan membuat Nutrifood menjadi perusahaan keren!”
—Bukik Setiawan; lnisiator Indonesia Bercerita, penggiat pendidikan digital

“Nutrifood adalah sebuah rumah. Tempat berinovasi, berkarya, dan juga menemukan hidup. Ada kesegar an, kegembiraan, haru, semangat, dan harapan tertuang dalam buku ini. Seperti memasuki rumah yang nyaman, saya bisa merasakan kehangatan Nutrifood.”
—Iwan Setyawan; Penulis buku best seller “9 Summer 10 Autumns” dan “ibuk”

Resensi

Kata orang, kantor adalah rumah kedua. Memang benar. Sering kita menghabiskan waktu di rumah dan di kantor sama lamanya, yaitu sekitar 8-10 jam sehari; atau bahkan lebih lama di kantornya daripada di rumahnya kalau lagi banyak kerjaan. Mungkin, dari sanalah salah satu perusahaan pangan terkemuka di Indonesia, Nutrifood, mengambil tajuk untuk buku yang diterbitkan dalam rangka menyambut ulang tahun ke-35-nya. Nutrifood yang dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan budaya kerja unik, fasilitas dan ruangan kerja keren, juga website yang unik dan tampilannya lucu; juga dikenal sebagai perusahaan yang kreatif inovatif di bidang produk pangan populer. Sebut saja NutriSari, WRP, L-Men, Hi-Lo, dan Tropicana. Semua orang Indonesia tentu kenal produk yang merambah berbagai level ekonomi ini. Itulah hebatnya Nutrifood.

Jujur saja, testimoni dari tokoh-tokoh yang dimuat di sampul belakang buku ini cukup persuasif, membuat kita penasaran untuk mengetahui seperti apa suasana kerja di Nutrifood (saya terpengaruh untuk beli e-book-nya gara-gara kalimat-kalimat testimoni yang beracun itu!). Karena dari testimoni kolaborasi ini saja sudah membersitkan seperti apa cara mereka mengelola bisnis, berpromosi, saling membantu, saling berbagi, dan sejenisnya. Pendek kata, kalau kalian penasaran dengan bagaimana suasana kerja di balik kisah sukses Nutrifood hingga menjadi perusahaan terdepan di bidangnya, jelas buku ini menyimpan jawabannya. Mungkin tak melulu kasat mata. Tetapi ke-35 cerita di dalamnya mengurai benang merah yang sama, yaitu “rasa kekeluargaan nan hangat”. Dan jangan lupa bahwa yang menulis artikel-artikel tersebut adalah para karyawan Nutrifood sendiri, plus beberapa alumni (mantan karyawan).

Cerita-cerita dalam buku ini mirip kumpulan testimoni, dengan pendekatan yang unik-unik. Ada yang sejak kuliah sudah berangan-angan bergabung, ada yang harus berjibaku resign dari tempat lama karena tak diizinkan atasan lamanya, ada yang nyaris menangis karena dikerjai ketika masih masa percobaan, ada juga kontributor yang sudah sempat resign lalu kembali lagi bergabung ke Nutrifood karena kangen dengan suasana kekeluargaannya. Lebih unik lagi, ada yang mencoba pindah ke perusahaan lain, tetapi malah disodori pertanyaan “kenapa mau pindah kalau begitu?”…

Dari cerita-cerita tersebut terlontarlah sejumlah konsep yang sungguh unik. Nilai I-CARE yang diusung Nutrifood pun tergambar jelas dalam cerita Tak Sekedar Kata. Ketegangan saat “ujian kelulusan masa percobaan” dalam cerita Disidang. Kesetaraan antarmanusia, amat gamblang di Tidak Dibedakan. Kesederhanaan empati (yang ternyata dampaknya tak sesederhana itu), tergambar jelas dalam Pelukan. Dan cerita yang paling mengharukan versi saya, Redup – yang menggambarkan bagaimana suasana kerja di tahun 1998-1999 yang mungkin merupakan saat mengerikan di dunia usaha Indonesia lantaran gejolak politik dan krisis moneter, bagaimana sang pemimpin menjadi nakhoda yang sebenarnya bagi para karyawan dengan hadir di tengah-tengah mereka di saat sulit.

Ada beberapa catchphrase yang rasa-rasanya patut jadi cerminan diri buat para karyawan. Bisa dilihat di bagian kalimat-kalimat menarik di bawah. Satu kalimat yang lumayan jleb adalah soal kenyamanan kerja versus gaji dan bonus. Bayangkan saja kalau ada tempat kerja yang tidak nyaman itu menawarkan gaji sampai bahkan 16-17 kali dalam setahun, tapi kita tidak cocok dengan etos/budaya kerja di sana. Benar sekali. Riza, sang penulis artikel, pun mengatakan soal “memaksa kami mempertanyakan ulang sistem nilai dan skala prioritas masing-masing”. Lagi-lagi benar!

Buat para karyawan atau pekerja kantoran, setelah ataupun ketika membaca buku ini, pasti ada momen di mana terbatinkan kalimat semacam “Kayanya enak yah di sana”, “Penasaran deh rasanya bakal gimana kerja di tempat keren begitu”, “Atasan saya nggak seperti itu, malah bossy banget”, “Perusahaan saya juga besar, tapi suasananya kok formal sekali”. Membandingkan itu naluri manusia, sehingga itu manusiawi menurut saya. Apalagi jika suasana pekerjaan kantor sekarang sedang tidak enak, pasti muncul pikiran-pikiran semacam itu. Nah, soal tindak lanjutnya, terserah intuisi dan strategi masing-masing orang. Tapi satu hal yang bisa dipetik dari buku ini adalah, seharusnya kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, jika masing-masing dari kita percaya bahwa kita bisa, masing-masing dari kita punya niat ke sana, dan konsekuen dalam menciptakan lingkungan yang nyaman tersebut.

Yang membuat saya salut juga, royalti hasil penjualan buku ini ternyata tidak diambil sebagai keuntungan buat Nutrifood, melainkan mereka sumbangkan ke Gerakan Indonesia Mengajar. Jika benar demikian, semoga saja dengan membeli buku ini kita bisa membantu mendukung pendidikan nasional yang lebih baik lagi.

Memang, alangkah nyamannya bisa merasa seperti di rumah saat berada di tempat kerja.

Sukses untuk Nutrifood dan nilai-nilai budayanya yang luar biasa.

Kalimat-kalimat Menarik

  • p.27: Tweet saya dibaca dan direspons oleh seorang head of division.
  • p.35: Buat apa kamu terima bonus sepuluh kali gaji, kalau setiap hari ketika kamu pulang anak-anak sudah tidur? Atau buat apa kamu memaksakan diri kerja di tempat yang kamu nggak nyaman demi gaji dan bonus?
  • p.57: Rumah bukanlah suatu bangunan, atau sebuah kota di dalam peta. Rumah adalah semua tempat di mana orang-orang yang menyayangi Anda berada, selama mereka selalu bersama Anda. Rumah bukanlah sebuah tempat, melainkan sebuah momen, yang saling berikatan seperti susunan kokoh batu-bata yang menyusun suatu persinggahan, yang akan selalu Anda kenang seumur hidup, ke manapun Anda pergi.
  • p.120: Kamu cocok sama kantornya, kamu suka kerjaan kamu. Saya jadi bertanya, kenapa kamu masih mau pindah kerjaan?

Miscellaneous

3.5-star

 

How to Get This Book

  • SCOOP: Rp 23.200 [digital version only]
  • Rumah Kedua: Rp 32.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s