Facelift: Kisah-kisah Seru di dalam Lift (Gol A Gong dkk, 2013)


Identitas Buku

Judul Buku: Facelift: Kisah-kisah Seru di dalam Lift
Penulis: Gol A Gong, Tias Tatanka, Ary Nur Azizah, Atik Herwening Widiyanti, Deborah Natalia, Dewi Irianti, Dian Onasis, Evie, Faujiah Lingga, Ichie Delpiero, Indah I.P., Indriyanti, Masarkun, Nia Haryanto, Qeeya Aulia, Ria Fariana
Penerbit: Glitsy
Ukuran: 13.5 x 20 cm
Tebal: 126 halaman
Terbit: April 2013
Cover: Softcover
ISBN: 978-979-22-9474-3

Sinopsis Official

Pengalaman seru di dalam lift? Mungkin sudah banyak kejadian aneh bin lucu sampai hal seram seperti di film-film horor yang terjadi dalam ‘si kotak ajaib’ itu.

Kira-kira bagaimana rasanya ya, kalau kegaptekan kita pada ‘si kotak ajaib’ ketahuan orang? Duuuhhh… pasti malu banget deh (kelihatan katroknya!).

Atau mungkin… ketemu orang yang super aneh, super jutek, atau sok kenal nggak jelas di dalam lift? Hmmm…

Apalagi kalau tingkah konyol bin alay kita di dalam lift disaksikan banyak orang lewat kamera CCTV? Aaahhh tidaaa…kkk!

Bahkan, ketemu sama hantu (yang biasa kita lihat di film-film horor) waktu sendirian di dalam lift? Hyaaa… serem amat! Amit-amiiittt!

Berbagai kisah di dalam lift itu ada di buku ini dengan berbagai rasa. Cocok untuk kamu-kamu yang pengin menghilangkan stres dan butuh hiburan.

Resensi

Bagi penduduk kota, rasanya lift bukan lagi benda asing. Di pertokoan, sekolah, universitas, rumah sakit, hingga tempat kerja pun sudah rata-rata memiliki lift sebagai salah satu fasilitas transportasi intragedung. Tapi, buat sebagian orang, menaiki lift mungkin pernah menjadi pengalaman unik tersendiri, yang barangkali tidak kita sangka-sangka. Belum tentu bakal seseru film action, tapi pastinya membekas di ingatan. Tentunya bagaimana reaksi mereka menghadapi lift dalam salah satu fase kehidupan mereka akan membuat kita penasaran.

Ya, dalam buku berjudul Facelift: Kisah-kisah Seru di dalam Lift ini, kita diajak untuk meninjau sudut pandang beberapa penulis tentang benda yang kerap disapa kotak ajaib di sini. Kita pun diajak untuk melihat bahwa menaiki lift terkadang tak sesederhana yang kita bayangkan. Mungkin buat orang yang sudah biasa menaiki lift, tinggal tekan tombol, pintu terbuka, tekan angka nomor lantai tujuan, keluar, dan selesai. Tapi bayangkan kita ada di posisi sebagai orang yang belum pernah kenal lift sama sekali dan baru pertama kalinya melihat lift, atau sebagai orang yang hanya tahu lift dari film-film action nan menegangkan hingga kita tak punya bayangan apapun tentang rasanya naik lift. Atau apabila kita claustrophobia (rasa takut berlebihan di ruang tertutup)? Barangkali kita tak pernah terpikir tentang sudut pandang mereka terhadap lift. Dan menurut saya itulah yang menjadi sisi unik dari buku ini: Pengambilan tema yang belum banyak dikupas tuntas oleh penulis-penulis lain sebelumnya.

Terus terang saya bingung buku ini termasuk genre fiksi atau nonfiksi. Soalnya Goodreads pun tidak mendefinisikannya. Tadinya sempat saya masukkan ke genre fiksi, eh lalu saya pindahkan lagi ke nonfiksi. Ya sudah, saya anggap nonfiksi saja, dengan pertimbangan barangkali sebagian besar kisah yang diungkapkan di buku ini adalah kisah nyata. Kalau saya keliru, harap dimaafkan.

Dalam buku berisi kolaborasi 16 cerita pendek yang tak jauh-jauh seputar lift. Buku ini dibuka dengan cerita lift dari penulis ternama Gol A Gong, yang mungkin membuat kita mengenang sejenak masa-masa pertama kali berjumpa lift dulu. Selanjutnya, urutan sajian cerita pun tampak bukan tak sengaja dibuat berurutan mulai dari kekatrokan karena tak pernah berjumpa lift, lanjut dengan ketakutan lantaran lift tiba-tiba modar di jalan, sampai cerita berjumpa hantu di lift dan terperangkap bersama orang kentut bau busuk pun tersaji dengan lengkap di sini. Satu kisah membuat kita geleng-geleng membayangkan kekatrokan sang tokoh, sementara kisah lain membuat kita prihatin dengan fenomena manusia-manusia aneh yang berseliweran di sekitar kita, termasuk di lift-lift.

Jika ditanya cerita mana yang paling berkesan untuk saya, pastinya Si Jutek Kena Batunya. Cerita ini tak memuat unsur lain selain lucu, menurut saya. Dan entah bagaimana kita seperti habis menaiki mesin waktu dan menyaksikan wanita galak mengomel lalu kualat, seolah habis melihat film kartun masa anak-anak dulu. Kisah lain yang tak kalah unik adalah Tamasya dengan Lift, yang memberi hikmah buat kita bahwa atensi dan fokus itu penting (meskipun memang pemandangan pertama kerap membuyarkan semuanya!). Kisah ketiga yang sangat-sangat khas dan distinctive dari buku ini, adalah Lift Poco-Poco. Dari judulnya saja sudah ketebak apa nih ceritanya, dijamin bikin senyum-senyum sendiri waktu membacanya… 🙂 Dan uniknya ketiga kisah ini punya kemiripan, yaitu sama-sama melibatkan petugas gedung (mulai dari office boy sampai satpam). Jadi, nilai positif lain yang diajarkan adalah jangan pernah remehkan orang lain, karena mereka justru bisa memegang peran penting dalam salah satu sisi kehidupan kita yang multifaceted ini.

Selepas menyelesaikan buku setebal 126 halaman ini, barangkali kita yang belum pernah merasakan terjebak di lift akan bersyukur dan berdoa jangan sampai mengalaminya, kita yang belum pernah bertemu hantu dalam lift akan berharap cemas jangan sampai berjumpa kelak, dan kita yang sudah biasa naik lift akan bersyukur diberi kesempatan lebih banyak untuk belajar dan mengoperasikan lift tanpa ditertawakan. Memang nilai yang bisa diambil sangat niche, spesifik untuk lift, namun rasa-rasanya ini bisa jadi cara refleksi diri yang menarik, yang tentunya dicomot dari sudut pandang yang berani tampil beda.

Miscellaneous & Ratings

2.5-star

How to Get This Book

  • SCOOP: Rp 23.200 [digital version only]
  • Bukabuku: Rp 28.000 (belum termasuk ongkos kirim)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s