Nyonya Besar (Threes Emir, 2012)


Identitas Buku

Judul buku: Nyonya Besar – kumpulan kisah kaum sosialita
Penulis: Threes Emir
Genre: Fiksi, metropop
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal: 272 halaman
Terbit: Februari 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cover: Softcover
ISBN: 978-979-22-7928-3

 

 

 

 

 

 

Sinopsis Official

Nyonya Besar adalah nyonya penggemar tas merek tertentu yang harganya selangit, ia kesal sekali melihat begitu banyak wanita yang ikutan menentengnya, padahal tas mereka palsu.

Nyonya Besar adalah istri seorang direktur yang gemar musik klasik dan berdansa ballroom, sementara suaminya penikmat musik dangdut. Setengah mati sang Nyonya Besar ingin mengubah selera musik suaminya, namun tak berhasil.

Nyonya Besar adalah seorang nyonya baik hati yang tidak hanya membiayai sekolah anak-anak sopirnya, bahkan juga mengirim si sopir dan istrinya ke Mekah untuk naik haji.

Nyonya Besar adalah seorang ibu yang dengan indra keenamnya mampu melihat anak gadisnya menjadi ”simpanan” pejabat dan dengan tegas membawa kembali putrinya pulang.

Jangan-jangan salah satu Nyonya Besar dalam buku ini punya kisah yang sama dengan Anda atau orang yang Anda kenal….

Resensi

Sekilas, ketika dilihat dari sampul dan sinopsisnya, buku ini adalah gambaran emosi dan perasaan di dunia borjuis. Muak dilihat, tapi bikin penasaran untuk diselami. Bagaimana cara mereka berpikir, bertindak, dan seberapa sombongnya mereka? Judulnya saja sudah sesuai: Nyonya Besar. Dengan embel-embel berbasis kisah nyata: Apa yang sesungguhnya bakal disajikan Bu Threes Emir dalam buku ini?

Melihat daftar isinya saja, saya langsung bingung plus pesimistik. Bagaimana Bu Threes, dan kita pembacanya, bisa mengingat dan mengidentifikasi kedua puluh lima nyonya besar yang dikisahkan dalam buku Metropop ini? Saya pun langsung menurunkan ekspektasi atas buku ini bahkan sebelum membaca cerita para nyonya. Tapi, benarkah keputusan saya?

Sebagian cerita memang begitu berkesan. Buat saya, salah satu kisah yang bagus adalah si nyonya besar 3 (ibu dan sopir), menunjukkan benar bahwa masih ada orang baik di Jakarta yang kejam. Lalu kisah yang bagus juga adalah si nyonya besar 9. Menampar wajah pencitraan berdalih popularitas. Nyonya besar 4 juga pribadi yang luar biasa, kita (bahkan para pria) patut mencontoh semangatnya yang selalu berkobar dalam situasi apapun. Nyonya besar 15 yang agak bikin miris, bahwa duit belum tentu bisa membeli karakter. Nyonya besar 19: Saya sampai bingung siapa yang lebih besar kenyonyaannya! Dan si penutup, nyonya besar 25, punya kisah hidup lucu meskipun “belum resmi nyonya”. Namun selebihnya, menurut saya kurang membekas, bahkan jujur kisah beberapa nyonya besar sudah total saya lupa ketika menutup buku ini.

Balik lagi ke ekspektasi awal tadi. Ternyata ekspektasi saya kurang tepat. Buku ini tidak melulu mengupas masalah borjuisme tok seperti dugaan saya semula. Memang, latar kisah-kisah yang dominan adalah kekayaan dan kemapanan. Namun emosi dan sikap di baliknya berbeda-beda. Ada yang memang lahir kaya, ada yang harus mati-matian supaya kaya, ada juga yang kaya tapi diporoti orang lain, bahkan ada yang rela jadi munafik demi terlihat kaya. Padahal, meminjam kutipan Om Bob Sadino yang baru wafat: “Orang yang betulan punya duit tidak akan banyak bicara seperti orang yang berlagak punya“. Menurut saya, itu yang sebenarnya mau ditekankan Bu Threes lewat buku ini. Bahwa kebesaran sang nyonya bukan cuma diukur dari duit, tapi terkadang kebesaran hati pun bisa membesarkan status kenyonyaan seorang wanita.

Buat yang ingin mengenal kaum borjuisme dan berharap bisa memasukinya, buku ini tidak begitu pas. Karena yang disorot lebih ke sikap mental, bukan ke teknis cara mencari lelaki kaya atau semacamnya. Namun buat yang ingin mengenal kaum wanita dan wanita seperti apa yang layak dijadikan istri, nah… Buku ini tepat sekali buat dijadikan referensi. Dua puluh lima wanita, dua puluh lima tipe. Hati-hati ketika memilih.

My ratings

  • Story 6/10
  • Excitement 6/10
  • Readers grasp 5/10
  • Tagline association 6/10
  • Moral value 6/10

Personal Rating and Goodreads

  • Saya membacanya dalam bentuk: Digital, Gramediana
  • Nyonya Besar di Goodreads
  • Personal Goodreads Rating 3/5
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s