Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau (Indra Herlambang, 2011)


Identitas Buku

Judul Buku: Kicau Kacau – Curahan Hati Penulis Galau
Penulis: Indra Herlambang
Genre: Non-fiksi, Inspirasi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Ukuran: 13.5 x 20 cm
Tebal: 344 halaman
Terbit: Maret 2011
Cover: Softcover
ISBN : 978-979-22-6724-2

 

Sinopsis Official

Mari berandai-andai…

Jika Indra Herlambang adalah seekor burung, termasuk jenis burung apakah dia?

Djenar Maesa Ayu: Burung Cucakrowo. Kalau udah berkicau nggak bisa berhenti. Untung suaranya bagus. Indra seperti itu. Cerewet. Tapi yang diomongin tetap ada isinya. Jadi selalu enak untuk didengar.

Ersamayori: Indra itu burung Kakaktua. Soalnya keren dan merupakan salah satu burung yang paling pandai bicara. Plus, dia sudah saya anggap sebagai kakak. Dan kebetulan sudah tua. Jadi pas, kan?

Joko Anwar: Burung Merak. Soalnya dia gagah sekaligus cantik.

Raditya Dika: Menurut gue, kalo Indra Herlambang itu burung, maka dia adalah Road Runner! Entah itu burung jenis apa, tapi yang jelas kaya tulisannya Indra: Lincah, cerdas, dan kencang. Beep! Beep!

Tentu saja. Indra bukan burung.

Satu-satunya kemiripan dia dengan burung adalah kegemarannya untuk berkicau.

Di mana saja. Kapan saja.

Baik di radio, televisi, panggung, twitter, majalah, bahkan terkadang di saat dia tidur.

Buku ini mencoba mengumpulkan kicauannya.

Soal gaya hidup, cinta, Jakarta, Indonesia, dan keluarga.

Banyak yang serius, lebih banyak lagi yang kocak.

Yang pasti selalu kacau. Karena dia selalu galau.

Resensi

Bagaimana jadinya ketika seorang tukang gosip (baca: Host acara infotainment) menulis artikel tentang humaniora? Rasa penasaran itulah yang mendorong saya untuk mengeksplorasi buku lama karya Indra Herlambang ini. Memang bukunya dulu sering saya lihat di toko buku, tapi saya baru berkesempatan membaca versi e-book originalnya empat tahun berselang. Itu juga pakai perjuangan karena saya melahap buku ini dengan perlahan: 5 bulan lebih.

Orang Indonesia pada umumnya, bahkan saya termasuk, mengenal Indra tak jauh dari predikat gossiper laki-laki. Atau kebalikannya: Ini laki-laki tapi kok comel? Kalau tidak salah, dia ini sering menemani seorang-wanita-yang-mirip-Cut-Tary-atau-Ersa-Mayori dalam acara gosip (saya bukan fans infotainment, jadi kemungkinan salahnya cukup besar). Setelah mulut comel salah satu presenter gosip wanita terbungkam kasus video mesum dengan vokalis salah satu band tersohor di Indonesia, saya pun sempat penasaran, apa sebenarnya Indra ikut-ikutan main video porno? Atau jangan-jangan dia pengedar videonya ya? Atau apa?

Eeeeh ternyata, dia bikin buku. Eh salah. Artikel maksudnya. Dan kemudian artikel-artikel itu dibukukan. Buku inilah jadinya.

Kicau Kacau dibagi dalam empat bagian. Bagian pertama bicara soal hidup dan gaya. Bagian kedua soal hubungan dan status. Bagian ketiga soal ibukota negara alias Jakarta. Dan bagian keempat soal keluarga. Mari saya singgung satu per satu.

Soal gaya hidup dan hidup bergaya, Indra tampaknya fokus pada urusan “ngegym”, “ngenet”, dan sedikit mengulas kerjaannya di bidang jurnalistik. Buku pun tiba-tiba dibuka dengan tips menangani kegaptekan dan cara ngeles menghadapi cercaan orang yang sok hi-tech. Saya sempat menyangka buku ini bakal jadi guidebook buatan Indra untuk memandu pembacanya mengarungi hidup yang penuh tuntutan gegayaan ini (halah!). Namun yang menurut saya paling unik di bagian ini, artikel “Pembungkus Masa Depan”. Bukan bermaksud jorok, tapi baru kali ini saya membaca tulisan orang yang berani blak-blakan soal celana dalam. Dan ini kebetulan pria. Saya penasaran, adakah wanita yang berani melakukan hal serupa dan berhasil lolos seleksi tanpa dilempari batu serta tatapan jijik? Haha, mikirnya terlalu jauh :))

Bagian kedua, soal hubungan. Jujur saya kurang menyukai bagian yang ini. Entah karena saya sudah terlalu sering menelaah tulisan orang jomblo yang meratap dalam nada satir, atau karena memang topik percintaan “ya muter-muter di situ aja ga akan ke mana”. Skip.

Bagian ketiga, nah ini dia favoritnya orang Jakarta. Kalau ada pembaca-pembaca sebelum saya yang bilang bahwa buku Indra ini banyak membuat kita ngakak namun berpikir “iya juga sih”, saya rasa mereka sedang membicarakan bagian yang satu ini. Memang sih, omongannya tidak jauh dari soal macet, macet, dan macet. Maki-makian di tengah kemacetan, soal kesabaran dan penuaan di jalan, sampai kebiasaan mengukur lama perjalanan dengan jumlah lagu atau bahkan jumlah album di tape mobil. Namun tunggu dulu. Itu baru bagian depannya! Begitu kita melangkah lebih jauh, kita bakal berjumpa artikel yang bikin garuk-garuk kepala, lantaran lebih unik tapi nyata ada di Jakarta. Saya suka Cagar Hantu dan Mencari Kartini. Dari judulnya, sudah ketebak dong apa isinya? Nah, yang tidak ketebak adalah, bagaimana cara Indra mengulasnya. Lucu, namun ya itu tadi. Faktual. Sehingga jatuhnya terkesan satir (lagi).

Bagian terakhir, yang jadi favorit banyak orang, tentang keluarga. Indra yang di tahun 2011 masih tinggal bersama kedua orang tuanya (tidak tahu kalau sekarang?), tidak segan membagi pengalamannya waktu anak-anak dan remaja, seputar dirinya sendiri, kelima saudaranya, ibunya yang ahli jamu, serta ayahnya yang ternyata hobi diinjak-injak. Sebagian mencetuskan kenangan masa kecil, sebagian menyadarkan soal kerukunan rumah tangga, dan sebagian lagi mengulas cara orang tua mendidik anak. Menarik sekali memang. Bahkan saya rasa, siapapun yang sedang mencari referensi cara mendidik anak, boleh juga membaca tulisan Indra di bagian ini. Memang penyampaiannya secara garis besar naratif, namun unsur deskriptifnya cukup komprehensif sehingga kisahnya mudah dibayangkan. Tak lupa, juga ada nilai-nilai moralnya.

Jadi kesimpulan saya, buku ini adalah semacam satir yang menyuruh kita bercermin. Inilah potret masyarakat modern yang dibeberkan Indra dengan  bahasa ringan, namun ajaibnya mengena dengan tepat di permasalahan kita sehari-hari. Bacaan nonfiksi yang direkomendasikan untuk refleksi dengan cara yang ringan.

 

Miscellaneous and Ratings

3.5-star

  • How to get this book: Bukabuku.com – Rp 52.000 belum termasuk ongkos kirim
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s