Whatever You Think, Think The Opposite (Paul Arden, 2006/2015)


Identitas Buku

whatever-you-think-think-the-oppositeJudul buku: Whatever You Think, Think The Opposite
Penulis: Paul Arden
Genre: Motivasi, Inspirasi, Non-fiksi
Ukuran: 13 x 18 cm
Tebal: 144 halaman
Terbit: Agustus 2015
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-03-1933-9

Sinopsis Official

Ini cara berpikir yang salah, tetapi cara yang benar untuk menang.

Sampai Olimpiade Meksiko 1968, semua atlet loncat tinggi dunia tidak pernah melompat melebihi 1,73 meter. Tetapi keajaiban terjadi, seorang atlet bernama Dick Fosbury berhasil mencatat rekor loncatan 2,25 meter. Sebuah lonjakan lebih dari setengah meter.

Apa yang dilakukan Dick Fosbury? Berkebalikan dari yang dilakukan atlet lain, Dick melewati mistar dengan posisi punggung di bawah membelakangi mistar (sebelumnya atlet lain dengan muka menghadap mistar). Dan gaya loncat tinggi seperti inilah yang kini digunakan seluruh atlet loncat tinggi dunia.

Ada banyak kondisi ketika kita merasa mentok. Tidak bisa lagi memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Ketika semua langkah yang bisa kita pikirkan rasanya tidak dapat memberikan hasil yang lebih baik, inilah saatnya berpikir sebaliknya.

Resensi

Konon dunia kerja saat ini, baik korporasi maupun wirausaha, sama-sama butuh yang namanya kreativitas. Para penulis tentu mencium kebutuhan akan kreativitas ini, sehingga mereka pun tak segan menyodorkan berbagai alternatif yang disuguhkan lewat buku masing-masing: Baik sekadar menyuguhkan sumber inspirasi, ada juga yang sekadar memberikan saran “yang itu-itu juga”, namun ada pula yang sudah berani tampil beda dan membuktikan diri dari pengalaman, baru kemudian menuangkannya jadi buku. Barangkali, buku dari almarhum Paul Arden (1940-2008) ini termasuk kategori yang ketiga. Saya memutuskan membaca buku yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia saja, mumpung memang baru diterjemahkan dan termasuk buku baru di Gramedia per Agustus 2015 kemarin.

Di antara banyak buku kreativitas, buku dengan ukuran kecil dan terlihat biasa saja ini berani tampil beda. Ukurannya sebesar kertas A5, ukuran yang hampir tak pernah kita temui dalam rupa buku. Tebalnya hanya 144 halaman, membuat buku ini malah lebih mirip buku saku daripada textbook tebal dan berat yang umumnya menghiasi rak nonfiksi di toko buku. Sampulnya juga unik: Hanya bertulisan tebal di seluruh sampul, dengan tulisan “Whatever You Think” ditulis dengan arah yang benar, dan “Think the Opposite” yang ditulis seolah merupakan bayangan cerminnya. Di bawahnya hanya terpasang tulisan “Paul Arden, author of the world’s best-selling book“. Tidak ada gambar, tidak ada ornamen, tidak ada apapun. Maka dari itu, saya mengatakan buku ini berani tampil lain daripada yang lain. Karena buku kreativitas lain pada umumnya, memasang gambar yang wah, atau setidaknya memasang gambar otak, atau sejenisnya; yang terkadang justru kontras dengan isinya.

Beralih ke sinopsis, jujur ini bagian yang bikin pembaca tertarik dengan buku yang aslinya ditulis di tahun 2006 ini. Ceritanya bermula dari Olimpiade Meksiko dan cara seorang atlet lompat tinggi mengubah dunia. Lantas kita jadi dibuat penasaran, adakah kejadian-kejadian lain yang serupa? Barangkali, para calon pembaca bisa punya ekspektasi besar terhadap kreativitas yang mau disuguhkan di buku ini, setelah membaca sinopsis ini. Dan rasanya saya termasuk.

Tapi, sesuai dengan judulnya (saya rasa buku ini tidak bakal diberi judul begini kalau isinya tidak demikian), buku ini sama sekali beda dengan ekspektasi saya. Boro-boro memberikan tips seperti buku kreativitas mainstream, buku ini dimulai dengan contoh-contoh kasus dalam kisah nyata. Paperback book. Nostalgia Mud. Cara orang memotret bunga. Kodak. Kita seolah dipaksa berpikir, apa ya benang merah di antara kasus-kasus yang dibeberkan Arden? Barulah kalimat paling “nonjok” muncul di halaman 23, paragraf kedua dan ketiga. Bayangkan, semua orang mencoba mengambil keputusan rasional, tidak out-of-the-box. Main aman karena takut terlempar. Jangan pula kaget, menurut saya, inti dari semangat yang menjiwai buku ini, ada di halaman 23 hingga 31: Keputusan gila terkadang diperlukan jika kita menginginkan hasil berbeda atas sesuatu, dan terkadang seseorang bisa menyesal mengapa tidak berani membuat keputusan gila selagi ada kesempatan.

Eits, jangan stop dulu. Buku ini terus menawarkan sesuatu di luar dugaan pembaca, bahkan setelah memasuki halaman 40-an. Bahkan mulai masuk halaman 50-an, inspirasi mirip kata-kata motivator mulai berseliweran. Namun, sekali lagi, hanya dalam uraian singkat. Bisa kita baca, kita cerna, dan resapi hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik; lagi-lagi beda dengan talk show bersama motivator yang bisa memakan waktu sejam sendiri. Memasuki halaman 100, lebih aneh lagi, berbagai wejangan “terbalik” alias anti-mainstream mulai dihidangkan. Mulai dari soal keseriusan bekerja, soal uang, soal kuliah vs bekerja, muncullah beberapa saran unik yang barangkali tidak pernah terpikir. Dan tak lupa, sejumlah saran terakhir yang tampil di akhir halaman 120-an.

Secara umum, membaca buku ini bisa diselesaikan dalam 20-30 menit. Apalagi, ada banyak gambar yang memang memacu otak berpikir asosiatif, serta mendorong visualisasi kata-kata yang diuraikan Arden. Tapi, hal ini justru mengakibatkan pembaca cenderung lebih mudah lupa dengan apa yang diutarakan Arden. Demikian halnya sehingga membaca buku ini terkadang perlu beberapa kali, ataupun kita bisa saja membaca ulang seluruh buku ini saat sedang butuh masukan tentang kreativitas atau cara berpikir.

Jika kalian masih penasaran soal kreativitas, rasanya buku ini bisa dibilang wajib. Lalu, coba bandingkan dengan buku-buku kreativitas lainnya. Bagaimana menurut kalian?

My ratings

3-star

Catatan tambahan

  • Update: Postingan ini (sewaktu masih di forskelvirta.wordpress.com) memenangkan Resensi Pilihan Selasa ini dari Gramedia Pustaka Utama edisi 3 Nopember 2015. Harap maklum apabila kalian menemukan teks yang persis dengan teks ini di blog Kompasiana atau di akun media sosial milik Gramedia Pustaka Utama.
Advertisements

One thought on “Whatever You Think, Think The Opposite (Paul Arden, 2006/2015)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s