Cabin Notes (Pratiwi Hidayat, 2015)


Identitas Buku

cabin-notes

Judul buku: Cabin Notes – Cerita Inspiratif Seorang Pramugari
Penulis: Pratiwi Hidayat
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Non-fiksi, travel, religi
Tebal: 234 halaman
Terbit: 14 Desember 2015
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-03-1895-0

Sinopsis Official

Jadi pramugari itu, kalau tegas dibilang jutek, mau senyum dibilang centil, mau ramah dibilang mental pembantu, mau bantu bawa barang dibilang kuli. Serba salah pokoknya… Pramugari kerap dipandang negatif sebagai profesi mengumbar syahwat belaka. Aku pun mengalami stigma sosial itu. Betapa butuh waktu lama menyakinkan kedua orangtuaku untuk mengizinkan impianku menjadi seorang pramugari.

Melalui Cabin Notes aku ingin berbagi cerita-cerita dari perjalanan yang pernah aku, sahabat, serta penumpang lalui. Kamu akan melihat perjuangan kami meraih impian menjadi pramugari. Kisah beberapa pramugari yang sukses di usaha lain, pilot yang berjuang bangkit dari kecelakaan maut, serta pemilik-pemilik maskapai yang patut menjadi contoh. Pramugari juga punya niat baik dan tujuan bekerja yang mulia. Tidak semua hal negatif dilakukan oleh setiap pramugari. Di setiap kisah ada hikmah dan jawaban akan hal-hal nyata di kehidupan. Aku juga menyelipkan fakta-fakta unik seputar pesawat, seperti bisakah pesawat kena petir, kenapa di toilet tidak ada masker oksigen, kenapa harus selalu memakai seat belt, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang kerap muncul di benak penumpang.

Para pembaca yang terhormat, dalam beberapa saat lagi kita akan segera lepas landas ke dalam perjalanan cerita buku ini. Demi alasan kenyamanan dan kelancaran membaca, harap siapkan minuman hangat dan camilan nikmat di dekat Anda. Selamat menikmati perjalanan ini. Time to fasten your seat belt, and enjoy the story…. 

Resensi

Sering naik pesawat? Sering berjumpa dengan pramugari? Penasaran dengan lika-liku kehidupan profesi yang satu ini?

Jika kalian menjawab ya dari salah satu atau bahkan ketiga pertanyaan di atas, berarti kalian bakal penasaran dengan sinopsis dari buku ini. Ya, Cabin Notes, menyajikan sinopsis yang bisa menyihir siapapun yang ingin tahu lebih dalam soal seluk beluk kepramugarian dengan lebih mendalam. Termasuk saya (meskipun saya tidak terlalu sering naik pesawat).

Kalau kita simak, buku ini memiliki empat bagian utama. Thrust, Lift, Drag, dan Weight. Thrust membahas soal apa saja tentang motivasi di dunia penerbangan, Lift membahas soal pengaruh lingkungan buat para pramugari, Drag membahas hambatan dan rintangan dalam dunia dirgantara, dan Weight yang menjadi semacam pengantar ke akhir buku dan penuntas bahasan soal pramugari. Lalu di setiap akhir artikel, Pratiwi yang berpengalaman menjadi pramugari di maskapai haji ini juga mencantumkan sejumlah fakta unik soal penerbangan: Baik soal pilot, pramugari, sistem keamanan, dan teknis pesawat terbang. Yang juga menjadi ciri khas buku ini adalah nyaris tak pernah absennya selipan-selipan ayat Al-Quran yang terkait dengan bahasan di artikel yang bersangkutan.

Secara umum, menurut saya buku ini sudah cocok menyandang judul “catatan inspiratif”. Pratiwi cukup piawai memadukan pengalaman profesionalnya secara pribadi, dengan intisari nasihat motivator, plus ulasan agama Islam; dengan terpadu. Keunikan ciri ini bertahan dari awal hingga akhir buku. Nah, buat kalian yang mengharapkan pengalaman seru, mencekam, atau seram-seram seputar penerbangan, rasanya buku ini bukanlah sumber referensi yang baik. Lho, mengapa? Ya karena itu tadi: Isi buku ini kebanyakan merupakan curahan hati sang pramugari terkait pengalaman profesionalnya, yang dipadukan dengan intisari nasihat motivator dan ulasan agama. Lebih sesuai dijadikan referensi untuk motivasi dan pembelajaran nilai-nilai agama di baliknya, ketimbang dijadikan referensi untuk terbang.

Sayangnya, soal kalimat motivasi dan nilai agama, sama sekali tidak dicantumkan dalam sinopsis. Entah mengapa. Saya kira keliru kalau alasan ketiadaan pencantuman ini adalah bahwa penulis khawatir nilai jual bukunya jadi turun karena bumbu motivasi dan agama. Mengapa tidak dicantumkan terang-terangan saja, supaya ekspektasi pembaca dan sajian buku bisa klop… Karena, jujur saja, buku ini cenderung berat di motivasinya ketimbang di aspek pramugarinya. Coba comot satu artikel, yang mana saja. Lalu coba timbang berapa bobot aspek pengalaman pramugarinya, berapa bobot aspek motivasinya. Bandingkan. Bagaimana?

Belum lagi, ada lho orang yang justru tidak suka membaca kalimat motivasi yang terlalu banyak dalam sebuah buku. Apalagi jika pembaca telanjur berekspektasi bahwa buku yang dibacanya bukanlah buku motivasi, eeeh ternyata buku yang dibaca itu malahan mirip buku motivasi.

Dan saya baru paham mengapa toko buku Gramedia Central Park Jakarta Barat memilih meletakkan buku ini di rak self-help. Oh, ini toh penyebabnya.

Beralih ke bagian lain. Soal fakta-fakta singkat dan unik yang disajikan di akhir setiap bab, justru di sinilah letak kelemahan lain dari buku ini buat saya. Bahasannya singkat memang. Tapi saking singkatnya sampai beberapa kali saya gagal paham dengan kata-kata yang dipilih Pratiwi. Padahal, di artikel panjangnya, kalimat yang disajikan gampang sekali dipahami karena bahasanya ringan. Namun begitu membahas soal teknis, terkesan beberapa kali timbul kekeliruan sehingga intisari informasi harus dicerna agak lama.

Jadi kesimpulannya, dari aspek tema buku, Pratiwi sudah mengambil tema yang unik dan belum terjamah. Dari aspek runutan penulisan, topik dibagi jadi empat, juga sudah oke dan amat menolong pembaca memahami isi buku. Namun kesesuaian sinopsis dan isi buku (terlebih soal kalimat motivasi dan agama yang sama sekali tidak ada di sinopsis), begitu panjangnya aspek motivasi ketimbang aspek pramugarinya itu sendiri, plus kurang jelasnya beberapa uraian di sesi fakta singkat; membuat buku ini berkesan agak “melempem”. Seolah-olah ekspektasi pembaca sudah dibawa naik, lalu kemudian turun dan terbang rendah. Buku ini bukanlah buku yang kuat jika ditinjau dari aspek penerbangan dan traveling, namun bisa jadi buku yang lebih kuat jika dikategorikan sebagai buku motivasi dan self-help, atau bahkan mungkin, buku religi populer.

Miscellaneous & Ratings

  • Tentang Pratiwi Hidayat: [Twitter] [Website]
  • Saya membacanya dalam bentuk: Digital, SCOOP
  • Cabin Notes on Goodreads
  • My Ratings: 2/5 (Goodreads), 3/10 (Personal)

1.5-star

How to get this book

  • Toko buku Gramedia: Rp 59.000
  • Gramedia.com: Rp 49.300-Rp 59.000 belum termasuk ongkos kirim
  • Scoop: Rp 39.200-Rp 49.000
  • Bukabuku.com: Rp 46.400 belum termasuk ongkos kirim
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s