Master of The Game (Sidney Sheldon, 1982)


Identitas Buku

masterofthegameJudul buku: Master of The Game (Ratu Berlian)
Penulis: Sidney Sheldon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Thriller, crime
Ukuran: 18 cm x 11 cm
Tebal: 768 halaman
Terbit: April 2010
Cover: Softcover
ISBN: 978-979-228-388-4

 

Sinopsis Official

Edisi aslinya:

Kate Blackwell is the symbol of success a beautiful woman who has parlayed her inheritance into an international conglomerate. Now, celebrating her 90th birthday, Kate surveys the family she has manipulated, dominated, and loved: the fair and the grotesque, the mad and the mild, the good and the evil her winnings in life.

Edisi terjemahan Indonesia:

Kate Blackwell: Simbol kesuksesan, wanita cantik yang berhasil mengelola perusahaan yang diwarisinya sehingga menjadi konglomerat internasional. Sukses meraih kekayaan dan kemasyhuran di dunia. Ia pantang menyerah, gigih seperti ayahnya, laki-laki yang selamat dari tubir kematian untuk merebut kekayaan dalam rupa berlian di bumi Afrika Selatan yang suram. Kini, menjelang ulang tahunnya yang kesembilan puluh, untuk mencari penerus bisnisnya, Kate meneliti keluarganya yang telah dimanfaatkannya, dikuasainya, dan dicintainya: Keadilan dan kehebatan, kegilaan, dan kelembutan, kebaikan dan kejahatan–kemenangan dalam kehidupannya.

Resensi

Saya membaca novel ini di tahun 2000. Waktu itu harga novel terjemahan Indonesia-nya hanya Rp 35.000! Sudah lama sekali bukan? Tapi anehnya saya masih ingat novel ini, saking berkesannya. Bisa dibilang, Master of The Game ini masuk dalam lima besar novel Sidney Sheldon favorit saya (di samping Doomsday Conspiracy, The Stars Shine Down, The Sky is Falling, dan Nothing Lasts Forever). Novel ini menyajikan sejumlah bab terpisah yang dengan runut melintasi masa hampir seratus tahun, semua berpusat pada kehidupan Kate Blackwell (nee McGregor). Ia adalah wanita bertangan besi yang menjadi pewaris bisnis berlian dari ayahnya. Berbagai halangan dalam hidupnya tidak membuatnya patah semangat, melainkan membentuk pribadinya menjadi wanita yang berkemauan keras dan tidak dapat dihalangi keinginannya.

Awas spoiler.

Cerita bermula dari Jamie McGregor, seorang imigran Skotlandia yang mencari berlian di Afrika Selatan. Pertemuan dan persahabatannya dengan warga setempat serta bisnisnya yang jatuh bangun dengan imigran Belanda di Afrika Selatan mewarnai bab pertama dari novel ini. Bagian mendebarkan jelas terletak pada saat Jamie dan seorang rekan Afrikanya, Banda, merangkak untuk meloloskan diri dari ranjau-ranjau di padang berlian. Namun, bagian Jamie berakhir kurang baik. Putra pertama Jamie tewas dan Jamie sendiri menyusul beberapa bulan kemudian. Sehingga bisnis berlian yang mulai ia bangun pun mau tak mau dikelola oleh istrinya Margaret, putri mereka Kate, dan rekan keluarga David Blackwell.

Setelah ini dimulailah bagian Kate yang menurut saya kurang menggigit namun tetap penting untuk disimak. Di sinilah mulai dibahas bagaimana karakter Kate dibangun menjadi tangan besi. Terlebih, bencana ledakan tambang yang menewaskan sang suami ketika ia hamil tujuh bulan, membuatnya semakin ambisius dan sulit diatur. Anak laki-lakinya, Toby, pun dididik militan hingga mengakibatkan sang anak tunggal sangat takut dengan ibunya, menjadi gagap, dan tidak bisa mengejar cita-citanya sebagai seniman. Cerita menyedihkan hidup Toby-lah yang mengisi bagian selanjutnya dari novel ini. Di sini digambarkan betapa Kate selalu campur tangan di berbagai aspek kehidupan Toby dan istrinya Marianne, yang sama-sama berujung mengenaskan.

Anak-anak Toby-Marianne yaitu si kembar Eve dan Alexandra, mengisi bagian berikutnya. Di sini jelas sekali terasa aroma persaingan antara pasangan kembar ini. Di mana Eve yang selalu mengumbar ketidaksukaan akan Alexandra, digambarkan kerap mencoba membunuh adiknya itu bahkan sejak ia masih balita. Akhir dari bagian ini mengantar novel menuju penutup (epilog), yang menggambarkan pesta ulang tahun Kate kesembilan puluh yang membuatnya berpikir ulang tentang berbagai kejadian yang mewarnai perjalanan hidupnya.

Spoiler selesai.

Sudah tidak ingat ini novel Sheldon keberapa yang saya baca (karena nyaris semua seri novel penulis kelahiran 1917 ini saya baca di waktu berdekatan di tahun 1999-2001); tetapi yang pasti inilah novel Sheldon kedua yang bikin saya sulit sekali bisa lepas waktu membacanya, setelah Doomsday Conspiracy. Kebetulan novel ini hasil rekomendasi teman yang ternyata benar-benar menegangkan dan tidak mengecewakan sama sekali. Ending dari setiap bagian memang mudah ditebak, tapi bungkusan penyajian Sheldon dapat saya katakan sangat mantap. Meskipun kita sudah tahu kira-kira ending bagian itu seperti apa, kita tetap penasaran ingin tahu prosesnya; seperti apakah hasil itu akan diperoleh? Sehingga buku ini memberi kesan ikonik dari sisi manapun, baik plot maupun penokohan.

Bicara soal penokohan, tokoh-tokoh di novel ini digambarkan begitu kuat dengan ciri masing-masing yang khas. Kate yang amat tangan besi, Jamie yang tak kenal menyerah dan terobsesi pada berlian, Banda yang begitu setia, Toby yang tak pernah punya cukup keberanian, Eve yang begitu jahat. Namun secara personal, saya menganggap penokohan Eve di sini agak berlebihan jahatnya. Tidak diimbangi dengan memuaskan oleh Alexandra. Untungnya, rasa mengganggu ini dibayar dengan tuntas oleh karakter Keith yang begitu menyebalkan tapi ternyata memegang peran kunci dalam membungkam Eve. Hanya saja, barangkali yang justru jadi “ketidakpuasan” adalah tiadanya tokoh yang bisa meredam ego dan karakter tangan besi Kate itu sendiri!

Mungkin membaca Master of The Game tidak bisa diselesaikan sekejap untuk mendapatkan kesan yang begitu mendalam. Tapi jalani saja proses menikmati novel ini. Dijamin pengalaman kalian tidak mudah terlupakan.

 

Personal rating

  • My Goodreads Rating: 5/5

How to get this book

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s