Positive Thinking Itu Dipraktekin (Tim Wesfix, 2013)


Identitas Buku

positivethinkingwesfix

Judul buku: Positive Thinking Itu Dipraktekin
Penulis: Tim Wesfix
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)
Genre: Self-help
Ukuran: 20 cm x 13.5 cm
Tebal: 154 halaman
Terbit: 30 September 2013
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-251-217-2

Sinopsis Official

Dengan halaman full-color dan gaya penyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat-padat, Anda akan merasakan perbedaannya. Buku ini tidak sekadar membuat informasi Anda bertambah, tapi juga akan membuat Anda tersenyum, terperangah, sekaligus manggut-manggut. Asyik dibaca!

Sikat buku ini terutama buat Anda: remaja, pekerja kantor, manajer, entrepreneur, hmmm, artis, penulis, dan semuanya yang tertarik untuk berpikir positif

Resensi

Mungkin saking banyaknya orang yang suka berpikir negatif, maka dibuatlah buku-buku self-help yang isinya bisa memperindah isi pikiran orang tentang kejadian-kejadian di sekitarnya. Saya merasakan bahwa buku ini termasuk salah satu aji mumpung di tengah arus deras terbitnya buku-buku self-help semacam ini.

Memang maksud buku ini cukup bagus. Yaitu menjelaskan situasi-situasi yang sebenarnya, di mana manusia sebetulnya tidak perlu demikian parahnya berpikir negatif. Begitulah topik yang digeber sampai 90 halaman. Ya, sembilan puluh! Lalu, barulah selanjutnya penulis menggelar bagaimana cara agar manusia bisa tetap berpikir sepositif mungkin. Cuma dalam 40 halaman. Selebihnya ada semacam lembar kerja. Secara sistematik sudah dapat idenya. Tapi sisanya: Benar-benar buku sampah.

Eh. Tumben-tumbennya saya menggunakan kata kasar di postingan-postingan saya? Berarti kalau sampai saya mengeluarkannya, benda yang saya review itu betul-betul buruk rupa dari ujung ke ujung!

Coba saya jabarkan satu-satu.

Pertama dari cover-nya saja sudah ada yang salah buat saya. Mosok ada buku yang baru keluar langsung mengaku-ngaku Best Seller? Entah di mana logikanya. Saya sendiri memilih mengabaikan logo aneh yang dipajang penerbit di sudut kanan bawah sampul depan buku. Dan memilih fokus ke isinya saja.

Dan ternyata isinya pun tak jauh beda!

Baru membuka lembar dalaman judul, saya langsung menemukan suatu kesalahan fatal lagi. Sisi kiri atas tiap halaman bertuliskan Kreatif Itu “Dipraktekin”. APA? JUDUL BUKU INI APA TADI? Saya pikir saya mengambil buku yang salah! Tapi setelah saya cek sampul depannya, sampul dalamnya, dan sampul belakangnya, tidak salah kok! Celakanya lagi ketika saya buka halaman genap, semua halaman mencantumkan tulisan yang keliru itu di sudut kiri atasnya. Sungguh memalukan.

Isi bukunya seakan melengkapi penderitaan: Uraian yang terlalu panjang lebar, bak infografik yang gagal bikin, dipadukan dengan tulisan yang kerap salah ejaan dan typo di sana sini. Bukannya menjernihkan pikiran, tapi mata diajak mengusut ria dengan membaca tulisan yang kacau. Mulai dari titik berganda, huruf kapital kembar (Anda ditulis jadi ANda), huruf kurang (positif ditulis jadi psitif), hilangnya titik di akhir kalimat, lengkap semua. Buka saja satu halaman secara acak dan pasti kalian bisa menemukan kekeliruan ejaan. Kalau ada yang memperhatikan, mengapa saya tidak menutup kalimat terakhir di Sinopsis Official tadi dengan tanda titik? Karena memang begitulah naskah aslinya!

Lalu soal checklist. Ini bab salah judul, salah isi pula. Padahal, checklist itu artinya daftar yang harus dicek apakah sudah siap atau sudah dilakukan; atau belum. Tujuannya untuk membantu kita mencapai tujuan. Lha buku ini? Cuma ada nomor 1 sampai 10 kosong, lalu ada satu kalimat perintah di atas. Sepertinya penulis harus belajar lagi apa itu checklist, sebelum koar-koar.

Saya coba balik ke depan, ke daftar isi. Lantaran nyaris hilang sudah kredibilitas saya terhadap buku ini. Ternyata kekhawatiran saya benar lagi: Daftar isinya pun salah!

Berarti benarlah dugaan saya bahwa buku ini kurang dipersiapkan dengan matang alias hanya kejar tayang, dan bahwa klaim Best Seller itu pastilah palsu.

Kesimpulan saya: Buku ini bukanlah buku yang tepat untuk dijadikan referensi agar pikiran kita berubah jadi lebih positif. Alih-alih berpikir positif, kesalahan dan carut-marut di sana sini justru bisa membuat kita paranoid dengan buku ini. Lebih baik gunakan buku lain. Saya pun terkaget-kaget kenapa Grasindo yang seharusnya bisa menerbitkan buku dengan kualitas suntingan sangat baik, bisa meloloskan buku ini.

Tapi, di luar semua keburukan itu, buku ini memberikan satu manfaat besar buat saya: Bahwa editing adalah proses yang tidak main-main dalam proses persiapan naskah, entah itu buku atau apapun. Keseriusan editing bisa meningkatkan kenyamanan pembaca dalam membaca naskah yang dibuat. Dan buku ini adalah contoh nyata kegagalan editing yang berdampak serius ke banyak hal.

Miscellaneous & Ratings

0.5-star

How to get this book

 

Advertisements

One thought on “Positive Thinking Itu Dipraktekin (Tim Wesfix, 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s