5 cm (Donny Dhirgantoro, 2005)


Identitas Buku

5 cm 12-12-12

Judul buku: 5 cm
Penulis: Donny Dhirgantoro
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Genre: Drama
Ukuran: 21 cm x 14 cm
Tebal: 382 halaman
Terbit: 2005 (edisi 10 tahun: 18 Agustus 2015)
Cover: Softcover
ISBN-13: 978-979-025-176-2

Sinopsis Official

Lima sahabat telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Mereka adalah Arial yang paling tampan, Riani sebagai satu-satunya wanita dalam kelompok itu, Zafran yang berlagak seperti seorang penyair, Ian yang paling subur badannya, dan Genta yang dianggap sebagai leader dalam kelompok itu. Kegemaran mereka adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal, mulai dari kafe paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancap. Semuanya penggemar film, dari film Hollywood sampai film yang nggak kelas—kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia atau masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi bukan dalam bentuk joget.

Suatu saat, karena terdorong oleh rasa bosan di antara satu dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah telah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya. Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

“Ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda….”

Resensi

Saya bukan tipe pembaca yang senang meninggalkan suatu buku tak terselesaikan, meskipun memang saya sering membaca banyak buku secara paralel. Suatu hari, pasti buku-buku itu saya selesaikan. Tapi, buku ini pengecualian. Ya… Satu lagi dari rak “berhenti-tengah-jalan” saya di Goodreads: 5 cm!

Heh, “berhenti-tengah-jalan”? Iya, saya punya rak seperti itu di Goodreads.

Langsung saja. Seumur-umur saya membaca novel baik novel asli karya pengarang Indonesia maupun terjemahan dari pengarang luar negeri, inilah novel yang bagian awalnya paling membuat kantuk melanda dengan segera. Dalam hanya beberapa halaman, saya langsung mendapat kesan bahwa ini bukan novel, melainkan buku kumpulan quote plus klipingan lirik lagu dan potongan-potongan pemanis yang entah kenapa justru bikin eneg. Entah apa yang mau diceritakan, justru quotes, lirik lagu, dan snacks itu malah berseliweran dan amat mengganggu, sehingga tujuan dari penuturan malah tidak dapat.

Penokohan juga amat lemah di halaman-halaman awal itu. Di samping Arial yang dijabarkan sebagai primadona, Riani si satu-satunya wanita, dan Ian yang tambun; saya tidak berhasil membedakan Genta dan kawan-kawannya karena semua tertutup oleh kelebayan bumbu yang teramat sangat.

Itu baru 20 halaman pertama. Saya masih ragu apakah saya harus lanjut? Saya coba skimming saja, karena jujur quotes dan lirik lagu yang berserakan itu amat mengganggu. Masih tidak dapat juga inti yang saya cari. Alhasil, saya pun sengaja mencari di mana halaman ketika mereka memutuskan untuk berpisah selama 3 bulan. Tapi buku ini masih tetap sama. Menjemukan dan lebay.

Saya pun tak sanggup meneruskan ke bagian di mana mereka akhirnya bertemu kembali dan memutuskan mendaki gunung bersama. Saya skip ke akhir buku saja. Masih berharap siapa tahu ending bukunya bagus, jadi saya punya semangat lagi untuk mengulang dari tengah. Tentu saja dengan skimming.

Tapi apa daya. Sampai menjelang habis buku ini pun ternyata isi dan penguraiannya tetap begitu-begitu saja. Pusing sendiri deh saya. Ya sudah, bukunya (yang untungnya versi digital) ditutup untuk selama-lamanya.

Mungkin selera saya tidak cocok dengan selera para senior Goodreads Indonesia, yang membuat penulis sampai bisa memasang nama klub buku ini di cover edisi 10-tahunannya. Mungkin saya juga terlalu banyak menuntut padahal saya sendiri tidak bisa menulis cerita fiksi. Mungkin saya juga sok keren karena tidak mau ikut mainstream taste yang bilang buku ini bagus. Yah, mungkin benar dan mungkin tidak. Intinya satu: Bintang satu sudah cukup.

Suatu ketika, saya melihat novel “2” di Scoop. Sedang promo. Saya pun ragu membelinya karena khawatir isinya bakal mirip-mirip sama buku ini. Kalau bisa, tolong yakinkan saya salah.

Sekian dan terima kasih.

 

My Ratings & Goodreads

  • 5 cm on Goodreads
  • Personal Goodreads rating: 1/5

How to get this book

  • Gramedia.com (edisi dasawarsa Buku Goodreads Indonesia Sepanjang Masa): Rp 55.250-Rp 65.000, belum termasuk ongkos kirim
  • Scoop: Rp 47.200-Rp 59.000
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s