The Girl on The Train (Paula Hawkins, 2015)


Identitas Buku

girlontrain

Judul: The Girl on The Train
Penulis: Paula Hawkins
Genre: Fiction, crime, thriller
Bahasa: Indonesia
Tebal: 440 halaman
Ukuran: 14 cm x 26 cm
Terbit: 13 Januari 2015 (versi bahasa Inggris – Kindle & Hardcover), 26 Agustus 2015 (versi bahasa Indonesia)
Penerbit: Noura Books Publishing
ISBN-13: 978-602-098-997-6

 

Sinopsis Official

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Setiap hari dia terguncang-guncang di dalamnya, melintasi sederetan rumah-rumah di pinggiran kota yang nyaman, kemudian berhenti di perlintasan yang memungkinkannya melihat sepasangan suami istri menikmati sarapan mereka di teras setiap harinya. Dia bahkan mulai merasa seolah-olah mengenal mereka secara pribadi. “Jess dan Jason,” begitu dia menyebut mereka. Kehidupan mereka-seperti yang dilihatnya-begitu sempurna. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya sendiri yang baru saja hilang.

Namun kemudian, dia menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Hanya semenit sebelum kereta mulai bergerak, tapi itu pun sudah cukup. Kini segalanya berubah. Tak mampu merahasiakannya, Rachel melaporkan yang dia lihat kepada polisi dan menjadi terlibat sepenuhnya dengan kejadian-kejadian selanjutnya, juga dengan semua orang yang terkait. Apakah dia telah melakukan kejahatan alih-alih kebaikan?

Resensi

Untuk sebuah novel perdana dari seorang penulis, The Girl on The Train cukup fenomenal. Sejak rilis Januari 2015, buku ini cukup lama memegang predikat best seller. Tak heran Dreamworks Studio pun sudah mengumumkan rencana adaptasi novel ini menjadi film yang berjudul sama, dan akan rilis Oktober 2016 mendatang. Saya sendiri baru ngeh dengan novel ini ketika melihatnya keluar sebagai juara Goodreads Choice Award 2015 kategori Mystery and Thriller, padahal kabarnya ini adalah novel thriller perdana dari sang penulis. WOW. Jadi, seperti apakah novel yang tengah banyak dibicarakan dan disebut-sebut sebagai the next “Gone Girl” ini? Inilah buku ke-13 saya di 2016 Goodreads Reading Challenge, yang ternyata…

Sekilas, latar belakang cerita The Girl on The Train ini sederhana, karena hanya melibatkan enam tokoh penting. Tiga wanita: Rachel Watson – si alkoholik yang belum bisa move-on, Anna Watson – si perebut suami orang, dan Megan Hipwell – si tertutup yang dari luar tampak sempurna. Tiga pria: Tom Watson – mantan suami Rachel yang berpaling ke Anna, Scott Hipwell – si kekar yang rada sadis dan menakutkan, dan Kamal Abdic – si terapis imigran Bosnia yang sering jadi nyamuk di cerita ini.

Diceritakan bahwa Rachel yang sudah dipecat berbulan-bulan sebelumnya, terus berpura-pura masih bekerja dan membohongi teman serumahnya dengan tetap teratur pulang pergi ke London dengan kereta. Di perjalanan keretanya, kereta selalu berhenti di sebuah persimpangan dan Rachel pun selalu punya sedikit waktu untuk mengamati rumah nomor 15. Di situlah ia melihat pasangan yang tampak ideal hidup di rumah tersebut. Ia menamakan mereka Jason dan Jess, yang tak lain adalah Scott dan Megan. Namun suatu hari, ia melihat keganjilan di rumah tersebut yang kemudian diikuti rentetan peristiwa yang mengubah hidupnya sebagai seorang alkoholik. Ditambah lagi fakta bahwa Tom, mantan suaminya, kini telah hidup bersama wanita lain di rumah nomor 23, yang tak lain adalah tempat tinggal Rachel dulu.

Selanjutnya, cerita disampaikan dari penuturan orang pertama dari tiap wanita. Cerita dari sisi Rachel biasanya berputar antara siklus ngedumel-ingin tobat-tetapkan tujuan-terjadi kekacauan-minum lagi-ngedumel lagi-dst. Jujur terkadang siklus ini bikin jengkel pembaca, namun sekaligus pula bikin penasaran. Penuturan Rachel juga seolah penuh kabut karena ia sendiri sangat sering mabuk berat hingga melupakan banyak hal. Sehingga pembaca bingung apakah harus percaya dengan kata-kata Rachel atau tidak? Sementara cerita dari sisi Megan, yang mulai terjadi setahun sebelum cerita para wanita lainnya, pun diselimuti aura seram nan misterius yang mengingatkan pada tokoh Amy Dunne dari cerita Gone Girl. Ambiguitas “bahagia atau tidak bahagia” terus ia pertanyakan. Tak heran bahwa buku ini disebut the next Gone Girl, dugaan saya adalah karena unsur Megan. Sementara cerita dari sisi Anna, yang baru muncul cukup terlambat di buku ini, bisa dibilang cukup jelas dan punya prinsip sederhana, namun alurnya cukup cepat, plus ada beberapa gap dari kata ganti orang ketiga yang dipakainya.

Membaca buku ini bisa memakan waktu lama di bagian awal, karena alurnya bisa dibilang lambat dan agak berputar. Jika kita sudah memasuki bagian tengah buku, terutama setelah sebuah kejadian besar terjadi dan kekacauan pun dimulai, bisa dibilang alur menjadi jauh lebih cepat dan sekadar mengikuti kisah ini pun cukup bikin penasaran sekaligus memacu adrenalin. Ending memang sulit ditebak, tetapi jika kalian jago bermain eliminasi logika, seharusnya tidak terlalu sulit menebak sang pelaku. Namun yang saya bisa katakan adalah: Endorsement dari berbagai kalangan yang kalian dengar tentang buku ini, bahwa buku ini kerap menggulirkan fakta dan plot mengagetkan, itu benar!

Jadi bagaimana kesimpulannya? Saya pribadi menyarankan para penggemar thriller untuk membaca novel ini, setidaknya sebelum filmnya muncul di bioskop. Pasalnya, bagi saya novel ini amat merangsang imajinasi pembaca, sekaligus membuat pembaca meraba-raba sedang ada di lorong waktu dan tempat manakah pembaca tengah berada. Atau barangkali, lebih seru membaca versi English-nya? Entahlah, karena saya kebetulan berkesempatan membaca versi Indonesia-nya saja.

All in all, this is a highly recommended thriller novel!

My ratings and Goodreads

How to get this book

  • Toko buku Gramedia: Rp 79.000
  • Gramedia.com: Rp 63.200- Rp 79.000 belum termasuk ongkos kirim
  • Bukabuku.com: Rp 63.200 belum termasuk ongkos kirim
  • Belum tersedia dalam bentuk digital

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s