99 Pola Pikir Yang Bikin Orang Jadi Susah Kaya (Iin Susanto, 2016)


Identitas Buku

99-pola-pikir-susah-kaya

Judul: 99 Pola Pikir Yang Bikin Orang Jadi Susah Kaya
Penulis: Iin Susanto
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia/Grasindo
Genre: Non-fiksi, Self-help
Bahasa: Indonesia
Terbit: 22 Februari 2016
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm
Tebal: 296 halaman
Cover: Softcover
ISBN-13: 978-602-375-350-5

 

Sinopsis Official

Siapa yang tidak mau jadi orang kaya? Pasti semua orang mau. Bahkan, banyak orang yang sebenarnya bercita-cita menjadi orang kaya. Itu sebabnya, mereka tekun bekerja keras. Sayangnya, meski sudah bekerja keras, ternyata banyak pula di antara mereka yang tetap tidak juga kunjung kaya. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Ternyata ada beberapa hal yang dapat menjauhkan kekayaan dari seseorang. Selama ini mungkin kita hanya tahu bahwa boros dan malas adalah penyebab utama seseorang susah menjadi orang kaya. Padahal nyatanya ada banyak hal Iain, menyangkut pola pikir, yang membuat hidup seseorang masih “begitu-begitu” saja.

Buku ini akan membongkar habis pola pikir apa saja yang dapat membuat seseorang menjadi susah kaya. Siap-siap saja jangan-jangan ada sebagian di antaranya menjadi bagian dari pola pikir Anda.

Resensi

Saat ini sedang marak buku self-help tentang pengelolaan kekayaan pribadi, mulai dari buku yang mengajarkan bagaimana teknik berhemat agar gaji karyawan tidak habis, sampai buku yang mengajarkan bagaimana seseorang sepatutnya menjalani gaya hidup supaya dompetnya “tidak keberatan gaya”. Buku ini lebih condong ke kutub yang kedua: Bahwa aspek mental seseorang akan sangat berpengaruh pada sikapnya terhadap hidup, dan pula menentukan nasibnya dalam hal kekayaan.

Sesuai judulnya, buku ini disusun dalam bentuk semi-ilustrasi dengan warna halaman bercampur antara warna halaman hitam-tulisan putih dengan warna halaman putih-tulisan hitam. Lembar terakhir sebelum masuk ke item baru, selalu dilengkapi dengan ilustrasi yang merangkum isi bab tersebut. Tujuannya adalah mempermudah si pembaca untuk membaca ulang apabila butuh semacam reminder. Dan seluruh item yang disajikan juga dimuat tidak dalam sistematika tertentu, sehingga pembaca bebas menentukan ingin membaca item yang mana saja duluan. Barangkali mirip dengan cara membaca buku The Art of Thinking Clearly yang sistematikanya juga hampir sama.

Barangkali kita berpikir hanya masalah tidak membuat catatan pengeluaran yang bisa menghambat potensi keuangan seseorang. Ternyata tidak. Beberapa sikap-sikap yang patut dihindari inilah yang mungkin perlu digarisbawahi, karena ternyata cukup penting namun barangkali belum banyak dianggap penting oleh masyarakat. Soal apa kaitan sikap berikut dengan kekayaan, rasanya bisa dibaca sendiri yah 🙂

  • Kebiasaan tidak mau menyumbang dan mengikuti kegiatan sosial
  • Tidak tahu membedakan hemat dan pelit (baca: suka berpura-pura tidak punya uang)
  • Membeli semua barang yang dibutuhkan
  • Malas membaca
  • Bergaya hidup melebihi kemampuan sendiri dan mengandalkan brand dalam pergaulan

Sayang sekali, kalau buku The Art of Thinking Clearly yang saya sebutkan tadi masih mengaitkan beberapa sikap yang mirip atau hampir sama di akhir setiap bab, buku ini gagal melakukannya. Alhasil, beberapa sikap yang terlihat mirip bisa muncul di depan, muncul lagi di belakang. Misalnya soal “kebiasaan menyumbang” dan “mengikuti kegiatan sosial”. Atau soal “bergaya hidup melebihi kemampuan sendiri” dan “mengandalkan brand dalam pergaulan”. Menurut saya ada kaitan antara kedua tindakan tersebut. Namun penulis tidak mengaitkannya dalam kajian di buku ini.

Lalu, kira-kira siapakah yang cocok menjadi pembaca buku ini? Rasanya siapa saja yang merasa tengah mengalami masalah keuangan dan menduga dirinya mengalami masalah prinsip (bukan masalah teknis), akan cocok membaca buku ini. Atau siapa saja yang sekadar ingin mengetahui apakah dirinya sudah menjalankan prinsip pengelolaan keuangan dengan baik. Intinya, karena segala sesuatu di dunia ini urusannya adalah dengan uang, rasanya siapa saja cocok membaca buku ini.

Personal Ratings and Goodreads

1.5-star

How to get this book

  • Toko buku Gramedia: Rp 50.000
  • Gramedia.com: Rp 42.500 belum termasuk ongkos kirim.
  • Bukabuku.com: Rp 40.000 belum termasuk ongkos kirim

Postingan yang ada hubungannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s