Unexpected Love (Nurilla Iryani, 2016)


Identitas Buku

unexpected_love

Judul: Unexpected Love
Penulis: Nurilla Iryani
Penerbit: Stiletto Book
Genre: Fiksi, romance
Bahasa: Indonesia
Terbit: 25 Januari 2016
Ukuran: 13 cm x 19 cm
Tebal: 180 halaman
Cover: Paperback
ISBN-13: 978-602-757-243-0

Sinopsis Official

“Selama enam bulan ini, aku selalu mengingatkan diriku sendiri: sebelum aku bertemu dengan Radit, hidupku baik-baik saja. Berarti kalaupun dia pergi, hidupku juga akan tetap baik-baik saja.”

Untuk seorang perempuan urban seperti Anya,hidup melajang jelas bukan masalah. Dia yakin, dia adalah perempuan mandiri yang tidak perlu mengikuti desakan sosial untuk segera menikah. Sampai akhirnya dia bertemu Radit. Kehadiran Radit memberi warna baru dalam hidup Anya. Dia kembali merasakan cinta, sesuatu yang Anya pikir tidak akan pernah dirasakan kembali.

Namun masalahnya, Radit adalah milik wanita lain. Haruskah Anya mundur perlahan? Atau justru memperjuangkan cinta yang akhirnya dia rasakan? Lalu, bagaimana dengan Radit? Yang menurut pengakuannya, dia sedang mengalami masalah dalam rumah tangganya.

It’s complicated!

Resensi

Buku ke-22 saya dalam 2016 Goodreads Reading Challenge ini, memang adalah buku hadiah. Namun, berstatus sebagai buku gratisan bukanlah alasan saya untuk mengabaikan penulisan review atasnya. Ditambah pula Stiletto Book menganjurkan agar buku hadiah dari mereka harus dibuatkan review-nya sehingga nambah lagi satu kewajiban, haha (tapi tidak masalah, dengan senang hati koq, hehe….) Dan… Inilah review yang saya buat untuk novel romance yang cukup menarik ini.

Pertama-tama, novel ini tidak tebal, isinya “hanya” 174 halaman. Barangkali amat banyak novel yang jauh lebih tebal. Oleh karena itu, ekspektasi saya sesaat setelah melihat tebal novel ini adalah, alur ceritanya sederhana dan tidak perlu banyak berpikir. Ternyata benar. Alur ceritanya sesederhana deskripsi penulisnya, Nurilla Iryani, lewat akun Twitter-nya @nyiell. Seperti apakah?

Cerita ini bertema utama perselingkuhan. Jadi, ceritanya digambarkan bermula dari dua sosok urban. Dari pihak wanita, ada wanita karir mandiri bernama Anya yang sehari-harinya menjadi senior brand manager dari sebuah perusahaan fast-moving-consumer-goods. Sementara dari pihak pria, ada pria yang telah sukses berkarir di dunia pertelevisian, bernama Radit. Radit sendiri sudah berkeluarga selama sepuluh tahun dengan seorang pengacara kondang bernama Gina. Tanpa niat dan murni bermula karena ketidaksengajaan, Radit dan Anya terlibat dalam suatu hubungan yang berstatus “mulai dari tidak jelas alias kabur, menjadi semacam perselingkuhan yang diamini kedua pihak”. Judul singkatnya, “perselingkuhan”. Dalam perjalanannya, Anya dikisahkan galau karena mengetahui status Radit sebagai suami wanita lain, dan Radit pun diam-diam galau karena menyimpan rahasia soal masalah rumah tangganya dengan Gina. Jadi, apakah yang akan terjadi?

Ah, ketika saya membaca novel ini, saya jadi ingat pertanyaan yang saya ajukan ke si penulis, yang akhirnya membuat saya memenangkan novel ini: “Mungkinkah perselingkuhan terjadi kalau salah satu pihak benar-benar menutup diri?”. Jika pertanyaan itu diterapkan ke buku ini, jawaban singkatnya adalah: Baca sendiri ya! (hehe, penasaran kan?). Tapi saya bisa kasih clue: Manusia bisa saja sadar bahwa dirinya harus menutup diri atau membatasi diri dari suatu “serangan”. Tapi jelas manusia punya batas kemampuan menutup diri sampai sejauh mana. Nah, jawaban selanjutnya, perlu kalian temukan sendiri di buku ini. Alasannya? Karena menurut saya, dari berbagai kisah perselingkuhan yang pernah saya tonton atau baca, kisah ini cukup menarik ketika ditinjau dari pertanyaan tadi. Penasaran?

Nah, saya lanjut soal teknis buku. Ini kali pertama saya membaca buku dari Stiletto Book, penerbit buku perempuan asal Yogyakarta ini. Dari segi tampilan, buku terbitan Stiletto amat menarik karena ukurannya mungil, tidak pernah segede gaban seperti buku terbitan penerbit lain. Jadi enak kalau mau dibawa-bawa. Tapi sayangnya barangkali yang jadi faktor minus adalah soal kualitas cetaknya. Entah mata saya yang terlalu “kurang ajar”, saya merasa kualitas cetak tulisan di atas kertas buku ini agak ketebalan font-nya. Namun untungnya cetakan dan cutting masih sangat rapi sehingga buku masih nikmat dibaca.

Lalu soal ejaan. Saya tahu barangkali kelemahan saya – sensitif dengan typo atau salah ejaan – agak menjengkelkan ketika saya me-review buku. Di buku ini terdapat beberapa kesalahan ejaan yang lolos penyuntingan. Yang saya temukan, misalnya:

  1. Clarke Quay (nama tempat di Singapura. Di buku ini tertulis sebagai “Clark Quay”)
  2. Matthew McConaughey (nama aktor Hollywood pemenang Best Actor in Leading Performance 2014. Di buku ini tertulis sebagai “Matthew McConaughay”)
  3. Hello (bagian dari judul chapter 3. Di buku ini tertulis sebagai “Hallo”. Sementara kata yang sama tertulis dengan benar ketika muncul lagi di judul chapter 22)

Itu saja sih yang saya ingat.

Lalu soal penuturan. Novel ini memiliki cara penuturan mirip Critical Eleven (Ika Natassa, 2015); yaitu dituturkan bergantian dari pihak pria dan wanita, masing-masing sebagai orang pertama. Penulis sudah mengambil beberapa kata khas, seperti “ketek” untuk menandai penuturan dari pihak Radit. Tetapi ketika saya coba baca dengan kecepatan yang agak tinggi, saya mulai kebingungan, yang sedang saya baca ini sebetulnya penuturannya siapa ya? Saya yang awam banget soal penulisan cerita fiksi ini pun berkesimpulan: Oh, gaya penuturan dari kedua tokoh ini masih mirip satu sama lain. Bahkan ada kesan di mana Radit terlihat berpikir dan bersikap agak mirip wanita ketimbang pria. Hihi. Namun secara umum, pemisahan/dikotomi karakterisasi Radit dan Anya sudah berhasil dilakukan dengan baik oleh Nurilla, meskipun barangkali masih belum membuat pembaca 100% sanggup memisahkan “ini isi pikir siapa tanpa melihat judul sub-bab” (saya tahu ini sulit. Semangat ya Mba Nurilla!).

Terakhir. Kalau ditanya apakah saya akan merekomendasikan buku ini? Pertanyaan ini susah dijawab lantaran saya sendiri bukan penggemar fiksi romance. Kalau disuruh memilih tentu genre fiksi favorit saya adalah thriller/crime. Tapi bukan berarti saya enggan membaca fiksi romance. Nah, kalau tolok ukur kalian dalam membaca dan memfavoritkan novel romance hanya sekadar di hasil akhirnya, barangkali buku ini kurang pas buat kalian, karena ending-nya amat mudah ditebak. Bisa-bisa kalian kecewa. Tetapi, buat kalian yang penasaran dengan proses dan ingin tahu step-by-step tentang terjadinya segala sesuatu (termasuk perselingkuhan), buku ini bisa saya katakan menarik untuk dieksplorasi. Apalagi latar urban yang dekat dengan kehidupan sehari-hari (khususnya kalian pembaca yang tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya), membuat kisah ini seolah amat dekat, bahkan mungkin terjadi, dengan kehidupan kita sendiri. Jadi, cocok atau tidaknya buku ini buat kalian, kalianlah yang menentukan sendiri.

Personal Ratings and Goodreads

  • Saya membacanya dalam bentuk: Fisik
  • Unexpected Love di Goodreads
  • Personal Goodreads Rating: 3/5

How to get this book

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s