Blinkist: Digest Premium-nya Nonfiksi


Berhubung saya lagi “menjajal” empat buku nonfiksi yang semuanya lumayan tebal dan bisa memakan waktu lama sampai saya bisa menulis review buku lagi, saya coba bahas tentang Blinkist. Itu lho, aplikasi yang biasa dipakai orang untuk membaca ringkasan buku-buku nonfiksi ternama di dunia. Biografi ada, self-help dan motivasi ada, teknologi ada, sains juga ada. Seperti apa aplikasi ini, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebiasaan kita membaca, khususnya buat penggemar buku nonfiksi?

Apa itu Blinkist?

Blinkist adalah aplikasi besutan sebuah organisasi asal Berlin, Jerman, bernama Blinks Lab GmbH. Di sinilah wadah di mana mereka membuat rangkuman buku nonfiksi ternama di dunia, dan membagikannya kepada para pengguna layanan mereka. Dari sebuah buku nonfiksi yang sedianya butuh waktu berjam-jam (atau nyatanya, berhari-hari, karena pembacanya sibuk kerja atau sibuk dengan hal lainnya), dibuatkanlah sebuah ringkasan yang cukup diselesaikan dalam waktu 10-15 menit saja!

Screen Shot 2016-04-10 at 19.01.31

 

Dengan berbagai variasi tagline yang begitu memikat buat para pecinta buku nonfiksi…

  1. You were born curious. Start learning and reading faster now!
  2. Never stop learning.
  3. A smarter you in 15 minutes.
  4. Learn wherever you go.
  5. So little time, so many books.
  6. Read more in less time.

…Blinkist pun jadi amat dicintai sasaran layanan mereka, meskipun layanannya tidak gratis. Terbukti dengan keberhasilan mereka meraih tempat di jajaran Best App in Apple AppStore of 2014. Hingga kini pun, Blinkist masih jadi bahan pembicaraan di kalangan pembaca buku nonfiksi.

Sudah cukup memberi gambaran, bukan?

Tahu Blinkist dari mana?

Saya diberitahu teman lain yang juga penggemar buku nonfiksi.

Bagaimana caranya kalau mau ikutan layanannya Blinkist?

Layanan Blinkist bisa diikuti dengan mendaftarkan alamat e-mail saja. Setelah itu, kalian akan mendapatkan masa promo gratis selama 3 hari. Jadi selama tiga hari itu, kalian bakal bisa mengakses seluruh fitur layanan yang ada, seperti:

  1. Mengakses buku yang ditandai secara luring (offline).
  2. Melakukan sinkronisasi dengan akun Amazon Kindle: Alias buku yang resumenya sudah dibaca bisa masuk ke dan dibaca dari sana.

Dengan kata lain, selama tiga hari itu, kalian bakal merasakan layanan setara Blinkist Premium, yang dibanderol USD 80 per tahun.

Selepas tiga hari, kalau kalian tidak melakukan pembayaran, maka layanan bakal diturunderajatkan jadi layanan gratis (setara Blinkist Free). Seluruh buku yang sudah kalian tandai dan baca bakal dihapus, dan sebagai gantinya, kalian hanya dapat menikmati rangkuman satu buku nonfiksi yang sudah ditentukan per harinya.

Kalau saya mau langganan Blinkist Plus atau Premium, bagaimana caranya ya?

Tinggal lakukan pembayaran. Ini skema pembayarannya, menurut website resmi Blinkist.

Kalau kalian bertanya-tanya soal harganya dalam rupiah: Dengan kurs saat tulisan ini dibuat, harga layanan Blinkist Plus adalah sekitar Rp 660 ribu per tahun, dan layanan Blinkist Premium adalah sekitar Rp 1,05 juta per tahun. Ada juga layanan bulanan, seharga USD 5 alias sekitar Rp 66.000 per bulan (jatuhnya lebih mahal, sudah saya hitung).

Ada juga garansi 30 hari uang kembali kalau ada keluhan.

Screen Shot 2016-04-10 at 19.00.30

Mahal juga ya. Kalau begitu saya ikutan layanan gratisnya saja.

Silakan. Memang manfaat yang kalian dapat dari Blinkist Free tidak terlalu banyak. Tapi tenang, kalian tetap bisa memanfaatkan Blinkist Free semaksimal mungkin. Nanti saya jelaskan caranya.

Bagaimana cara mendapatkan aplikasi Blinkist di smartphone saya?

Kelebihan Blinkist

Bagi saya, Blinkist adalah tempat yang cocok kalau kalian mengalami masalah-masalah berikut seputar buku nonfiksi.

  1. Harga: Kalian diwajibkan, disuruh, atau diminta membaca buku nonfiksi tebal yang kalau dibeli secara fisik, harganya bisa berdampak serius terhadap kantong kalian.
  2. Waktu: Barangkali tidak, kalian tidak ada masalah dengan urusan kantong. Tapi tetap saja… Disuruh bacanya dalam tiga hari, padahal tebal bukunya……. Dan di siang hari, kalian masih harus melakukan segunung hal lainnya di luar membaca buku itu.
  3. Ketersediaan: Ada buku yang kalian incar. Dana sudah ada, tapi bukunya tidak dijual di Indonesia. Mau tidak mau harus beli dari luar negeri, dan menunggunya bisa sampai lama. Atau, mau beli pakai aplikasi baca buku digital? Eh, ternyata buku itu belum punya versi digital!
  4. Lingkungan: Kasus ini mungkin lebih jarang ditemui, tapi saya bisa jadi keliru. Jadi, bisa saja kalian dikelilingi orang-orang yang gemar membaca dan tahu banyak soal buku nonfiksi dari para penulis terkenal. Masalahnya: Orang-orang itu adalah atasan kalian, yang lebih suka kalau anak buahnya memiliki pengetahuan cukup baik soal buku nonfiksi. Dan kalian, di saat itu, tidak tahu apa-apa soal buku nonfiksi, karena selama ini hanya hobi baca komik atau novel.

Kalau diimplementasikan ke kehidupan sehari-hari, kira-kira inilah tiga tipikal kasus yang bisa “diselesaikan” dengan menggunakan Blinkist:

  1. Mahasiswa atau karyawan yang diberi tugas membaca suatu buku nonfiksi dalam tenggat waktu yang pendek.
  2. Siapapun yang perlu membaca suatu buku nonfiksi dan harus menangkap intisari buku tersebut dalam waktu singkat.
  3. Siapapun yang wawasannya soal buku nonfiksi masih minim dan harus “kejar-paket” untuk memperbarui pengetahuannya dengan cepat.

Di luar tiga kasus itu, barangkali Blinkist (baca: Layanan berbayarnya) kurang berguna.

Kelemahan Blinkist

Setelah kalian menyimak kelebihan-kelebihan Blinkist di atas, beberapa orang mungkin lantas sinis:

Waduh, kalau waktu membacanya dipotong dari 10 jam jadi 15 menit, kenikmatan membacanya hilang dong?

Atau:

Saya tidak yakin apakah hasil rangkuman Blinkist itu bakal sama dengan buku aslinya.

Kalau kita balik lagi ke persoalan “kasus seperti apa saja yang bisa diselesaikan dengan Blinkist”, inilah komentar saya

  1. Kenikmatan membaca memang berkurang, karena yang kita baca adalah “secondary source”. Tapi pertimbangkan mana yang lebih penting dalam membaca buku nonfiksi, atau apa yang sebetulnya jadi tujuan awal kalian membaca buku nonfiksi tersebut: Hasil yang kalian dapat, atau kenikmatan membaca?
  2. Saya belum pernah membandingkan langsung antara buku asli dengan rangkuman Blinkist. Tetapi yang pernah saya bandingkan langsung adalah antara rangkuman Blinkist dengan resensi buku yang pernah dibuat orang lain. Buku yang saya maksud, jika kalian bertanya-tanya, adalah Battle Hymn of Tiger Mother, karya Amy Chua. Hasilnya: Keduanya memberikan gambaran yang sama, setidaknya menurut saya.

Kalau komentar saya kurang memuaskan, maka saya bisa simpulkan bahwa Blinkist tidak cocok buat kalian.

 

Cara memaksimalkan layanan Blinkist Free

Buat yang masih bertahan, ini dia tips memaksimalkan layanan Blinkist Free.

Mungkin buat banyak orang, termasuk saya, biaya langganan Blinkist Premium (Premium ya, bukan Plus), tidak bisa dibilang murah. Belum lagi tidak semua buku sanggup dilahap dengan begitu cepat. Jadi bisa saja, kita memutuskan untuk menggunakan layanan Free saja dulu.

Nah, jika kalian memutuskan untuk bertahan di Free saja, inilah tips supaya kalian tetap bisa maksimal menikmati layanan Blinkist.

  1. Jangan lupa langganan newsletter Blinkist via e-mail.
  2. Setiap hari Jumat malam, kalian bakal menerima e-mail dari Emily Blinkist, yang berisi daftar buku yang bisa kalian baca dengan gratis selama seminggu ke depan.
  3. Cek buku mana saja yang kalian minati.
  4. Pasang reminder untuk mengingatkan agar kalian bisa membuka aplikasi Blinkist di tanggal yang cocok.
  5. Jam untuk membaca dalam sehari bebas, selama antara pukul 00.00 hingga pukul 23.59 waktu setempat, di tanggal yang cocok (ingat, waktu di kota kalian. Bukan waktu di Berlin!).

Bonus dari saya: Ini saya berikan contekan daftar buku gratis untuk tanggal 11 hingga 15 April mendatang. Siapa tahu kalian berminat!

Screen Shot 2016-04-10 at 20.41.59

Ah, layar komputer saya agak kecil. Ini saya tampilkan tulisan selengkapnya.
Saturday, April 9
Losing The Signal: The Untold Story Behind the Extraordinary Rise and Spectacular Fall of BlackBerry (Jacquie McNish & Sean Silcoff)
Sunday, April 10
The Economy of You: Discover Your Inner Entrepreneur and Recession-Proof Your Life (Kimberly Palmer)
Monday, April 11
The Secrets to Writing a Successful Business Plan: A Pro Shares a Step-by-Step Guide to Creating a Plan That Gets Results (Hal Shelton)
Tuesday, April 12
Come as You Are: The Surprising New Science That Will Transform Your Sex Life (Emily Nagoski)
Wednesday, April 13
Present Shock: When Everything Happens Now (Douglas Rushkoff)
Thursday, April 14
Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln (Doris Kearns Goodwin)
Friday, April 15
Oxygen: The Molecule That Made the World (Nick Lane)

 

Pernah punya pengalaman baca-baca dengan Blinkist?

Oh, tentu saja. Makanya saya bisa setengah promosi di sini.

Saya pernah membaca beberapa resume buku dengan Blinkist, misalnya Battle Hymn of Tiger Mother, Outliers, Bad Pharma, David and Goliath, Losing the Signal – The Untold Story Behind the Extraordinary Rise and Spectacular Fall of Blackberry, dan Genba Kaizen. Bisa di-googling semua, buku-buku itu karya siapa saja. Yang pasti saya yakin buku-buku tersebut semuanya buku nonfiksi yang terkenal di bidangnya masing-masing. Memang seru bisa mengambil intisari sebuah buku hanya dengan membaca hasil rangkuman kru Blinkist selama 15 menit. Saya tidak lagi memikirkan soal kenikmatan membaca, karena toh esensi nonfiksi, buat saya, sebagian terletak pada intisari buku yang harus dipetik setelah bukunya selesai dibaca.

Kalau kalian penasaran, intinya, daftar saja dulu dan jajal semua fiturnya dalam tiga hari yang diberikan.

 

Artikel menarik lainnya tentang Blinkist yang bisa kalian jajal, kalau masih ragu juga

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s