Setengah Dekade #HUT5BBI


Ulang tahun yang kelima.

Biasanya, ketika kita merayakannya, kita sudah bisa membaca. Setidaknya, kalau belum lancar pun, sudah bisa sedikit-sedikit.

5

Setidaknya, sudah bisa membaca satu huruf demi satu huruf. Senangnya membaca ketika itu. Apapun rasanya ingin dibaca. Buku anak-anak. Buku milik kakak. Surat kabar milik ayah. Dan sebagainya.

Ketika perlahan kemampuan membaca kita bertambah seiring usia, kita mulai sanggup membaca satu kalimat. Kemudian satu paragraf. Satu halaman pendek. Satu artikel surat kabar. Lalu satu bundel berisi beberapa halaman. Dan lalu satu buku.

Dan kemudian, entah berapa banyak buku lagi.

Sampai suatu ketika. Kita sudah begitu terbiasa membaca. Sampai-sampai, apa yang kita baca sudah berbaur membangun benang kusut tak berkesudahan di otak kita. Melulu fokus pada keseriusan, sehingga terkadang kita merasa apa yang kita baca itu tidak terlalu penting. Bermutu atau tidak, tak masalah. Benar atau salah, urusan nanti.

Dan entah mengapa, karenanya, buat sebagian orang, membaca yang tadinya merupakan aktivitas menyenangkan, dalam hanya sekian tahun, berubah jadi aktivitas yang memicu kantuk dan lelah.

Ketika semua harus selesai serba cepat, dan tuntutan hidup kita mengharuskan kita mencurahkan perhatian serta energi pada suatu titik, terkadang kita hanya membaca apa  yang jadi fokus kita. Tidak lagi membiarkan otak kita merasakan kenikmatan seperti anak kecil yang baru belajar membaca dan punya rasa ingin tahu begitu besar.

Kita membiarkan arus tuntutan serba cepat menguasai kebiasaan membaca kita. Artikel demi artikel yang hanya mengutamakan kecepatan namun kadang mengabaikan akurasi, kerap berseliweran di depan mata. Dan kita terkadang tak mampu memilahnya.

Kita membiarkan kelelahan kita menguasai dan menerkam rasa penasaran dan keinginan membaca kita sendiri.

Buku yang bisa mencerahkan. Buku yang menguatkan prinsip. Buku yang menguras emosi. Buku yang membuka cakrawala. Ada begitu banyak.

Tapi masih sanggupkah kita membacanya? Niatkah kita membacanya? Masih cukup ingin tahukah kita untuk membacanya?

Andaikan kita bisa mengembalikan semangat membaca kita seperti anak yang berumur lima tahun.

Andaikata rasa ingin tahu kita masih sebelia anak yang baru keluar dari usia balita.

Selamat ulang tahun, Blog Buku Indonesia.* Kaulah cerminan anak yang sedang hangat-hangatnya belajar membaca. Semoga semangat itu menular ke sepenjuru jagat aksara.

 

Logo BBI

[triskaidekaman – exploreadme.wordpress.com – BBI 1603340]

 

*meskipun lumayan terlambat.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s