Right Hand, Left Hand (Chris McManus, 2002)


Identitas Buku

righthandlefthandJudul: Right Hand, Left Hand: The Origins of Asymmetry in Brains, Bodies, Atoms and Cultures
Penulis: Chris McManus
Penerbit: Harvard University Press
Genre: Nonfiction, Science, Psikologi
Bahasa: Inggris
Terbit: March 14, 2002
Tebal: 460 halaman
Cover: Hardcover/Paperback
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm
ISBN-13: 978-067-400-953-0

 

Sinopsis Official

A labor of love and enthusiasm as well as deep scientific knowledge, Right Hand, Left Hand takes the reader on a trip through history, around the world, and into the cosmos, to explore the place of handedness in nature and culture. Chris McManus considers evidence from anthropology, particle physics, the history of medicine, and the notebooks of Leonardo to answer questions like:

  • Why are most people right-handed?
  • Are left-handed people cognitively different from right-handers?
  • Why is the heart almost always on the left side of the body?
  • Why does European writing go from left to right, while Arabic and Hebrew go from right to left?
  • Why do tornadoes spin counter-clockwise in the northern hemisphere and clockwise in the southern hemisphere?
  • And how do we know that Jack the Ripper was left-handed?

McManus reminds readers that distinctions between right and left have been profoundly meaningful–imbued with moral and religious meaning–in societies throughout history, and suggests that our preoccupation with laterality may originate in our asymmetric bodies, which emerged from 550 million years of asymmetric vertebrate evolution, and may even be linked to the asymmetric structure of matter. With speculations embedded in science, Right Hand, Left Hand offers entertainment and new insight to scientists and general readers alike.

Tinjauan Buku

Pernahkah kalian penasaran dengan pilihan tangan yang banyak dipakai oleh manusia: Mengapa tangan kanan dan bukan kiri? Lalu, pernahkah kalian penasaran dengan kejadian yang mendasari “terbentuknya” manusia kidal? Dan pernahkah kalian penasaran dengan fakta dan mitos seputar kiri dan kanan dalam kehidupan kita sehari-hari?

Jika kalian pernah, atau bahkan sering, penasaran dengan jawaban pertanyaan-pertanyaan tadi, … DAN kalian benar-benar ingin tahu tinjauan sains, psikologis, dan sosiologis-antropologis di balik itu semua, artinya kalian perlu membaca buku ini.

Kalau dilihat-lihat sinopsisnya, persoalan yang diulas dalam buku ini terkesan sepele: Urusan kiri dan kanan dalam kehidupan sehari-hari. Memang sich, judulnya “Right Hand, Left Hand”. Tapi kalau disimak isinya, buku ini tidak cuma membicarakan tangan. Melainkan benar-benar urusan kiri dan kanan dalam berbagai hal di kehidupan kita.

Bab-bab awal buku ini kental membahas sejarah dan sains. Sains di sini: Neurologi, embriologi, dan biologi; secara spesifiknya. Bab pertama langsung menghadapkan kita ke masalah kaitan “tangan pilihan” dan posisi jantung. Kemudian, dalam lima bab berikutnya, kita bakal dibawa “mengelilingi” masa lalu dan disuguhi uraian soal dunia sains untuk menilik urusan kiri dan kanan ini. Di sini dijelaskan mengapa terjemahan left dalam berbagai bahasa selalu diidentikkan dengan hal buruk, sementara terjemahan right justru selalu bernada baik. Dari aspek sains, terungkap bahwa ternyata asam amino penyusun tubuh manusia itu nyaris semuanya memiliki struktur L (atau identik dengan “kiri”), dan gula penyusun tubuh manusia juga semuanya memiliki struktur D (atau identik dengan “kanan”). Ternyata lagi, susunan asam amino demikian itu berasal dari meteorit yang menabrak bumi, jutaan tahun yang lalu. Dan ternyata pula, ada gen yang memang mengatur peluang seseorang menjadi kidal atau tidak.

Bab-bab awal ini, tampaknya agak sulit dinikmati dengan cepat. Buat saya, bab lima adalah bab yang paling berpotensi kuat untuk membuat orang-orang yang alergi dengan bacaan sains terkapar. Karena bahasannya sungguh berat dan sangat ilmiah. Tapi saya justru merasakan bahwa enam bab pertama buku ini berhasil merangkum keajaiban fenomena lateralisasi anggota tubuh manusia dari aspek sejarah dan sains, yang menurut saya juga, sudah tepat untuk memulai buku ini.

Setelah bab-bab awal yang penuh bahasan ilmiah dengan istilah-istilah yang ribet, kita akan memasuki bab tujuh, yang mulai membahas fenomena manusia dan “tangan pilihannya”. Di sini juga dibicarakan soal populasi manusia yang dominan menggunakan tangan kanan dan kiri; cross-lateral – orang-orang yang memilih sisi kanan untuk aktivitas tertentu, tapi memilih sisi kiri untuk aktivitas lain; dan penjelasan tentang benarkah tangan pilihan bisa dilatih (dan anehnya, ternyata bisa).

Bab delapan kembali membahas tentang neurologi. Pernah memperhatikan gejala stroke dan kesulitan berbicara? Apakah stroke pada sisi tertentu dapat mengakibatkan kesulitan bicara? Nah, pertanyaan itu akan dijawab di bab ini. Selain itu juga ada efek-efek stroke lainnya, sesuai daerah dari otak yang terkena. Warna berganti lagi di bab sembilan, yang lebih banyak mengulas perihal sosiologi: Soal “adu kekuatan” antara faktor genetik dan faktor sosial dalam menentukan kebiasaan orang kidal. Bahkan, Prof McManus membuatkan simulasi sosial di sini, yang ternyata sungguh menarik.

Sementara bab sepuluh, kembali membahas topik yang lebih ringan, yaitu soal kehidupan sosial dan dampaknya buat orang kidal. Bab ini, bisa dibilang paling menarik di antara seluruh bab tematik di buku ini. Bagaimana orang kidal bisa sukses di bidang olahraga, mengalami kesulitan posisi di orkestra musik, hingga di urusan jalan raya? Ternyata, semua pertanyaan itu dijawab dengan lugas dan berargumen tepat, oleh Prof McManus. Uniknya juga, bab ini pun tak lupa membahas aspek sosiologi dari teori penyebab mengapa sebagian besar manusia menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan: “Untuk melindungi jantung”. Lho? Nah, coba dibaca sendiri ya…

Bab 12 dan 13 lebih ringan lagi. Bab-bab ini lebih kurang memuat trivia, mitos, dan fakta soal kekidalan seseorang atau suatu komunitas. Ada beberapa di antaranya yang justru kita yakini juga selama ini (dan sayangnya, salah!), namun ada juga yang konyol dan tidak masuk akal. Mulai dari soal Einstein kidal atau tidak, hingga soal presiden Amerika Serikat yang memang beberapa dekade belakangan ini banyak yang kidal (saat buku ini terbit, presidennya masih Clinton, belum Obama seperti sekarang. Tapi tidak ada bedanya, mereka berdua toh kidal semua).

Dan jangan kaget bahwa banyak mitos seputar otak manusia dan kaitannya dengan sifat kidal, adalah keliru. Misalnya, soal aktivitas otak. Ternyata mitos bahwa manusia hanya menggunakan 10% kapasitas otak pada suatu waktu, tidak benar: Nyaris seluruh bagian otak manusia dipakai secara aktif di setiap waktu. Juga soal mitos bahwa orang kidal umurnya pendek, orang kidal lebih kreatif dan pintar, serta orang kidal lebih gampang kena penyakit autoimun: Semuanya salah! Dan… Tentu masih banyak ulasan trivia lain yang tak kalah serunya.

Buku ditutup dengan bab 14 yang justru mengulas simetri, dan bab 15 yang menjadi penutup dengan memuat sejumlah kesimpulan dari uraian-uraian sains Prof McManus dalam bab-bab sebelumnya.

Di luar uraian per bab yang sudah saya bahas, Prof McManus berhasil menguraikan masalah kiri dan kanan ini dengan begitu dalam. Cukup banyak yang dibahas, tapi cukup dalam pula semuanya. Saya menuntaskan buku ini dengan pikiran tidak lagi terbebani oleh pertanyaan tak terjawab. Selain itu, saya sampai berkali-kali dibuat terkagum-kagum dengan kedalaman Prof McManus dalam mengulas semuanya sampai ke tetek bengek terdalam, hingga menembus tulang-tulangnya. Bahkan – aneh tapi nyata – hal-hal kecil semacam detail perubahan arah lalu lintas di Timor Leste, represi sosial buat tangan kiri di Toraja, stigma kidal di film Gattaca (1997), dan cara menulis Paul McCartney yang unik, pun dibahas tuntas sebagai pengiring uraian per bab dengan serasi.

Mungkin karena nyaris semua buku neurologi yang pernah saya baca itu bikin ngantuk dan tidak enak disimak, dan buku ini menawarkan gaya penulisan yang berbeda; maka saya sangat menyukai buku ini. Benar-benar tidak rugi membelinya. Buat penikmat sains, psikologi, biologi, dan sejumlah cabang ilmu pengetahuan alam lainnya; buku ini bakal menarik sekali buat dinikmati. Tapi kalau tidak suka, barangkali buku ini kurang cocok buat kalian.

Miscellaneous & Ratings

5-star

How to get this book

Advertisements

3 thoughts on “Right Hand, Left Hand (Chris McManus, 2002)

  1. Menarik, nih. Aku juga sering mikir, sih, kenapa “kiri” itu sering diasosiasikan dengan hal yang negatif atau dianggap tidak normal. Pasti karena orang kebanyakan pakai tangan kanan, sih, ya. Oya, temenku juga ada yang kalau makan pakai tangan kiri tapi aktivitas lain dia pakai tangan kanan.

    Liked by 1 person

    • Iya sih, perihal sosial itu rasanya karena masalah mayoritas dan minoritas. Buku ini juga ngomongin sisi biologisnya sih, jadi -bisa dibilang- komplet deh pokoknya.

      Hmmm… manusia memang macem2, ada yg prefer tangan A utk aktivitas X, tapi di aktivitas lain pake tangan B. Begitulah :))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s