My Blurbs Episode 1: And The Blurbs Began…


Catatan:

My Blurbs adalah tempat di mana saya akan share review tentang buku nonfiksi yang pernah saya baca, tetapi entah karena memang tak bisa direview panjang, karena bukunya sudah hilang, karena sudah terlalu lama, atau karena saya tidak terlalu setuju dengan isinya; maka hanya saya tampilkan dalam bentuk review pendek. Satu episode My Blurbs akan memuat tiga buku non-fiksi, dari berbagai subgenre. Dan buku-buku yang saya bahas di sini pun, akan saya masukkan ke dalam indeks.

Di My Blurbs edisi perdana ini, saya akan menyajikan tiga buku. Buku pertama mengulas riwayat singkat Blackberry dan Research in Motion. Buku kedua disajikan khusus buat penggemar teka-teki matematika. Dan buku ketiga adalah biografi salah satu musisi ternama Indonesia yang masa akhir hidupnya diwarnai derita dan duka menghadapi kanker.

Selamat menikmati!

losingthesignal mathjamboreebolt lastwordschrisye

1×01

Losing the Signal: The Untold Story Behind the Extraordinary Rise and Spectacular Fall of Blackberry (Jacquie McNish, Sean Silcoff, 2015)

Business & Finance/Science/Biography, Flatiron Books, Kindle version, 288 pages, May 26 2015, English

Winner of Financial Times and McKinsey Business Book of the Year for Shortlist 2016

losingthesignal

Perjalanan dari melejit hingga jatuh bebasnya Blackberry, disampaikan dalam bentuk cerita yang menarik dalam buku ini. Bagaimana Mike Lazaridis, seorang insinyur visioner yang kreatif, menjalani hubungan bisnisnya dengan Jim Balsillie, yang seorang lulusan Harvard Business School, dalam mewujudkan perusahaan dengan mitra korporat yang melejit sangat cepat di awal dekade 2000-an. Perbedaan visi keduanya justru bisa disatupadukan dengan kompak. Bahkan, dikisahkan mereka sempat “mengadali” Nokia dan berhasil mengukuhkan posisi di dunia komunikasi korporat karenanya. Namun, Blackberry harus menelan kepahitan lantaran lamban bereaksi terhadap gempuran dua raksasa komunikasi yang hingga saat ini masih menjadi raja: Apple dan Google. “Kekeliruan” di bidang pencatatan keuangan perusahaan, perbedaan radikal antara Lazaridis dan Balsillie yang (akhirnya) mencapai klimaks, sampai masalah keterburu-buruan, semuanya berkolaborasi dalam kontribusi atas kejatuhan Blackberry di akhir dekade 2000-an. Memang masa sukses mereka singkat. Namun banyak hal yang bisa dipelajari dari sini, terutama bagi para pengembang startup yang masih berjuang. Keunikan dan ciri memang diperlukan untuk maju, namun kreativitas dan dinamika harus terus diasah.

4-star

1×02

A Mathematical Jamboree (Brian Bolt, 1995)

Popular Science, Cambridge University Press, Paperback, 112 pages, November 24 1995, English

mathjamboreebolt

Saya membaca buku ini dalam versi terjemahan Indonesia, yang terbit tak lama sesudah versi bahasa Inggrisnya dirilis. Buku ini memuat 114 puzzle matematika populer yang, bisa dikatakan, mencakup berbagai tingkat kesulitan. Mulai dari sekadar permainan korek api yang tampak remeh namun membuat kita perlu memutar otak, sampai urusan mencari variasi jalan pulang dan variasi proses skor sepakbola. Mulai dari perkara membagi buah-buahan, hingga yang rumit semacam mencari pola perkalian tertentu. Dan… Jangan khawatir karena semua puzzle ini ada kunci jawaban dan bahasannya di bagian belakang. Jadi, kita bisa menjajal setiap pertanyaan dahulu, baru mengecek jawaban kita itu benar atau salah. Buat yang suka matematika sederhana dan tidak mau ribet-ribet sampai harus memikirkan number theories, kalkulus, dan semacamnya; buku ini bisa jadi teman membunuh waktu yang asyik.

4.5-star

 

1×03

The Last Words of Chrisye (Alberthiene Endah, 2010)

Biography, Gramedia Pustaka Utama, Paperback, 405 pages, 2010, Bahasa Indonesia

lastwordschrisye

Buku ini sebetulnya adalah semacam suplemen dari Memoir Musik Chrisye yang terbit di sekitar awal tahun 2007. Ketika Alberthiene Endah mengumpulkan materi untuk penyusunan biografi inilah, suasana di balik penderitaan kanker paru yang dialami penyanyi senior Indonesia bernama asli Chrismansyah Rahadi (1949-2007) ini pun terekam. Namun karena temanya lebih banyak berkaitan dengan 5 Stages of Grief, Alberthiene memutuskan untuk memisahkan pengalaman akan suasana tersebut ke dalam buku ini. Bisa disimak bahwa ternyata orang yang terlihat paling tangguh pun, mungkin sebetulnya adalah individu yang rapuh, dan bahwa seberapa hebatnya orang pun, akan bisa kalah melawan penyakit mematikan dan hadangan maut. Namun, tidak hanya kepahitan yang diumbar di buku ini. Coba simak juga bagaimana sisi lain Chrisye dalam memandang masa kecilnya, memandang pertikaiannya dengan sesama musisi, hingga memandang zodiak. Cukup mengesankan. Secara umum, saya anggap buku ini bisa dianggap sebagai salah satu referensi yang menarik untuk refleksi dan menyimak kembali makna kehidupan yang sebenarnya, agar kita jadi lebih menghargai hidup.

4-star

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s