Waktu Gramediana (akhirnya) Merger dengan SCOOP…


Sebagai pembaca yang pernah terpaksa beralih ke e-book karena sesuatu, dulu saya punya akun di SCOOP, juga punya akun di Gramediana. Di tahun 2014, keduanya merupakan layanan toko e-book yang punya keunikan masing-masing. SCOOP, yang lebih dikenal karena koleksi majalahnya yang komplit, saya kenali terlebih dahulu. Tak lama kemudian, saya pun mengenal Gramediana, “anak” Gramedia yang mengurusi penjualan e-book dan menaungi perihal kepenulisan independen.

scoop          gramediana

Kemudian, saya pun, teratur tapi pasti, memanfaatkan layanan dari keduanya dengan nikmat. SCOOP memikat dengan sistem poinnya yang terkadang bisa saya manfaatkan untuk beli e-book gratis (saya sudah 2-3 kali beli e-book gratis karena poin itu), sementara Gramediana yang lumayan sering bekerja sama dengan Mandiri e-cash juga mampu mewadahi aspirasi kepenulisan nonfiksi saya. Saya bahkan sempat menerbitkan buku self-publishing sebanyak dua kali di sana.

Hingga kemudian saya lihat, bahwa SCOOP dan Gramediana menuju ke arah yang berbeda. SCOOP makin melebarkan sayap dengan memperkenalkan fasilitas buku pelajaran sekolah gratis, SCOOP Premium Subscription, dan baru-baru ini SCOOP Voucher. Sementara Gramediana malah melempem, baik di urusan penjualan e-book maupun kepenulisan independennya.

Dan suatu hari, mereka pun mengumumkan merger. Semua akun Gramediana akan dialihkan menjadi akun SCOOP.

Saya baru ingat bahwa akun Gramediana saya dan akun SCOOP saya menggunakan e-mail yang TIDAK SAMA. Sebetulnya, tadinya sama. Tapi saya baru ingat. Beberapa bulan yang lalu, dengan isengnya, saya baru mengubah alamat e-mail untuk akun Gramediana saya. Alhasil, JEDER! Saya jadi punya dua akun SCOOP! Satunya akun yang asli, dan satunya lagi akun hasil migrasi dari Gramediana itu.

Punya dua akun SCOOP itu tidak ada gunanya. Kalau mau punya akun SCOOP, cukup satu. Kenapa? Karena kalau punya dua akun, nanti kita harus log-out dan log-in bergantian untuk membaca buku yang berlokasi di akun berbeda. Apa tidak repot? Ya sudah pastilah repot!

Gara-gara saya tiba-tiba punya dua akun SCOOP, saya pun terpikirkan ide untuk mencoba minta merger account. Saya memberanikan diri menjajal Customer Service Chat yang ada di kanan bawah layar. Karena tulisannya “zopim”, saya mengira ini serupa dengan layanan Chat di website Berrykitchen. Ternyata… Layanan yang disajikan SCOOP ditujukan untuk mengirimkan e-mail kepada customer service-nya.

Langsung saja saya menanyakan cara untuk merger account. Dan saya pun dapat balasan bahwa e-mail akan dibalas dalam waktu kurang dari 24 jam. Benar, mereka muncul dengan tanggapannya dalam hanya beberapa jam ke depan. Hebatnya, customer service ini cukup cerdas dan dengan sigap mengetahui di mana letak permasalahan saya tanpa saya harus panjang lebar menjelaskan. Atau mungkin karena info yang saya sampaikan sudah lumayan komplit, jadi mereka bisa bergerak lebih cepat. Saat itu, saya menginformasikan username (alamat e-mail yang dipakai untuk mendaftar akun SCOOP) dan konten di kedua akun SCOOP saya, lengkap dengan informasi poinnya.

Sebelum mereka benar-benar melakukan merger account, saya diminta untuk mengonfirmasi apakah tindakan yang akan mereka lakukan itu benar. Jadi mereka berencana memindahkan seluruh konten di akun 2 (migrasi Gramediana) ke dalam akun 1 (akun SCOOP asli saya). Dan benar, tindakan yang mereka rencanakan sesuai keinginan saya. Langkah berikutnya, mereka meminta saya untuk mengirimkan e-mail dari kedua alamat e-mail yang tercatat, untuk meyakinkan SCOOP bahwa kedua e-mail tersebut memang milik saya.

Dan berhasil! Setelah mereka menginformasikan bahwa kedua akun saya sudah dimerger, saya cek dan saya menemukan bahwa kumpulan buku yang pernah saya beli dari Gramediana sudah dipindah ke dalam akun SCOOP. Juga seluruh poin SCOOP yang saya dapat dari hasil migrasi saldo Gramediana, sudah berpindah ke akun SCOOP asli.

Setelah permintaan saya diproses, SCOOP mengirimkan e-mail lagi ke saya dan meminta saya mengonfirmasi apakah keinginan saya sudah terpenuhi. Gara-gara lupa membalas e-mail ini, saya pun dikejar lagi oleh SCOOP keesokan harinya dan ditagih feedback-nya! Luar biasa sekali mereka ini, benar-benar ingin tahu bagaimana kepuasan penggunanya ya. Dan saya pun mengonfirmasi bahwa proses yang mereka bantu sudah sesuai keinginan saya.

Kesimpulan dari postingan saya ini adalah…

  1. SCOOP memiliki layanan customer service yang sudah cukup baik. Saya baru pertama kali ini menggunakan layanan tersebut dan cukup puas.
  2. Untuk meminta bantuan customer service SCOOP, mudah sekali caranya. Kalian cukup mengklik boks kecil di kanan bawah layar – hanya dari versi web.

Itu pengalaman pertama saya dalam menghubungi customer service SCOOP. Bagaimana pengalaman kalian dalam menggunakan layanan customer service SCOOP? Bisa ditanggapi di kolom komentar ya, terima kasih banyak 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s