On The Move: A Life (Oliver Sacks, 2015)


Identitas Buku

on the move a life

Title: On The Move: A Life
Author: Oliver Sacks
Publisher: Knopf
Genre: Autobiography, Memoir, Science, Medicine
Publication date: April 28, 2015
Cover: Hardcover
Pages: 397 pages
Language: English
Dimensions: 5.8 x 1.5 x 8.5 inches
ISBN-13: 978-038-535-254-3

 

Sinopsis Official

When Oliver Sacks was twelve years old, a perceptive schoolmaster wrote in his report: “Sacks will go far, if he does not go too far.” It is now abundantly clear that Sacks has never stopped going. From its opening pages on his youthful obsession with motorcycles and speed, On the Move is infused with his restless energy. As he recounts his experiences as a young neurologist in the early 1960s, first in California, where he struggled with drug addiction, and then in New York, where he discovered a long-forgotten illness in the back wards of a chronic hospital, we see how his engagement with patients comes to define his life.

With unbridled honesty and humor, Sacks shows us that the same energy that drives his physical passions—weight lifting and swimming—also drives his cerebral passions. He writes about his love affairs, both romantic and intellectual; his guilt over leaving his family to come to America; his bond with his schizophrenic brother; and the writers and scientists—Thom Gunn, A. R. Luria, W. H. Auden, Gerald M. Edelman, Francis Crick—who influenced him. On the Move is the story of a brilliantly unconventional physician and writer—and of the man who has illuminated the many ways that the brain makes us human.

Resensi

Saat ia wafat di pertengahan 2015, barangkali sebagian orang mengingat Oliver Sacks sebagai dokter eksentrik yang kerap menulis buku tentang pengalaman pasien-pasien saraf yang unik-unik dan bagaimana pendekatan yang ia lakukan. Atau orang malah lebih mengingat potongan kisah hidup Sacks yang difilmkan (dan difiksionalisasi sedikit), dengan judul film Awakenings (1990) yang dibintangi Robert DeNiro dan Robin Williams. Lewat autobiografi ini, Sacks memperkenalkan dirinya: Agar kita punya gambaran seutuhnya tentang dokter yang masih cukup populer hingga sekarang ini.

Oliver Sacks, yang secara profesionalnya adalah dokter ahli neurologi asal Inggris, menerbitkan autobiografi yang kedua ini di usia 82 tahun, dan ironisnya buku tersebut terbit hanya beberapa bulan sebelum ia tutup usia. Autobiografi pertamanya yang berjudul Uncle Tungsten terbit di tahun 2001. Adapun, Sacks meninggal dunia karena metastasis melanoma uvea (tumor mata) yang sudah dideritanya selama sekian tahun.

Sacks mengangkat beberapa unsur penting di buku ini. Saya menangkap ada lima kategori di sini: Ketertarikannya dengan neurologi, orientasi seksualnya, kenekatannya (baik dalam menulis maupun melawan orang lain), empatinya yang unik terhadap pasien, dan minatnya terhadap penjelajahan alias traveling.

Di buku ini, sama autobiografi pada umumnya, Sacks menceritakan kisah hidupnya secara runut dengan titik berat pada pilihan-pilihan yang pernah ia ambil pada beberapa masa dalam hidupnya yang dimulai di tahun 1933. Seperti misalnya, mengapa ia memilih meninggalkan kesukaannya terhadap sepeda motor meskipun ia amat cinta, mengapa ia memilih jujur kepada orang tuanya soal orientasi seksualnya, hingga soal mengapa ia memilih neurologi sebagai bidang spesialisasinya setelah ia lulus pendidikan dokter di tahun 1958. Bahwa ia tertarik pada cara kerja otak manusia, dan bahwa sebelum-sebelumnya ia tak pernah mengakui homoseksualitasnya di hadapan publik, pun ia jelaskan dengan baik di bagian ini.

Kemudian, kita memasuki bagian di mana Sacks mengisahkan masa-masa ketika ia menjadi korban kecanduan amfetamin sembari menjalankan praktik medis. Kebayang? Bagaimanakah obat induk ekstasi itu sempat merusak karirnya dan membuat ia dikucilkan komunitas sejawatnya? Ditambah lagi dengan kisah menarik, bahwa buku perdananya Migraine (1970), sebetulnya tidak disetujui oleh komunitas sejawat neurologi di tempat ia bekerja. Namun, Sacks menunjukkan diri sebagai pribadi nekat dengan melawan dan pada akhirnya, buku itu pun terbit. Meskipun demikian, dunia neurologi tetap masih skeptis kepadanya bahkan hingga kini. Stempel komunitas sebagai ahli neurologi yang gemar mengabaikan evidence-based medicine (praktik kedokteran berbasis bukti-bukti ilmiah) kerap dipakai jadi alat perhimpunan rekan-rekannya untuk menyerang Sacks dari sisi keilmuan.

Berkat kenekatannya itu pulalah, Sacks kemudian dikenal sebagai dokter penulis yang menitikberatkan empati dalam merawat dan mengelola pasien-pasien neurologi. Dua karya paling terkenalnya, antara lain Awakenings (1973) dan The Man Who Mistook His Wife for A Hat (1985). Meskipun demikian, tidak seluruh karyanya adalah berdasarkan pengalaman pasien. Pengalamannya sendiri ketika nyaris diseruduk banteng pun, sempat ia buatkan jadi sebuah buku.

Sacks juga mengisahkan pilihan traveling-nya ke berbagai penjuru dunia, dan bagaimana traveling itu mengubah pandangan-pandangannya terhadap dunia. Serius, ia bahkan sempat datang ke Meksiko, hingga ke Guam, kepulauan kecil di Samudra Pasifik. Bukunya The Island of The Colourblind (1997) dan Oaxaca Journal (2002) barangkali merupakan salah satu manifestasi paling ternama dari sejumlah perjalanan yang pernah dilakukan Sacks. Bahkan dalam hal ini ia sempat dibandingkan dengan Charles Darwin. Namun, Sacks justru bangga dan mengaku terinspirasi dari Bapak Evolusi tersebut.

Akhir kata, buat penggemar buku-buku Sacks yang telah terbit sebelumnya, tidak menikmati buku autobiografi ini tentu tidak lengkap. Dengan gaya cerita Sacks yang menarik, tentu buku ini akan menjadi autobiografi yang berkesan buat siapapun.

Miscellaneous and Ratings

3-star

  • How to get this book: Bookdepository.com (circa Rp 328.000)
  • How to get this book: Amazon.com
    • Kindle from USD 3.99
    • Hardcover from USD 16.63
    • Paperback from USD 10.09
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s