The Soul of an Octopus: A Surprising Exploration into the Wonder of Consciousness (Sy Montgomery, 2015)


Identitas Buku

soul-of-an-octopus

Original title: The Soul of an Octopus: A Surprising Exploration into the Wonder of Consciousness
Author: Sy Montgomery
Publication date: May 12, 2015
Genre: Science, Zoology, Nature, Biology
Publisher: Atria Books
Cover: Hardcover
Pages: 261 pages
Language: English
ISBN-13: 978-145-169-771-1
Awards:
National Book Award Finalist for Nonfiction (2015)
Goodreads Choice Award Nominee for Science & Technology (2015)

Sinopsis Official

In this astonishing book from the author of the bestselling memoir The Good Good Pig, Sy Montgomery explores the emotional and physical world of the octopus’ surprisingly complex, intelligent, and spirited creature: and the remarkable connections it makes with humans.

Sy Montgomery’s popular 2011 Orion magazine piece, “Deep Intellect”; about her friendship with a sensitive, sweet-natured octopus named Athena and the grief she felt at her death, went viral, indicating the widespread fascination with these mysterious, almost alien-like creatures. Since then Sy has practiced true immersion journalism, from New England aquarium tanks to the reefs of French Polynesia and the Gulf of Mexico, pursuing these wild, solitary shape-shifters. Octopuses have varied personalities and intelligence they show in myriad ways: endless trickery to escape enclosures and get food; jetting water playfully to bounce objects like balls; and evading caretakers by using a scoop net as a trampoline and running around the floor on eight arms. But with a beak like a parrot, venom like a snake, and a tongue covered with teeth, how can such a being know anything? And what sort of thoughts could it think?

The intelligence of dogs, birds, and chimpanzees was only recently accepted by scientists, who now are establishing the intelligence of the octopus, watching them solve problems and deciphering the meaning of their color-changing camouflage techniques. Montgomery chronicles this growing appreciation of the octopus, but also tells a love story. By turns funny, entertaining, touching, and profound, The Soul of an Octopus reveals what octopuses can teach us about consciousness and the meeting of two very different minds.

Resensi

Octopus alias gurita. Iiih, ini binatang yang menurut saya sungguh mengerikan plus menjijikkan! Tapi mungkin kebanyakan dari kita menganggap gurita itu menjijikkan. Terbukti dari banyaknya film yang menceritakan octopus sebagai monster atau binatang menyerupai alien yang siap membelit mangsa dengan tentakelnya yang ada delapan, lalu menelannya hidup-hidup.

Sy Montgomery, seorang naturalis yang sudah menulis banyak buku soal hewan-hewan (mulai dari tarantula sampai babi), mencoba menguraikan bagaimana sebetulnya “kepribadian” octopus lewat buku ini. Di sini, ia menjabarkan keunikan-keunikan octopus yang pastinya, belum banyak kita ketahui.

Octopus dapat dikatakan sebagai salah satu hewan tanpa tulang belakang yang paling cerdas di antara rekan-rekannya yang senasib. Octopus punya otak, meskipun berukuran kecil, sehingga memungkinkan mereka punya ciri kepribadian secara kasar, membedakan wajah orang, merasakan emosi, dan bahkan bisa merasa bosan saat tidak ada yang mengajak mereka bermain.

Montgomery menguraikan sejumlah eksperimen yang ia lakukan terhadap para octopus ini dengan menarik. Turut diceritakan pula saat octopus pernah dilaporkan hilang dari sebuah tangki akuarium, hanya karena ia merasa bosan dan mencoba-coba keluar dari tangki dengan pemikirannya sendiri. Kesimpulannya? Octopus suka sekali bermain, apalagi permainan yang mengasah “otak”nya.

Octopus rupanya memiliki taste bud (indera pengecap) di tentakelnya. Maka dari itu, octopus gemar memain-mainkan makanannya sebelum memasukkannya ke mulutnya sendiri. Jadi jangan kaget kalau octopus bisa tahu seseorang itu perokok atau tidak, atau apakah seseorang itu terlalu banyak memakai zat beracun.

Rupanya, selain taste bud, tentakel si octopus ini juga punya banyak fungsi lainnya. Misalnya sebagai alat gerak, sebagai tempat di mana saraf tepi octopus paling banyak berpusat, dan sebagai alat pembeda “warna” yang bisa membantu octopus dalam lebih mengenal benda yang dilihatnya. Ya, karena octopus buta warna, maka meskipun punya mata yang jangkauan pandangannya luas dan panoramik, octopus tetap saja memiliki struktur dan fungsi mata berbeda dengan manusia.

Satu kelebihan lain yang tak lupa disebut adalah bahwa octopus bisa mengubah warnanya sesuai lingkungan dan sesuai kebutuhan. Misalkan ia sedang ketakutan, maka warna tubuhnya akan menjadi lebih merah. Sedangkan ketika seekor octopus ingin menyamarkan diri dari musuh, ia tinggal bertindak selaku bunglon. Lucu, bukan?

Rasanya, buku ini tidak cuma cocok dikonsumsi orang dewasa, tetapi juga para pecinta hewan, khususnya hewan laut; dan anak-anak yang ingin belajar atau lebih tahu tentang octopus. Terlebih buat orang yang takut octopus, buku ini juga bisa dijadikan “latihan menghadapi rasa takut”.

Miscellaneous and Ratings

2-star

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s