My Blurbs Episode 6: Flashes, flashes


Biasanya saya tidak menggunakan teknik skimming waktu membaca buku nonfiksi, dengan alasan klasik yang sebetulnya kurang masuk akal: Takut kehilangan detail ketika menikmati bacaan nonfiksi. Nah, di My Blurbs kali ini, saya membahas tiga buku nonfiksi yang saya selesaikan dalam waktu yang bisa dikatakan sangat singkat gara-gara saya menggunakan teknik skimming waktu membacanya.

storyofmylife-azka   30-interactive-brain-teaser   bookofanswers-black

7×01

Story of My Life #azkacorbuzier (Azkanio Nikola Corbuzier/wd.willy, 2016)

Biography/Illustration/Social, Bhuana Ilmu Populer, Paperback, 194 pages, May 16 2016, English/Bahasa Indonesia

storyofmylife-azka

Buku baru ini punya tampilan unik karena isinya 100% ilustrasi dan doodle, juga 100% full-color dengan kualitas kertas bagus. Ceritanya sudah bisa ditebak, yaitu tentang kisah hidup Azkanio Corbuzier, putra dari Deddy Corbuzier dan mantan istrinya Kanila, yang di tahun 2016 ini genap berumur 10 tahun. Maka tak heran bahwa isi buku ini didominasi oleh Top 10 versi Azka, dan biasanya “diseimbangkan” antara 10 hal yang disukai dan 10 hal yang tidak disukainya tentang suatu aspek. Barangkali karena tema Top 10 inilah, beberapa hal sering diungkapkan lebih dari sekali, sehingga kesan repetitif dalam buku ini lumayan terasa.

Lalu bagaimana soal pengisahan perceraian orang tua, yang konon menjadi titik berat perhatian publik terhadap Azka? Saya yakin bahwa Azka punya maksud baik agar perceraian dapat disikapi positif bagi anak yang menjadi korban, namun seperti halnya tips-menghadapi-masalah pada umumnya, barangkali tidak semua orang bisa menerima dengan baik, apalagi jika kita menilik konsumen utama buku ini yaitu (mungkin) para remaja.

Buku ini juga disajikan dalam bahasa campuran, didominasi bahasa Inggris dan sedikit Bahasa Indonesia. Ini bisa dimaklumi karena latar belakang pendidikannya memang seperti itu (tapi sempat juga saya miris, kenapa anak Indonesia justru tidak lancar berbahasa Indonesia?). Cuma dari saya secara pribadi, penyajian multibahasa ini tidak menjadi permasalahan buat dibaca dan disimak.

Buku ini bukanlah tipe favorit saya, terlebih karena masalah selera. Tetapi buat para penggemar video-video YouTube Azka, buku ini wajib dimiliki. Ilustrasi wd.willy di sini benar-benar menjiwai dan mirip dengan tokoh aslinya!

Bicara soal singkat, saya menyelesaikan buku ini dalam 10 menit.

1-star

 

7×02

Brain Teasers: 30 Interactive Brainteasers to Warm Up Your Brain (Puzzleland, 2015)

Self-help/Other Nonfiction/Science, Kindle Edition, 91 pages, July 18 2015, English

30-interactive-brain-teaser

Kalau buku yang satu ini, isinya sangat pendek: Tiga puluh teka-teki logika dan matematika yang cukup sederhana, namun sedikit bisa bikin sakit kepala kalau tidak tahu jawabannya atau belum pernah dengar. Nah, kalau sudah sering dapat soal teka-teki logika dan matematika, buku ini dijamin bisa dibaca habis dalam kurang dari 20 menit.

Sistem buku ini adalah Kindle interaktif. Jadi pembaca diberikan soal-soal sebanyak lima lembar, tiap lembarnya memuat enam soal. Di bagian bawah setiap soal, ada link menuju ke Give Me Clue dan Answer. Give Me Clue adalah link yang bisa diklik kalau kita ingin dapat petunjuk spesial untuk membantu menjawab soal. Sementara Answer adalah tempat untuk mengecek apakah jawaban yang kita berikan sudah benar atau belum. Oleh karena itu, buku ini memang tidak bisa dibaca secara berurutan dari depan ke belakang, tetapi kita membacanya per nomor soal dan link yang terpasang saja.

Bagi saya sendiri, karena saya sudah cukup sering membaca buku tentang teka-teki logika dan matematika sejak dekade 1990-an, buku ini pun terasa biasa-biasa saja dan berhasil saya selesaikan dalam waktu sekitar 15-20 menit. Tapi, belum tentu penilaian ini berlaku buat kalian ya…

1.5-star

 

7×03

The Book of Answers (Carol Bolt, 1999)

Reference, Hachette Books, Hardcover, 704 pages, October 6 1999, English

bookofanswers-black

Buku ini juga bukan buku yang bisa dibaca dengan metode biasa. Penyebabnya: Buku ini punya struktur mirip kamus. Jadi jangan tanya saya butuh berapa lama untuk membacanya. Kita semua bakal bingung kalau ditanya seperti itu.

Konon The Book of Answers ini bisa dijadikan teman bertanya yang bisa menyajikan jawaban apa saja. Alias bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di muka bumi ini. Benarkah begitu?

Intinya, secara singkat bisa saya katakan: Ketika kita galau dan entah harus bertanya ke siapa, COBA bertanya ke buku ini dan temukan jawabannya. Sekali lagi, coba. Bukan berarti kalian harus bertanya kepada buku ini. Karena menurut saya, premis buku ini tidak bisa terlalu dianggap serius. Setelah saya coba beberapa kali ketika membacanya (buku ini pinjaman, btw), terkadang pertanyaan kita malah tidak ada jawabannya di situ. Bisa jadi, malah jawabannya terkesan main-main, atau malah menjerumuskan.

2.5-star

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s