Markituka BBI 2016: My Wishlist

Buenas tardes.

Markituka akhir tahun itu selalu berdekatan dengan ultah blog-ku (13 Desember). Kebetulan, aku lagi mau merombak blog ini menjadi blog buku umum, bukan hanya buku nonfiksi lagi seperti sebelumnya. Jadi maafkan kalau blog-ku (dalam format baru) masih berantakan begini.

Lho, jadi curcol? Back to topic: Sambil aku membetulkan blog, inilah wishlist dariku untuk ikutan Markituka Desember 2016 (kuurutkan dari harga terendah ke harga tertinggi).

Dalam IDR

  1. [novel, lokal, Bukabuku.com] Spammer – Ronny Mailindra – Rp 51.200 [bisa dipesan di sini]
  2. [novel, terjemahan, Bukabuku.com] The Atlantis Gene – AG Riddle – Rp 66.000 [bisa dipesan di sini]
  3. [novel, lokal, Gramedia.com] The Book of Forbidden Feelings – Lala Bohang – Rp 69.600 [bisa dipesan di sini]
  4. [nonfiksi, internasional, Periplus.com] Catching the Catfishers – Tyler Cohen Wood – Rp 74.000 [bisa dipesan di sini]
  5. [nonfiksi, internasional, Periplus.com] The Naked Future – Patrick Tucker – Rp 75.000 [bisa dipesan di sini]

Dalam USD

  1. [nonfiksi, internasional, Amazon Kindle Bookstore/digital only] How to Write A Damn Good Novel II – James N. Frey – USD 7.39 Kindle Edition [bisa dipesan di sini]
  2. [fiksi, internasional, Amazon Kindle Bookstore/digital only] All The Lights We Cannot See – Anthony Doerr – USD 10.43 [bisa dipesan di sini]

Catatan: Harga tercantum adalah akurat per 11 Desember 2016. Untuk buku-buku dalam bentuk Amazon Kindle, aku mengasumsikan tidak ada ongkos kirim. Tidak ada buku mana pun yang lebih kuprioritaskan – aku pasrah pada apa pun pemberian yang datang 🙂

 

Segitu saja dulu ya… Semoga tidak terlalu susah dan tidak terlalu memberatkan.

Thank you!

Banner Posbar 2016

Le Me Holiday and Books

Berhubung ada libur yang cukup signifikan panjangnya, saya tentu berharap bisa menghabiskan lebih banyak buku daripada bulan-bulan lainnya di tahun ini, baik fiksi maupun nonfiksi. Saya belum bikin target akan melahap berapa buku secara keseluruhan. Namun khusus untuk buku-buku nonfiksi yang akan coba saya selesaikan di bulan Juli, bakalan ada 6 (enam) buku ini (sudah diurutkan sesuai perkiraan waktu selesai membacanya). Ini…

Continue reading

Banner Posbar 2016

Posting Bareng BBI Juni 2016: Sebelas hal tentang buku dan saya

Berhubung disuruh (yaelah, disuruh, bahasanya gimana sih) sama panitia Blog Buku Indonesia untuk membuat pengakuan soal buku di bulan Juni ini, yuk mari saya ikutan bikin pengakuan.

Saya pun memilih menuliskan 11 buah pengakuan berdasarkan hasil wawancara oleh bayangan saya sendiri. Kenapa 11? Karena saya suka angka itu 🙂

Selamat menikmati.

Banner Posbar 2016

Continue reading

Pengumuman Pemenang GA Voucher SCOOP: Tentang SCOOP Points

Akhirnya giveaway pertama saya di blog ini sudah selesai.

Di satu sisi saya kecewa karena dari sekian banyak orang yang view post blog tersebut, hanya ada 4 orang yang akhirnya benar-benar ikut. Saya sampai bingung harus promosi di mana lagi, karena di Twitter sudah, di forum blogbukuindonesia sudah, dan di Goodreads juga sudah. Tapi yang ikut tetap saja cuma sedikit. T____T

Baiklah. Saatnya pengumuman pemenang.

Sebelumnya, saya mohon maaf buat pemenang voucher 50k. Karena vouchernya bukan voucher 50k betulan, melainkan voucher 25k + 25k. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ya.

Dalam rangka mengacak nama empat orang yang ikut, saya menggunakan jasa random-ize.com.

Inilah skrinsut proses pengundian nama para pemenangnya.

Pertama, saya mengambil nama pemenang pertama terlebih dahulu.

Screen Shot 2016-06-19 at 00.23.16

 

Screen Shot 2016-06-19 at 00.23.25

Yeay. Selamat untuk @hazelnut_shell alias kak Shelly, atas hadiah voucher SCOOP senilai 50k-nya. Hubungi saya via DM Twitter ya.

Kita lanjut untuk penentuan pemenang kedua.

Screen Shot 2016-06-19 at 00.23.38 Screen Shot 2016-06-19 at 00.23.56

 

Dan… Selamat juga untuk @frostbitiggy alias kak Anastasia Cynthia atas hadiah voucher SCOOP senilai 25k-nya! Hubungi saya via DM Twitter ya, untuk prosedur pengambilan hadiah 🙂

Buat teman-teman yang belum menang, jangan berkecil hati ya… Semoga di masa mendatang saya berkesempatan mengadakan event lagi dan kalian bisa keluar sebagai pemenangnya.

Dan akhirnya, terima kasih buat semua pihak yang sudah membantu dalam kelancaran event ini. Terutama SCOOP yang sudah menyediakan voucher-nya. Jangan kapok-kapok ya mengajak saya ikutan event!

Sampai ketemu di event-event selanjutnya.

scoop

Tentang SCOOP Points (+ Giveaway Voucher SCOOP untuk 2 orang!)

Tentunya kalian sudah pernah mendengar SCOOP, pusat belanja e-book dan e-magazine ternama di Indonesia. Salah satu kelebihan SCOOP ini adalah adanya sistem poin, yang memungkinkan kita membeli buku atau majalah digital tanpa biaya (alias GRATIS!) setelah punya sejumlah poin. HEH, GRATIS? Bagaimana caranya? Yuk simak serba-serbi SCOOP Points dalam postingan saya berikut ini.

scoop

Continue reading

Tiada minat membaca untuk mengonfirmasi ketiadaan minat baca: Perspektif Hari Buku Nasional

Minat baca yang rendah di Indonesia, mungkin adalah salah saya. Saya sempat lama tidak membaca buku, baru mulai aktif lagi di 2014.

Minat baca yang rendah di Indonesia, mungkin adalah salah lingkungan saya. Tidak ada yang suka membaca di sekitar sini. Bahkan, membaca dianggap aktivitas membosankan yang hanya dilakukan orang-orang tidak ada kerjaan.

Minat baca yang rendah di Indonesia, mungkin adalah salah guru-guru saya. Dulu mereka mencekoki apa saja tanpa menyuruh kita mencari tahu teka-teki di luar buku teks. Jadi baca materi dari mereka saja, beres. Tidak perlu baca yang lain.

Minat baca yang rendah di Indonesia, sebetulnya salah siapa?

Continue reading

IMG_4210

Dan Lain-lain #HUT5BBI

Baru sempat mengikuti event Blog Buku Indonesia di hari keempat, dan inilah quote favorit saya dari buku yang pernah dibaca (sayangnya, bukunya belum saya baca sampai rampung):

IMG_4210

Ini adalah kalimat dari buku Begitulah Indonesia, terjemahan dari buku Indonesia Etc karya Elizabeth Pisani. Mungkin kalimat yang saya fokuskan kurang jelas, saya akan quote ulang kalimatnya:

Sampai sekarang, Indonesia masih sibuk dengan “d.l.l” tersebut.

Atau dalam bahasa aslinya:

Indonesia has been working on that ‘etc.’ ever since.

Saat saya membuat postingan ini, buku yang satu ini baru saya baca 55%. Intinya, Pisani menguraikan tentang perjalanannya mengelilingi berbagai daerah di Indonesia dalam dua sisi. Sisi pertama dari aspek realitas, perihal budaya dan fakta yang terjadi menurut observasinya yang jitu. Sedangkan sisi kedua dari aspek sudut pandang global, yang menyoroti isu-isu di balik budaya dan fakta yang tampil itu. Dan di bagian pembuka buku ini, muncullah kalimat yang saya fokuskan tersebut.

Dan inilah alasan saya memilih quote ini:

Sepanjang 55% perjalanan saya membaca buku ini, kalimat tersebut rasanya sudah cukup mewakili alasan Indonesia masih dibelenggu polemik yang tak berkesudahan, merangkum bagaimana terseok-seoknya Indonesia membangun diri menjadi sempurna sesuai harapan pendiri bangsa. Indonesia digambarkan sebagai bangsa yang begitu bersemangat, namun semangat itu tidak dibarengi kedewasaan bersikap, kematangan pikiran, serta kesatuan yang nyata. Persatuan dan kesatuan memang nyata dalam dogma nasional namun kenyataannya masih tak sejalan dengan apa yang begitu mudah diucapkan. Kalimat ini pulalah yang mencetuskan suatu keprihatinan, bahwa orang asing saja bisa melihat fenomena belum dewasanya Indonesia sebagai bangsa, sementara warga lokalnya sendiri kerap memungkiri dengan berbagai cara.

Dan tentu saja, tugas saya selanjutnya adalah menyelesaikan buku ini hingga 100%, untuk mendapat gambaran seutuhnya soal “d.l.l.” tersebut.