Love and Misadventures (Lang Leav, 2013)

Identitas Buku

Title: Cinta dan Kesialan-kesialan (original title: Love and Misadventures)
Author: Lang Leav
Published: April 26, 2013 (terjemahan: April 2016)
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Cover: Paperback
Genre: Poetry
Language: Bahasa Indonesia (original language: English – translated by: M. Aan Mansyur)
Pages: 168 pages
ISBN-13: 978-602-032-564-4

Sinopsis Official

Kau ingat lagu yang berkumandang pada malam kita bertemu pertama kali?
Tidak, tapi aku ingat semua lagu yang kudengarkan sejak kau pergi.

Resensi

Poetry is not my favourite genre. Dulu, aku pernah meminjam Melihat Api Bekerja dari iJak, namun toh gagal menikmatinya juga walaupun sudah dibaca pelan-pelan, dibaca beberapa kali. Namun, ketika diminta memilih hadiah giveaway, aku penasaran dengan buku ini. Konon, alasannya hanya sebatas karena kulihat basis penggemar karya Lang Leav ini sudah cukup besar.

Sama seperti novel atau tulisan fiksi lainnya, begitu suatu buku berbahasa asing diterjemahkan, pasti ada perubahan yang terjadi. Kebetulan, aku belum membaca buku ini dalam bahasa aslinya, sehingga belum dapat membandingkan secara komprehensif. Namun, “polesan” Aan terhadap puisi-puisi romansa Leav ini tidak membuat takaran rasa yang tersampaikan ke pembaca jadi hilang. Aroma kehilangan, bercampur prihatin, miris, dan sejumlah kata benda lain yang ada di sekitar itu, masih terasa (update: Kemudian aku sempat mencari versi Inggris dari beberapa puisi. Kurasa, Aan Mansyur did a good job. Nilai puitis yang terasa tidak berkurang drastis).

Di buku ini Leav mengangkat tiga subtema besar, yaitu kesialan, sirkus duka cita, dan cinta. Kesialan mengungkapkan tentang berbagai kisah cinta tak sampai, sirkus duka cita tentang kehilangan, dan cinta tentang ungkapan cinta itu sendiri, yang (tampaknya) didahului oleh berbagai momen kasih tak sampai dan kehilangan. Justru yang menurutku menarik adalah dua bagian yang pertama. Kepahitan disisipkan dengan cerdas tanpa selalu “menye”, tanpa jumlah kata yang terlalu diumbar. Ciri lain dari karya Leav adalah nyaris tak pernah munculnya kata-kata “nyeleneh” yang membuat pembaca harus buru-buru membuka kamus, namun kalimat yang ia susun cukup menancap dalam pada perasaan. Ciri ini sedikit berbeda dengan pola puisi Aan sendiri (mengacu pada Melihat Api Bekerja), yang cenderung menggunakan jumlah kata lebih banyak, dan terkadang cukup mendekati struktur prosa.

Favoritku di buku ini, ada beberapa. Yang pertama, Seseorang yang Tak Kukenal. Ini terfavorit dari semuanya. Setelah membaca puisi yang ini, bookmark-nya kuselipkan saja di situ dan kubiarkan sampai sekarang, buat dibaca dan dibaca lagi. Menurutku, puisi yang satu ini sangat menginspirasi jika kalian ingin memperdalam tema kehilangan. Lainnya, seperti Jalan Keluar, Kupu-kupu Mati, Lagu Sedih (puisi sedih yang potongannya menjadi blurb buku ini), Biarkan Ia Pergi, Malaikat, dan Pasangan Jiwa (puisi romantis yang super!).

Di tahun 2017 ini, beberapa buku Leav akan diterjemahkan ke bahasa Indonesia; juga beberapa buku barunya akan dirilis. Hmm … jadi berpikir ulang. Mungkin … aha, lihat saja nanti! 🙂

Kutipan Menarik

Seseorang yang Tak Kukenal (hlm. 37)

Ada satu cinta yang kukenang
seperti rekah dari bebijian
yang tak pernah kutaburkan.

Bibir yang sungguh ingin kucium
dan teduh sepasang mata
yang tak pernah melihat mataku.

Jari-jari yang melingkari pergelanganku
dan rengkuh dua ruas lengan
yang rasanya seperti rumah.

Mengapa aku bisa merindukan,
seluruh perihal
yang tak pernah kukenal ini.

Miscellaneous and Ratings

  • Love and Misadventures on Goodreads
  • My rating: 3/5 (Goodreads), 6/10 (personal)
  • Aku membacanya dalam bentuk: Fisik
  • How to get this book: Gramedia.com (Rp 32.300, belum termasuk ongkos kirim)
  • How to get this book: SCOOP (Rp 29.700)
  • How to get this book: Pengenbuku.net (Rp 30.400, belum termasuk ongkos kirim)
Advertisements

My Brief History (Stephen Hawking, 2013)

Identitas Buku

mybriefhistory Title: My Brief History
Author: Stephen Hawking
Publisher: Bantam
Genre: Autobiography/Memoir, History, Science, Physics
Language: English
Publication Date: September 10, 2013
Pages: 126 pages
Cover: Hardcover
ISBN-13: 978-034-553-528-6
Award: Royal Society Winton Prize Nominee for Science Books Longlist (2014)

Sinopsis Official

Stephen Hawking has dazzled readers worldwide with a string of bestsellers exploring the mysteries of the universe. Now, for the first time, perhaps the most brilliant cosmologist of our age turns his gaze inward for a revealing look at his own life and intellectual evolution.

My Brief History recounts Stephen Hawking’s improbable journey, from his postwar London boyhood to his years of international acclaim and celebrity. Lavishly illustrated with rarely seen photographs, this concise, witty, and candid account introduces readers to a Hawking rarely glimpsed in previous books: the inquisitive schoolboy whose classmates nicknamed him Einstein; the jokester who once placed a bet with a colleague over the existence of a particular black hole; and the young husband and father struggling to gain a foothold in the world of physics and cosmology.

Writing with characteristic humility and humor, Hawking opens up about the challenges that confronted him following his diagnosis of ALS at age twenty-one. Tracing his development as a thinker, he explains how the prospect of an early death urged him onward through numerous intellectual breakthroughs, and talks about the genesis of his masterpiece A Brief History of Time—one of the iconic books of the twentieth century.

Clear-eyed, intimate, and wise, My Brief History opens a window for the rest of us into Hawking’s personal cosmos.

Continue reading

My Blurbs Episode 5: Devilish Things

My Blurbs kembali di episode 5! Kali ini, saya akan membahas secara singkat tiga buku yang sama-sama memuat konsep “jahat”. Yang pertama adalah buku yang mengulas bagaimana otak kita menciptakan persepsi “ini orang jahat” atau “ini orang baik”. Yang kedua, tentang bagaimana “kejamnya” orang tua sukses mendidik anaknya agar lebih sukses daripada dirinya. Dan yang ketiga, bagaimana masyarakat berespons terhadap jahatnya kenyataan lewat enam kata, yang dirangkum menjadi satu buku.

iweartheblackhat   battlehymntigermother   notquitewhatIwasplanning

Continue reading

My Blurbs Episode 3: Luck and Money

Di My Blurbs kali ini, saya akan membahas tiga buku yang membicarakan keberuntungan dan uang, yang kebetulan sudah saya baca. Ini dia…

moneychoron   fromhobbytomoney   menjemputkeberuntungan Continue reading

My Blurbs Episode 2: Humanizing Human

My Blurbs kali ini menghadirkan tiga buku yang amat berbeda satu sama lain. Ketika yang satu mengulas cara menemukan kesenangan di tempat kerja, buku lainnya menyajikan gambaran pahit soal organisasi kemanusiaan, dan buku satunya lagi membahas lika-liku dunia kedokteran berupaya mengeradikasi penyakit menular di peradaban modern. Selamat menyimak!

work-fun-play-hard     crisis-caravan    eradicationstepans

Continue reading

Bokis 2: Potret Para Pesohor, dari yang Getir sampai yang Kotor (Maman Suherman, 2013)

Identitas Buku

bokis-2

Judul: Bokis 2: Potret Para Pesohor, dari yang Getir sampai yang Kotor
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Genre: Non-fiksi, entertainment
Bahasa: Indonesia
Terbit: 24 Mei 2013
Tebal: 151 halaman
Cover: Paperback
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm
ISBN-13: 978-979-910-585-1

 

Sinopsis Official

Dunia hiburan Indonesia tidak hanya menyimpan cerita serba gemerlap dan glamor, tapi juga kisah getir dan penuh tipu-tipu.

Bagaimana demi popularitas orang rela mengorbankan bukan hanya seluruh harta, tapi juga harga diri bahkan organ tubuhnya? Atau, orangtua yang mau melakukan apapun agar sang anak tampil di panggung hiburan? Juga, bagaimana pihak-pihak yang berkuasa ikut menentukan dan tampil sebagai pemenang dalam dunia yang karut-marut seperti itu?

Maman Suherman, jurnalis infotainmen kawakan yang punya hubungan luas di kalangan pesohor, menyingkap betapa eratnya harta, seks, dan kekuasaan dalam dunia hiburan kita.

Resensi

Masih tak jauh dari buku pertamanya, Kang Maman Suherman dengan karikatur plontos khasnya kembali hadir di cover buku sekuel Bokis ini di tahun 2013. Temanya pun masih serupa, seputar dunia entertainment lokal.

Kalau di buku pertama subjudulnya adalah “kisah gelap dunia seleb”, buku kedua ini mengangkat subjudul “potret para pesohor, dari yang getir sampai yang kotor”. Jangan keburu berpikir bahwa buku pertama hanya berisi orang-orang yang mau jadi terkenal dan menghalalkan segala cara, dan buku kedua hanya berisi para pesohor. Sebetulnya isi kedua buku ini mirip-mirip, yaitu campuran dari keduanya sekaligus, dalam porsinya masing-masing. Tema yang diangkat juga masih punya judul utama yang sama, yaitu soal “did you know what lies behind the scene?”-nya dunia hiburan Indonesia.

Karena saya (masih) tidak tertarik dengan dunia entertainment lokal dan paling malas mengikuti infotainment, saya pun tak bisa menebak nyaris semua selebriti yang ada di buku ini, kecuali satu: Selebriti yang ada di bab Jantungan (saya maklum saja, karena deskripsi apapun rasanya tak bisa menutupi identitas selebriti yang sikapnya paling khas sejagat Indonesia ini). Alhasil, saya kebingungan karena buku ini semakin penuh dengan kata ganti “selebriti muda”, “desainer muda”, “aktor tampan”, dan semacam itu. Barangkali, jika kalian adalah penikmat hiburan Indonesia, kalian bisa dengan mudah menebak siapa saja pesohor yang disebut-sebut Kang Maman. Tapi, serba salah juga sih. Kalau nama asli selebnya dipasang, nanti pencemaran nama baik, repot lagi lah nasib buku ini. Bisa kena bredel seperti zaman 1990-an. Kan sayang!

Baiklah… Inilah garis besar isi buku ini. Semoga tidak membuka terlalu banyak rahasia.

  1. Jual hingga tak tersisa: Bisa ditebak, apa isi bab ini. Sebagian adalah semacam deja vu dengan buku pertama. Sebagian lagi kisah baru.
  2. Seks, seks, seks… Uang, uang, uang: Lagi-lagi masalah esek-esek yang dibalas pakai duit. Bab ini mengungkap fakta di balik layanan plus-plus kelas premium yang kerap berputar di kalangan selebritis. Coba baca “Pro Bono tapi Ditiduri”. Artikel ini lumayan bikin “tersentuh” dengan caranya sendiri. Juga artikel “Serba-serbi Gratifikasi Seks” yang lengkap sekali.
  3. TV… Oh, TV…: Inilah kupasan tuntas soal behind the scene-nya penayangan acara-acara di televisi, mulai dari acara yang biasa saja (berita) hingga acara reality yang aneh bin ajaib. Kembali, hal-hal tak terduga muncul pula di bab ini. Mau yang benar-benar bikin kaget? Baca “Pemeran Pengganti di Acara xxx”. Wow!
  4. Jurnalis Oh, Jurnalis: Bab ini mirip dengan bab TV Oh TV tapi yang dibahas adalah dari sisi si jurnalisnya (sementara bab TV Oh TV meninjau sisi selebritinya).

 

Bokis babak dua ini juga ditambah beberapa kisah tentang orang biasa yang ingin jadi selebriti dan berani mengorbankan segala-galanya, plus lebih banyak membahas selebriti yang mau berbuat apa saja supaya tetap ada di berita-berita. Secara umum, buku ini memang semenarik buku pertama. Sayangnya, ada beberapa cerita (lumayan banyak) yang agak mengulang-ulang dari buku pertamanya. Sehingga setelah membaca buku kedua ini (saya baru membaca buku pertamanya dua hari yang lalu), saya langsung banyak lupa dengan isi buku yang kedua. Tapi bukan berarti saya bilang buku kedua ini jelek, lho. Secara garis besar buku kedua ini sama saja dengan buku pertamanya: Kalau kalian suka buku pertamanya, pasti suka juga dengan buku keduanya. Demikian pula kalau kalian tidak suka.

Berarti? Tentu saja, buku Bokis babak kedua ini pun tetap cocok untuk jadi sumber pembelajaran tentang kejamnya belantara selebriti dan dunia entertainment itu sendiri. Beragam tindak tanduk dan sebab akibat, ada saja yang bisa terjadi. Kadang sesuai prediksi, kadang pula di luar dugaan.

Pokoknya seru!

 

Kalimat-kalimat menarik

  • p.x: “Orang-orang harus dibangunkan. Kenyataan harus dikabarkan. Aku menulis menjadi saksi.”
  • p.48: “Banyak yang menyamaratakan, menganggap kami semua bisa di-booking!”
  • p.81: Tapi, kalau berakhir dengan kematian, Tuhan yang disalahkan.
  • p.111: “Anda siapa, ya? Saya tidak kenal?”
  • p.137: “Sudah-sudah jangan iri. Kalau mau seperti mereka, ya sana tulis berita bohong, terima amplop!”

Review

3-star

How to get this book

 

My Life as: Writer (Haqi Achmad-Ribka Anastasia Setiawan, 2013)

Identitas Buku

mylifeaswriter

Judul buku: My Life as Writer
Penulis: Haqi Ahmad & Ribka Anastasia Setiawan
Penerbit: Mizan/PlotPoint
Genre: Non-fiksi, biografi, teknis
Ukuran: 21 cm x 14 cm
Tebal: 200 halaman
Terbit: 4 Maret 2013
Cover: Softcover
ISBN-13: 978-602-948-100-6

Sinopsis Official

Penulis mencatat apa yang dialaminya sebagai sejarah kehidupan. Dan dengan itu ia tidak hanya mengubah hidup sendiri, tapi juga hidup orang lain.

Dalam buku ini, lima penulis mumpuni akan membagi cerita mengenai perjalanan karier mereka. Lima latar belakang berbeda, lima energi kreatif berbeda. Haqi Achmad dan Ribka Anastasia Setiawan menyajikannya untuk kamu. Ya. Hanya untuk kamu.

Kamu butuh buku ini kalau:

– Mau jadi penulis tapi bingung cara mulainya

– Kamu punya banyak cerita menarik dan ingin dibaca banyak orang

– Suka baca buku dan mau akrab sama penulisnya

– Ragu untuk memulai passion

– Mau meyakinkan orang tua kamu tentang bakat menulismu

– Sudah sering nulis tapi belum pernah diterbitkan

– Seorang pendidik yang mau cerita tentang profesi ini

Continue reading