Enhance Your Life by Becoming An Effective Leader (Dale Carnegie & Associate Inc, 2015)

Identitas Buku

Judul asli: Enhance Your Life by Becoming An Effective Leader
Judul terjemahan Indonesia: Sukses Memimpin
Penulis: Dale Carnegie & Associate Inc
Genre: Self-help, Management, Business
Tanggal terbit (versi terjemahan): 16 Nopember 2015
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
Cover: Soft cover
Tebal: 192 halaman
Dimensi: 15.5 cm x 23 cm
ISBN-13: 978-602-031-133-3

Sinopsis Official

Apakah manajer yang sukses lebih tertarik UNTUK meraih tujuan yang sudah ditetapkan atau memimpin orang-orang yang berada di bawah arahannya?

Manajer yang efektif menyadari bahwa agar bisa mencapai tujuan mereka, mereka harus menjadi pemimpin sejati, yaitu orang yang mengarahkan, menumbuhkan motivasi, melatih, dan memberi perhatian kepada rekan kerja. Menyeimbangkan keahlian memimpin dan keahlian manajemen sebaiknya menjadi fokus semua orang yang ingin sukses dalam pekerjaan. Cara kita memandang orang lain, serta asumsi yang kita buat tentang orang-orang dan dunia di sekitar kita, membentuk realitas serta lingkungan kerja kita. Dilengkapi dengan prinsip-prinsip Dale Carnegie, buku ini akan membekali kita agar bisa menjadi pemimpin yang efektif. 

Continue reading

My Blurbs Episode 6: Flashes, flashes

Biasanya saya tidak menggunakan teknik skimming waktu membaca buku nonfiksi, dengan alasan klasik yang sebetulnya kurang masuk akal: Takut kehilangan detail ketika menikmati bacaan nonfiksi. Nah, di My Blurbs kali ini, saya membahas tiga buku nonfiksi yang saya selesaikan dalam waktu yang bisa dikatakan sangat singkat gara-gara saya menggunakan teknik skimming waktu membacanya.

storyofmylife-azka   30-interactive-brain-teaser   bookofanswers-black

Continue reading

A Work in Progress (Connor Franta, 2015)

Identitas Buku

Title: A Work in Progress
Author: Connor Franta
Genre: Autobiography/Memoir, Biography, Motivation
Publication Date: April 21, 2015
Publisher: Atria/Keywords Press
Language: English
Cover: Paperback
Pages: 212 pages
ISBN-13: 978-147-679-161-6
Award: Goodreads Choice Award for Memoir & Autobiography (2015)

Sinopsis Official

In this intimate memoir of life beyond the camera, Connor Franta shares the lessons he has learned on his journey from small-town boy to Internet sensation so far.

Here, Connor offers a look at his Midwestern upbringing as one of four children in the home and one of five in the classroom; his struggles with identity, body image, and sexuality in his teen years; and his decision to finally pursue his creative and artistic passions in his early twenties, setting up his thrilling career as a YouTube personality, philanthropist, entrepreneur, and tastemaker.

Exploring his past with insight and humor, his present with humility, and his future with hope, Connor reveals his private struggles while providing heartfelt words of wisdom for young adults. His words will resonate with anyone coming of age in the digital era, but at the core is a timeless message for people of all ages: don’t be afraid to be yourself and to go after what you truly want.

This full-color collection includes photography and childhood clippings provided by Connor and is a must-have for anyone inspired by his journey.

Resensi

Waktu saya pertama kali melihat cover buku ini, saya bertanya-tanya: Connor Franta itu siapa ya? Maklum, saya bukan tipe orang yang mengisi waktu senggang dengan menonton YouTube. Jadi jangan heran kalau sampai sekarang pun saya masih bingung Connor Franta itu pernah ngapain saja di YouTube.

Tapi saya rasa bukan itu yang penting deh. Yang lebih penting adalah, saya sudah tertarik untuk membaca buku karya Franta yang dirilis pertengahan 2015 lalu itu. Soalnya, waktu dilirik-lirik, buku ini menarik karena banyak fotonya. Kadang-kadang ada foto Franta waktu kecil (yang, saya bingung di mana gendutnya), ada juga foto-foto tangan Franta (yang konon terkenal di Instagramnya itu), dan foto-foto Franta yang sekarang (yang lumayan ganteng). Lalu tidak cuma muka Franta doang. Ada foto-foto pemandangan. Foto-foto hamparan barang dan makanan di meja. Macam-macam, dan semuanya artistik (baca; Nyeni).

Begitu buku ini dimulai, Franta langsung memperkenalkan keluarganya (ayahnya Peter, ibunya Cheryl, saudara-saudaranya Dustin, Nicola, dan Brandon), dan kampung halamannya, La Crescent. Kemudian Franta mendeskripsikan soal lingkungan sekitarnya: Klub renang, sekolah, dan teman-teman dekat. Untuk sebuah autobiografi, rasanya bagian ini memang wajib ada. Jadi saya tidak bisa komentar banyak…

Bagian yang mulai bikin saya tertarik, adalah bab Missing Out, dan selanjut-lanjutnya. Di bab Missing Out, Franta memperkenalkan “penyakit sosial”nya ketika kecil, yaitu takut orang lain bersenang-senang tanpa dirinya. Rasa-rasanya, banyak remaja yang juga punya penyakit sama. Nah, di sinilah Franta mulai membagi jurus-jurusnya dalam menghadapi situasi semacam itu.

Kemudian, ceritanya berlanjut ke masa SMA. Ia mengisahkan bagaimana kegalauan remaja dalam mencari identitas dan menghadapi kemungkinan dipermalukan di depan umum yang cukup tinggi di sekolah. Kegalauan tersebut disampaikan dengan cukup menarik, tanpa kehilangan sentuhan kelucuan khas remajanya; sehingga remaja pun tentu masih bisa menikmati “petuah” dari Franta dengan tepat sasaran. Coba simak bab An Anxious Boy and His Plastic Crown dan The Voice Within. Dua bab ini bisa bikin para pembaca ngakak. Sayangnya, ketika Franta mengungkapkan bagaimana pandangannya terhadap anak-anak nakal di sekolah, saya merasakan ada yang kurang ngeklik. Seperti seolah Franta lagi ngapain, lalu ujug-ujug berkomentar soal itu, dan tiba-tiba melompat lagi ke topik lain. Agak disayangkan, menurut saya.

Eh tapi… Ngakaknya cuma sampai di situ. Selanjutnya Franta jadi lebih serius dan dewasa dalam menuliskan ide-idenya. Seperti contohnya di bab Creativity, Numb to Numbers, dan The Problem with Labels. Di sini dengan cetarnya muncullah beberapa catchphrase yang bisa bikin para penggemar Franta jatuh hati pada caranya memotivasi orang lain. Meskipun pada dasarnya isi motivasi Franta itu hanya di seputar “jadilah diri sendiri dan raihlah apa yang kamu mau”, tapi pemisahan dan pemilahan bab dari Franta ini cukup membuat ide-ide tersebut seolah terpisah-pisah.

Bab yang paling bikin shock, adalah The Long Road to Me. Tentang apakah? Oops, rahasia ya…

Dan bab-bab selanjutnya, buat saya tidak terlalu menarik: di mana Franta mengungkapkan ceritanya tentang menjadi terkenal. Uraian-uraian ini klise, menurut saya, karena rata-rata orang bakal menjawab sama ketika ditanya “apa rasanya jadi terkenal” dan “apa saja deretan kejadian yang membuatmu terkenal”. Ya, bisa dikatakan ending buku ini amat mudah ditebak. Berhubung Franta masih sangat muda – 22 tahun, saat buku ini terbit – rasanya memang autobiografi adalah konsep yang aneh dan barangkali kurang tepat waktunya.

Akhirnya… Buku ini pun selesai. Jadi, saya merekomendasikan buku ini buat dibaca para remaja, khususnya mereka yang berusia sekitar 15-21 tahun (kalau dewasa, barangkali buku ini bakal terkesan terlalu “muda”). Buku ini tidak melulu memiliki konten autobiografi, tetapi juga sarat muatan motivasinya.

Kalimat-kalimat menarik

  • True friendship is counted in memories, experiences, and troubles shared; it’s a bond built up over time in person, not a virtual tally on the Internet.
  • Gender is specific only to your reproductive organs (and sometimes not even to those), not your interests, likes, dislikes, goals, and ambitions.
  • The trap that awaits us all: The importance of being liked.
  • Be numb to numbers. Don’t let the numbers numb you.
  • You are who you are in this given moment. Label-less. Limitless. Remember that from this day forward.
  • Worry is the interest on a debt that may never become payable. I realise how much time I have wasted needlessly worrying about outcomes I can’t control.
  • Don’t be limited by the expectations of others.
  • Hands up if you want to be creative, take the risk, and embrace failure.
  • We have one life—and none of us knows how long our life will be or what will become of it. The possibilities are truly infinite.

Miscellaneous and Ratings

3-star

Hearty Complaint Handling (Agni S. Mayangsari, 2015)

Identitas Buku

Judul: Hearty Complaint Handling
Penulis: Agni S. Mayangsari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit: 21 Desember 2015
Genre: Business, self-help, management, motivation
Cover: Paperback
Tebal: 220 halaman
ISBN-13: 978-602-032-457-9

Sinopsis Official

Edukasi yang makin baik dan akses informasi yang makin mudah membuat customer lebih kritis. Mereka semakin paham apa saja yang menjadi haknya. 96% customer yang kecewa dengan perusahaan kita memilih untuk diam dan tidak mengajukan komplain. Dan, 91% di antara mereka memilih pindah ke kompetitor dan tak pernah kembali pada bisnis kita. Artinya, customer yang mau meluangkan waktu untuk menyampaikan komplain adalah customer yang memiliki iktikad baik untuk melanjutkan hubungan bisnis dengan kita. Oleh karena itu, kemampuan menangani komplain secara efektif merupakan hal yang sangat penting dan mendesak. Pengabaian komplain hanya akan menyebabkan masalahnya menggelinding liar dan berpotensi menghancurkan. Kesalahan dalam menangani komplain seperti sikap kurang peduli atau hanya terpaku pada aturan baku perusahaan akan membuat kita kehilangan customer itu untuk selamanya. Masalahnya, banyak orang takut menangani komplain. Mereka tidak siap menahan sakit hati dimarahi dan tak punya pengetahuan cukup mengenai langkah efektif menangani komplain. Ibarat diminta berperang, mereka tak punya senjata. Bunuh diri namanya. Buku ini memberikan panduan mudah menangani komplain. Memahami alasan komplain, akan memudahkan Anda memilih cara tepat menanganinya. Mengenali tipe customer dan cara mereka mengajukan komplain juga membuat Anda lebih siap secara mental dalam menanganinya. Dengan demikian, Anda punya kesempatan untuk mengubah complaint menjadi compliment.

Continue reading

The Soul of an Octopus: A Surprising Exploration into the Wonder of Consciousness (Sy Montgomery, 2015)

Identitas Buku

soul-of-an-octopus

Original title: The Soul of an Octopus: A Surprising Exploration into the Wonder of Consciousness
Author: Sy Montgomery
Publication date: May 12, 2015
Genre: Science, Zoology, Nature, Biology
Publisher: Atria Books
Cover: Hardcover
Pages: 261 pages
Language: English
ISBN-13: 978-145-169-771-1
Awards:
National Book Award Finalist for Nonfiction (2015)
Goodreads Choice Award Nominee for Science & Technology (2015)

Sinopsis Official

In this astonishing book from the author of the bestselling memoir The Good Good Pig, Sy Montgomery explores the emotional and physical world of the octopus’ surprisingly complex, intelligent, and spirited creature: and the remarkable connections it makes with humans.

Sy Montgomery’s popular 2011 Orion magazine piece, “Deep Intellect”; about her friendship with a sensitive, sweet-natured octopus named Athena and the grief she felt at her death, went viral, indicating the widespread fascination with these mysterious, almost alien-like creatures. Since then Sy has practiced true immersion journalism, from New England aquarium tanks to the reefs of French Polynesia and the Gulf of Mexico, pursuing these wild, solitary shape-shifters. Octopuses have varied personalities and intelligence they show in myriad ways: endless trickery to escape enclosures and get food; jetting water playfully to bounce objects like balls; and evading caretakers by using a scoop net as a trampoline and running around the floor on eight arms. But with a beak like a parrot, venom like a snake, and a tongue covered with teeth, how can such a being know anything? And what sort of thoughts could it think?

The intelligence of dogs, birds, and chimpanzees was only recently accepted by scientists, who now are establishing the intelligence of the octopus, watching them solve problems and deciphering the meaning of their color-changing camouflage techniques. Montgomery chronicles this growing appreciation of the octopus, but also tells a love story. By turns funny, entertaining, touching, and profound, The Soul of an Octopus reveals what octopuses can teach us about consciousness and the meeting of two very different minds.

Resensi

Octopus alias gurita. Iiih, ini binatang yang menurut saya sungguh mengerikan plus menjijikkan! Tapi mungkin kebanyakan dari kita menganggap gurita itu menjijikkan. Terbukti dari banyaknya film yang menceritakan octopus sebagai monster atau binatang menyerupai alien yang siap membelit mangsa dengan tentakelnya yang ada delapan, lalu menelannya hidup-hidup.

Sy Montgomery, seorang naturalis yang sudah menulis banyak buku soal hewan-hewan (mulai dari tarantula sampai babi), mencoba menguraikan bagaimana sebetulnya “kepribadian” octopus lewat buku ini. Di sini, ia menjabarkan keunikan-keunikan octopus yang pastinya, belum banyak kita ketahui.

Octopus dapat dikatakan sebagai salah satu hewan tanpa tulang belakang yang paling cerdas di antara rekan-rekannya yang senasib. Octopus punya otak, meskipun berukuran kecil, sehingga memungkinkan mereka punya ciri kepribadian secara kasar, membedakan wajah orang, merasakan emosi, dan bahkan bisa merasa bosan saat tidak ada yang mengajak mereka bermain.

Montgomery menguraikan sejumlah eksperimen yang ia lakukan terhadap para octopus ini dengan menarik. Turut diceritakan pula saat octopus pernah dilaporkan hilang dari sebuah tangki akuarium, hanya karena ia merasa bosan dan mencoba-coba keluar dari tangki dengan pemikirannya sendiri. Kesimpulannya? Octopus suka sekali bermain, apalagi permainan yang mengasah “otak”nya.

Octopus rupanya memiliki taste bud (indera pengecap) di tentakelnya. Maka dari itu, octopus gemar memain-mainkan makanannya sebelum memasukkannya ke mulutnya sendiri. Jadi jangan kaget kalau octopus bisa tahu seseorang itu perokok atau tidak, atau apakah seseorang itu terlalu banyak memakai zat beracun.

Rupanya, selain taste bud, tentakel si octopus ini juga punya banyak fungsi lainnya. Misalnya sebagai alat gerak, sebagai tempat di mana saraf tepi octopus paling banyak berpusat, dan sebagai alat pembeda “warna” yang bisa membantu octopus dalam lebih mengenal benda yang dilihatnya. Ya, karena octopus buta warna, maka meskipun punya mata yang jangkauan pandangannya luas dan panoramik, octopus tetap saja memiliki struktur dan fungsi mata berbeda dengan manusia.

Satu kelebihan lain yang tak lupa disebut adalah bahwa octopus bisa mengubah warnanya sesuai lingkungan dan sesuai kebutuhan. Misalkan ia sedang ketakutan, maka warna tubuhnya akan menjadi lebih merah. Sedangkan ketika seekor octopus ingin menyamarkan diri dari musuh, ia tinggal bertindak selaku bunglon. Lucu, bukan?

Rasanya, buku ini tidak cuma cocok dikonsumsi orang dewasa, tetapi juga para pecinta hewan, khususnya hewan laut; dan anak-anak yang ingin belajar atau lebih tahu tentang octopus. Terlebih buat orang yang takut octopus, buku ini juga bisa dijadikan “latihan menghadapi rasa takut”.

Miscellaneous and Ratings

2-star

Blogging: Have Fun and Get The Money (Carolina Ratri, 2015)

Identitas Buku

blogging have fun

Judul buku: Blogging: Have Fun and Get The Money
Penulis: Carolina Ratri
Penerbit: Stiletto Book
Tanggal terbit: Desember 2015
Genre: General non-fiction
Cover: Paperback
Tebal: 245 halaman
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 cm x 19 cm
ISBN-13: 978-602-757-244-7

Sinopsis Official

Bagi seorang blogger, mempunyai blog yang mendatangkan pemasukan pasti jadi cita-cita. Sedangkan bagi brand, blogger semakin diperhitungkan untuk menjadi partner dalam strategi marketing mereka melalui kerja sama job review. Namun, untuk sampai ke tahap itu, kita perlu membekali diri dengan keterampilan yang cukup. Buku ini membahas berbagai tip, seperti:

– Menentukan tema blog
– Mencari ide tulisan
– Mempelajari teknik menulis yang baik
– Mempercantik tampilan blog
– Cara mendapatkan job review
– Cara kerja Google Adsense
– Memopulerkan blog dengan SEO dan media sosial
– Sampai, profil para blogger senior

Pada akhirnya, akan banyak yang bisa kita dapatkan dari blog. Tak hanya untuk bersenang-senang dan dapat uang, tapi juga jejaring, serta personal branding.

Continue reading

On The Move: A Life (Oliver Sacks, 2015)

Identitas Buku

on the move a life

Title: On The Move: A Life
Author: Oliver Sacks
Publisher: Knopf
Genre: Autobiography, Memoir, Science, Medicine
Publication date: April 28, 2015
Cover: Hardcover
Pages: 397 pages
Language: English
Dimensions: 5.8 x 1.5 x 8.5 inches
ISBN-13: 978-038-535-254-3

 

Sinopsis Official

When Oliver Sacks was twelve years old, a perceptive schoolmaster wrote in his report: “Sacks will go far, if he does not go too far.” It is now abundantly clear that Sacks has never stopped going. From its opening pages on his youthful obsession with motorcycles and speed, On the Move is infused with his restless energy. As he recounts his experiences as a young neurologist in the early 1960s, first in California, where he struggled with drug addiction, and then in New York, where he discovered a long-forgotten illness in the back wards of a chronic hospital, we see how his engagement with patients comes to define his life.

With unbridled honesty and humor, Sacks shows us that the same energy that drives his physical passions—weight lifting and swimming—also drives his cerebral passions. He writes about his love affairs, both romantic and intellectual; his guilt over leaving his family to come to America; his bond with his schizophrenic brother; and the writers and scientists—Thom Gunn, A. R. Luria, W. H. Auden, Gerald M. Edelman, Francis Crick—who influenced him. On the Move is the story of a brilliantly unconventional physician and writer—and of the man who has illuminated the many ways that the brain makes us human.

Continue reading