Curriculum Vitae (Benny Arnas, 2017)

Identitas Buku

Judul: Curriculum Vitae
Judul Alternatif: Curriculum Vitae: Seratus Enam Urusan, Sembilan Puluh Perumpamaan, Sebelas Tokoh, Sepasang Kegembiraan
Penulis: Benny Arnas
Terbit: 13 Maret 2017
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Cover: Paperback
Genre: Fiksi Umum
Bahasa: Bahasa Indonesia
Tebal: 223 halaman
ISBN-13: 978-602-033-583-4
Penghargaan: Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016, Pemenang Unggulan

Sinopsis Official

Sebuah benda bermassa 4000 kilogram akan diletakkan di atas gunung yang kemiringan tebingnya mencapai 59° dengan cara dilempar oleh tangan kananmu yang malam tadi baru saja menyeduhkan teh-melati selama-5-menit untukku. Ini bukan perkara seberapa cepat lesatan lemparanmu sebab kamu pernah bilang, “Jarak dan waktu itu tempat tinggalnya bukan di peta, tapi di kepala dan di sini!” (Kau menepuk dada kirimu berkali-kali. Dokter bilang itu tempat tinggal jantung, tentu saja aku bilang itu hati).

Perkaranya seberapa kuat aku akan menanggung beban rindu yang mengganggu, sedangkan di saat yang sama dengan air muka senewen ibuku bilang kalau pesanan kelapa dari luar kota sudah menumpuk (What! Ibu, tidakkah bisa kau bayangkan, seorang pencinta yang galau tengah memetik kelapa dengan air mata yang leleh dan masa lalu yang mencabik-cabik di punggung?). Bunuh saja anakmu ini, Bu! Bunuh!

Continue reading

Advertisements

The Time Keeper (Mitch Albom, 2012)

Identitas Buku

Title: Sang Penjaga Waktu
Original Title: The Time Keeper
Author: Mitch Albom
Indonesian Translator: Tanti Lesmana
Published: 2012 (edisi cover baru, cetakan IV: Oktober 2016)
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Cover: Paperback
Genre: Fantasi Inspiratif, Fiksi Umum
Language: Bahasa Indonesia
Pages: 312 halaman
ISBN-13: 978-602-033-353-3

Sinopsis Official

Dialah pencipta jam pertama di dunia. Dia dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabadabad dan dipaksa mendengarkan suara orang-orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Lalu dia kembali ke dunia kita, dengan membawa jam pasir ajaib dan sebuah misi: menebus kesalahannya dengan mempertemukan dua manusia di bumi, untuk mengajarkan makna waktu kepada mereka.

Continue reading

How Music Got Free: The End of an Industry, the Turn of the Century, and the Patient Zero of Piracy (Stephen Witt, 2015)

Identitas Buku

howmusicgotfree

Original Title: How Music Got Free: The End of an Industry, the Turn of the Century, and the Patient Zero of Piracy
Alternative Title 1: How Music Got Free: What happens when an entire generation commits the same crime?
Alternative Title 2: How Music Got Free: The Inventor, The Mogul, and The Thief
Alternative Title 3: How Music Got Free: A Story of Obsession and Invention
Author: Stephen Richard Witt
Publisher: Viking
Publication date: June 16, 2015
Genre: Non-fiction, Music, Law/Crime, Science/Technology, Economics/Business, Cultural, History
Pages number: 304
Cover: Hardcover
Language: English
ISBN-13: 978-052-542-661-5
Awards:
1. Financial Times and McKinsey Business Book of the Year Nominee for Shortlist (2015)
2. Goodreads Choice Award Nominee for Science & Technology (2015)

Sinopsis Official (1st version)

What happens when an entire generation commits the same crime?

How Music Got Free is a riveting story of obsession, music, crime, and money, featuring visionaries and criminals, moguls and tech-savvy teenagers. It’s about the greatest pirate in history, the most powerful executive in the music business, a revolutionary invention and an illegal website four times the size of the iTunes Music Store.

Journalist Stephen Witt traces the secret history of digital music piracy, from the German audio engineers who invented the mp3, to a North Carolina compact-disc manufacturing plant where factory worker Dell Glover leaked nearly two thousand albums over the course of a decade, to the high-rises of midtown Manhattan where music executive Doug Morris cornered the global market on rap, and, finally, into the darkest recesses of the Internet.

Through these interwoven narratives, Witt has written a thrilling book that depicts the moment in history when ordinary life became forever entwined with the world online — when, suddenly, all the music ever recorded was available for free. In the page-turning tradition of writers like Michael Lewis and Lawrence Wright, Witt’s deeply-reported first book introduces the unforgettable characters—inventors, executives, factory workers, and smugglers—who revolutionized an entire artform, and reveals for the first time the secret underworld of media pirates that transformed our digital lives.

An irresistible never-before-told story of greed, cunning, genius, and deceit, How Music Got Free isn’t just a story of the music industry—it’s a must-read history of the Internet itself.

Named one of Time magazine’s Best Books of 2015 So Far • Long-listed for the 2015 Financial Times and McKinsey Business Book of the Year A New York Times

Continue reading

My Blurbs Episode 1: And The Blurbs Began…

Catatan:

My Blurbs adalah tempat di mana saya akan share review tentang buku nonfiksi yang pernah saya baca, tetapi entah karena memang tak bisa direview panjang, karena bukunya sudah hilang, karena sudah terlalu lama, atau karena saya tidak terlalu setuju dengan isinya; maka hanya saya tampilkan dalam bentuk review pendek. Satu episode My Blurbs akan memuat tiga buku non-fiksi, dari berbagai subgenre. Dan buku-buku yang saya bahas di sini pun, akan saya masukkan ke dalam indeks.

Di My Blurbs edisi perdana ini, saya akan menyajikan tiga buku. Buku pertama mengulas riwayat singkat Blackberry dan Research in Motion. Buku kedua disajikan khusus buat penggemar teka-teki matematika. Dan buku ketiga adalah biografi salah satu musisi ternama Indonesia yang masa akhir hidupnya diwarnai derita dan duka menghadapi kanker.

Selamat menikmati!

losingthesignal mathjamboreebolt lastwordschrisye

Continue reading

Begitulah Indonesia (a.k.a. Indonesia etc) (Elizabeth Pisani, 2015)

Identitas Buku

Judul Buku: Begitulah Indonesia – Menjelajahi Bangsa yang Tak Terduga (original title: Indonesia Etc – Exploring the Improbable Nation)
Penulis: Elizabeth Pisani
Alih bahasa: Bhimanto Suwastoyo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2 Nopember 2015 (original publish date: 23 Juni 2014)
Ukuran: 23 cm x 15 cm
Tebal: 490 halaman
Bahasa: Indonesia (original text: English)
Cover: Softcover
ISBN-13: 978-602-032-279-7

Sinopsis Official

“Suatu prestasi spektakuler, dan salah satu buku perjalanan terbaik yang pernah saya baca. Pisani seperti kekuatan alam.”

Simon Winchester – Penulis buku Krakatoa: The Day the World Exploded, dan artikel-artikel di Wall Street Journal

“Salah satu laporan paling berwawasan mengenai Indonesia kontemporer dalam puluhan tahun. Pisani membawa kita dalam petualangan unik di Indonesia yang menyentuh, provokatif, dan sangat jujur, membuktikan bahwa dalam zaman globalisasi ini (atau mungkin karena zaman globalisasi) negara tersebut tetap penuh warna, penuh gejolak, dan penuh suka.”

Daniel Ziv – Penulis Jakarta Inside Out dan sutradara “Jalanan”

“Kisah yang ditulis dengan indah, sangat menghibur… Ms. Pisani membahas banyak tema besar—demokrasi, desentralisasi, korupsi, kesenjangan, kegagalan sistempendidikan Indonesia, dan Islam radikal, juga hantu ratusan ribu orang yang dibantai ketika Suharto mulai memegang kekuasaan pada 1965. Pembahasannya tak pernah membosankan.”

The Economist

Indonesia adalah tempat yang menawan. Rakyatnya termasuk yang paling ramah di planet ini; kekayaan bahasa, budaya, dan alamnya amat luar biasa, penuh emas, nikel, rempah, dan ikan. Namun, Indonesia juga punya banyak masalah: patronase, korupsi, dan ketidakberesan birokratik. Elizabeth Pisani—wartawati yang kemudian menjadi ilmuwati lalu analis serba-serbi—menjabarkan Indonesia sebagai Cowok Badung raksasa, sungguh menawan sekaligus menyebalkan. Dia telah jatuh cinta kepada negara ini sejak pertama kali bekerja di Indonesia lebih dari dua dasawarsa lalu, dan sesudahnya selalu mau kembali lagi.

Pada 1945, dua tokoh nasionalis Indonesia, Sukarno dan Mohammad Hatta, memproklamasikan: “Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.” Hampir tujuh dasawarsa kemudian, Pisani mulai menjelajahi kembali Indonesia dalam zaman “dll”-nya yang terkini: desentralisasi. Dia menghabiskan setahun bepergian sejauh 21.000 kilometer dengan sepeda motor, bus, dan perahu, juga 20.000 kilometer lagi dengan pesawat. Dia tinggal bersama nelayan dan petani, sopir bus dan perawat, guru dan pengelana. Dari palet yang mencakup pengetahuan sejarah yang layak, pengamatan dari dekat selama bertahun-tahun, dan pemahaman sehat atas hal-hal yang absurd, dia melukis potret negara ini secara apa adanya namun dengan penuh rasa sayang.

Continue reading

Right Hand, Left Hand (Chris McManus, 2002)

Identitas Buku

righthandlefthandJudul: Right Hand, Left Hand: The Origins of Asymmetry in Brains, Bodies, Atoms and Cultures
Penulis: Chris McManus
Penerbit: Harvard University Press
Genre: Nonfiction, Science, Psikologi
Bahasa: Inggris
Terbit: March 14, 2002
Tebal: 460 halaman
Cover: Hardcover/Paperback
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm
ISBN-13: 978-067-400-953-0

 

Sinopsis Official

A labor of love and enthusiasm as well as deep scientific knowledge, Right Hand, Left Hand takes the reader on a trip through history, around the world, and into the cosmos, to explore the place of handedness in nature and culture. Chris McManus considers evidence from anthropology, particle physics, the history of medicine, and the notebooks of Leonardo to answer questions like:

  • Why are most people right-handed?
  • Are left-handed people cognitively different from right-handers?
  • Why is the heart almost always on the left side of the body?
  • Why does European writing go from left to right, while Arabic and Hebrew go from right to left?
  • Why do tornadoes spin counter-clockwise in the northern hemisphere and clockwise in the southern hemisphere?
  • And how do we know that Jack the Ripper was left-handed?

McManus reminds readers that distinctions between right and left have been profoundly meaningful–imbued with moral and religious meaning–in societies throughout history, and suggests that our preoccupation with laterality may originate in our asymmetric bodies, which emerged from 550 million years of asymmetric vertebrate evolution, and may even be linked to the asymmetric structure of matter. With speculations embedded in science, Right Hand, Left Hand offers entertainment and new insight to scientists and general readers alike.

Continue reading

WNI Dilarang Baca! (Christophe Dorigné-Thomson, 2015)

Identitas Buku

wni_dilarang_baca

Judul: WNI Dilarang Baca!
Penulis: Christophe Dorigné-Thomson
Penerbit: B-First/Mizan Group/Bentang Pustaka
Genre: Non-fiksi
Bahasa: Indonesia (plus sejumlah bahasa gaul/jargon, Inggris, dan Prancis)
Terbit: 3 Juni 2015
Ukuran: 13.5 cm x 20 cm
Tebal: 272 halaman
Cover: Paperback
ISBN-13: 978-602-124-631-3

Sinopsis Official

“Wow, ada bule!” kata lo setengah menjerit. Hayooo, ngaku deh kalau sebagai Warga Negara Indonesia yang genuine, pernah ada momen saat lo diam-diam melirik dan mendadak jaim tiap ada kaum bule berada di deket lo. Tahu, nggak? Diam-diam mereka juga sadar, tahu kalau lo lagi memperhatikan mereka. Gotcha!

Sebenarnya … di sini gue akan membocorkan tentang rahasia si bule dari perspektif gue, si bule itu sendiri. Gue bagi semua di sini karena gue suka sharing, gue nggak berharap apa-apa, tapi rasanya puas aja bisa bocor sebocor-bocornya di sini. Bisa jadi lo akan percaya mentah-mentah, bisa juga nggak, yang pasti lo bakal ketagihan dan pengin tahu lebih dan lebih.

Hmmm … buat lo yang nggak berminat “mengintip” dunia bule seutuhnya, I don’t think you should read this book. Gue nggak siap kalau hal-hal konyol dan lucu dan sedikit serius ini diketahui sama lo. Gue takut lo bakal gemas, gue takut masa depan gue terancam. So, please pikir-pikir ulang kalau mau baca buku ini.

Continue reading