Catatan Najwa (Najwa Shihab, 2016)

Identitas Buku

Title: Catatan Najwa
Author: Najwa Shihab
Published: November 20, 2016
Publisher: Literati
Cover: Paperback
Genre: Politics/Social
Language: Bahasa Indonesia
Pages: 208 pages
ISBN-13: 987-602-874-0586

Sinopsis Official

Catatan Najwa berisi refleksi Najwa Shihab atas isu yang dibahas di program Mata Najwa. Dengan gaya rima yang khas, Catatan Najwa menggelitik dengan sindiran, menohok tajam, kadang seperti ajakan merenung. Inilah narasi-narasi terbaik Mata Najwa yang akan terus relevan dibaca kapan pun.

Selama para pejabat menghamba harta benda, negara akan terus jadi sapi perah penguasa. Saham kosong dan proyek tersedia, begitulah kisah pejabat negara merendahkan dirinya. (PEJABAT PEMBURU RENTE, hlm. 104)

Rakyat perlu para penegak yang berwibawa, bekerja demi keadilan dengan bangga. Karena kita tak membayar seragam mereka, hanya untuk menegakkan hukum rimba. (HUKUMAN SALAH ALAMAT, hlm. 115)

Apa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk? Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya perkaya diri dan sanak-famili? (DARI JOGJA UNTUK BANGSA, hlm. 159)

***

Joko Pinurbo (Sastrawan)
“Ketika ayat-ayat Najwa dibukukan, kita dapat melihat kembali peta persoalan yang menghiasi tubuh bangsa ini.”

KH. Mustofa Bisri (Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin)
“Mata Najwa, Mata Batin Kita.”

Reza Rahadian (Aktor)
“Narasi seorang Najwa mampu membuat kita terkesima. Kita terpancing untuk mencerna dan memikirkan lebih saksama. Ini tak sekadar goresan kata-kata. Ini adalah keteguhan sikap dan kejelian mengolah kata dan rasa.”

Sujiwo Tejo (Dalang)
“Indonesia tanpa Pancasila kehilangan dasar, Indonesia tanpa Mata Najwa kehilangan pandangan.”

Surya Paloh (Chairman Media Group)
“Metro TV lahir dengan misi mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan di sini jejak langkah Najwa bermula. Inilah cara Metro TV mendidik jurnalisnya. Membangun integritas tanpa batas.”

Wishnutama Kusubandio (CEO NET Mediatama Televisi)
“Menonton Mata Najwa bagi saya bukan hanya menambah value, wawasan dan hiburan, tetapi juga memberi semangat kepada diri saya sendiri dalam berkarya.”

Continue reading

Your Job Is Not Your Career (Rene Suhardono, 2010)

Identitas Buku

your-job-is-not-your-career

Judul: Your Job Is Not Your Career
Penulis: Rene Suhardono
Terbit: Maret 2010
Genre: Self-help, Psychology, Career
Penerbit: Literati Book
Bahasa: Indonesia
Cover: Paperback
Tebal: 350 halaman
ISBN-13: 979-978-602-874-0

Sinopsis Official

Jika pergi bekerja membuat Anda ingin terjun ke sumur, maka Anda tidak sendiri. Ada banyak pekerja Indonesia merasakan hal yang sama dengan Anda. Kebanyakan mungkin karena mereka punya persepsi konvensional tentang pekerjaan dan karier.

Here is a news for you. YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER.

Pekerjaan hanyalah bagian dari karier. karier yang membahagiakan erat dengan hal-hal seperti passion, tujuan hidup, values dan motivasi. bukan berapa besar gaji atau fasilitas yang diperoleh dari pekerjaan.

Resensi

Di tahun 2010, rasanya belum banyak buku yang berani tampil dengan warna-warni berbeda di tiap halaman. Juga belum banyak buku yang berani menyajikan tulisan besar-besar yang cuma satu kalimat, tapi ukuran tulisannya sampai memenuhi satu halaman, demi alasan “supaya nancap di otak pembaca”. Nah, buku ini termasuk salah satu buku lokal angkatan pertama yang berani hadir dengan visualisasi gila semacam itu. Apalagi, bukunya ada dua dalam satu paket! Bertambah gila-lah wujud buku ini, untuk zaman itu. Barangkali, saya terkaget-kaget karena saat itu saya belum pernah membaca buku self-help karya Paul Arden. Bertahun-tahun kemudian, ketika saya membaca Whatever You Think, Think The Opposite, barulah saya sadar bahwa buku ini sedikit banyak meniru cara visualisasi dan penekanan-penekanan kalimat penting ala Paul Arden. Ah, tapi tidak apa-apa menurut saya, toh buku ini ‘kan produk lokal dan bukan terjemahan… Hihi.

Rene Suhardono, penulisnya, dikenal sebagai seorang Career Coach. Di akhir dekade 2000-an dan awal 2010-an, ia dikenal sering hadir di acara-acara radio (HardRock FM) dan televisi (saya sering melihatnya di MetroTV dulu), dan semuanya mengulas soal passion dan pekerjaan. Memang rasanya beliau punya daya charming tersendiri kalau sudah mengupas tuntas soal pekerjaan dan mengapa seseorang melakukan suatu pekerjaan. Gaya bicaranya berapi-api tapi yang diceramahi tidak merasa digurui, justru merasa “agak terpanggil”, atau barangkali “tersadarkan”. Kini, Rene aktif di Impact Factory (organisasi yang menggali potensi manusia), Comma ID (bisnis coworking space), dan masih menjadi kolumnis karir di Kompas Klasika.

Nah, rasa-rasanya nyaris semua ulasan Rene soal pekerjaan dan alasan seseorang memilih suatu pekerjaan, ia tuangkan dalam buku ini. Di buku pertama, kita bisa lihat bagaimana Rene menguraikan soal definisi pekerjaan. Bahwa biasanya, pekerjaan adalah suatu aktivitas yang kita pilih berdasarkan tingkat pendidikan terakhir, dan pekerjaan ini haruslah mendatangkan penghasilan. Tapi kenyataannya, cukup banyak orang yang ternyata kurang menyukai pekerjaannya karena merasa pekerjaan tersebut tidak membuat “pribadinya merasa terpenuhi sebagai manusia seutuhnya”. Lantas apa yang kurang?

Bisa ditebak: Passion. Rene sempat menguraikan, bahwa passion itu bukanlah sesuatu yang kita bisa lakukan dengan baik (konon ia biasa menyebut ini bakat atau talent), tetapi passion adalah apa yang paling senang kita lakukan hingga bisa lupa waktu. Sesuatu yang benar-benar kita nikmati ketika kita menjalani proses di dalamnya. Atau ekstrimnya, bahkan disebut-sebut bahwa kita rela melakukan aktivitas yang menjadi passion kita, bahkan ketika tidak dibayar sekalipun. Di bagian pertengahan buku pertama, kita bakal diajak mengenal apa itu passion. Mengapa passion ini penting banget? Rene mengungkapkan bahwa passion adalah sesuatu yang mendorong kita supaya menjalani hari-hari sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan personal yang ingin kita capai dalam hidup.

Buat yang belum tahu apa passion-nya, kita pun diberi semacam permainan yang bisa kita coba sendiri, dengan tujuan mencari tahu passion kita itu apa. Salah satu cara unik lain yang diperkenalkan Rene untuk mengenali passion dan mencapai fulfillment atau kepuasan hidup, adalah menggunakan tokoh yang disebut sebagai Rockstar. Menurut saya, konsep Rockstar ini mirip dengan konsep idola, namun pendekatannya dibuat berbeda dan lebih disesuaikan dengan keinginan. Eits, jangan berpikir bahwa passion itu sama dengan hobi loh ya!

Lantas, setelah kita mendapati apa passion kita, kita pun diajak menelaah makna karir, alias Career. Apakah karir harus sama dengan pekerjaan? Ataukah karir harus dipaksakan sejalan dengan passion? Memang yang idealnya adalah ketiganya berjalan bersama. Bagaimana kalau tidak? Atau kalau tidak pas?

Nah, coba baca bagian akhir dari buku satu, dan temukan jawabannya. Sayangnya menurut saya, bisa saja jawabannya sreg buat kita, bisa juga tidak. Tapi yang jelas:

  1. Pekerjaan itu bukan penentu karir seutuhnya. Ada peran passion dan personal fulfillment di sana.
  2. Success (sukses) adalah kombinasi dari tiga hal: ability, effort, dan attitude.

Lanjut ke buku dua yang diberi tajuk Career Snippet. Buku ini jelas punya misi beda dengan buku pertama. Kalau buku pertama lebih mengajak kita mengenal passion dan apa kepentingan passion buat hidup dan karir kita, maka buku kedua lebih banyak membahas bagaimana kita bisa mengintegrasikan atau bahkan menyelaraskan antara passion dengan pekerjaan yang tengah kita jalani saat ini, atau yang akan kita jalani tak lama lagi. Tak lupa, Rene juga menampilkan sejumlah rockstars pilihan, di antaranya ada Yoris Sebastian, Jerry Aurum, Andy F. Noya, dan Reza Gunawan. Mereka-mereka ini dihadirkan untuk menjadi saksi hidup dari berbagai tips seputar pekerjaan, passion, dan menjadi diri sendiri di dunia kerja, dengan sebaik-baiknya. Buat kalian yang membaca buku ini saat akan lulus kuliah atau saat mencari pekerjaan, buku dua ini pas banget buat kalian pelajari secara mendalam!

Akhir kata, Your Job Is Not Your Career ini adalah paketan buku yang sangat cocok untuk generasi muda yang masih berupaya mengaktualisasi diri lewat karir, karya, pekerjaan yang cocok, dengan tidak meninggalkan passion dan tetap punya purpose of life atau tujuan hidup tertentu. Tak salah kalau buku ini dianggap sebagai pelopor buku self-help asli Indonesia yang mengulas karir dan profesionalisme dengan penuh warna dan antusiasme.

 

Miscellaneous and Ratings

3.5-star

  • How to get this book: Scoop – Rp 48.000 (digital version only)
  • How to get this book: Bukabuku.com – Rp 69.200 (edisi revisi baru, belum termasuk ongkos kirim)