The Time Keeper (Mitch Albom, 2012)

Identitas Buku

Title: Sang Penjaga Waktu
Original Title: The Time Keeper
Author: Mitch Albom
Indonesian Translator: Tanti Lesmana
Published: 2012 (edisi cover baru, cetakan IV: Oktober 2016)
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Cover: Paperback
Genre: Fantasi Inspiratif, Fiksi Umum
Language: Bahasa Indonesia
Pages: 312 halaman
ISBN-13: 978-602-033-353-3

Sinopsis Official

Dialah pencipta jam pertama di dunia. Dia dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabadabad dan dipaksa mendengarkan suara orang-orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Lalu dia kembali ke dunia kita, dengan membawa jam pasir ajaib dan sebuah misi: menebus kesalahannya dengan mempertemukan dua manusia di bumi, untuk mengajarkan makna waktu kepada mereka.

Continue reading

Bomb: Persaingan Demi Senjata Paling Mematikan di Dunia (Steve Sheinkin, 2012)

Identitas Buku

Judul: Bomb: Persaingan Demi Senjata Paling Mematikan di Dunia
Original Title: Bomb: The Race to Build—and Steal—the World’s Most Dangerous Weapon
Penulis: Steve Sheinkin
Penerjemah: Putra Nugroho
Editor: Lian Kagura, Novikasari Eka S.
Genre: History, Non-fiction
Terbit: April 2015 (originally published: September 4, 2012)
Bahasa: Indonesia (terjemahan dari Inggris)
Penerbit: NouraBooks
Cover: Paperback
Tebal: 348 pages
ISBN-13: 978-602-130-697-0
Awards: Newbery Honor Book, Washington Post Best Book of The Year, dan Robert F, Sibert Award.

Sinopsis Official

Desember, 1938: Dunia gempar saat ahli kimia berkebangsaan Jerman menemukan fisi (pembelahan atom) pada uranium–sesuatu yang tadinya mustahil terjadi.

Pembelahan atom-atom uranium secara bersamaan akan melepaskan energi yang sangat dahsyat. Inilah cikal bakal bom terkuat yang pernah dibuat manusia!

Berita penemuan itu menyebar dengan cepat dan sampai di telinga ilmuwan Amerika. Mereka waswas Jerman akan membangun senjata ledak mahadahsyat yang bisa digunakan Hitler menaklukkan dunia. Einstein pun mengirimkan surat kepada Presiden Roosevelt, memperingatkan Amerika akan ancaman bom mematikan ini. Para ilmuwan terbaik dikumpulkan dan ditugasi membuat bom serupa–berlomba dengan para fisikawan Jerman.

Sontak seluruh dunia bersaing. Sabotase, operasi intelijen, pembunuhan, segala intrik dan taktik dikerahkan demi menjadi pemenang.

BOMB! Inilah kisah di balik penemuan senjata yang berpotensi menghapus semua spesies di planet bumi, yang bahkan sampai saat ini masih mengancam dunia.

Continue reading

Love and Misadventures (Lang Leav, 2013)

Identitas Buku

Title: Cinta dan Kesialan-kesialan (original title: Love and Misadventures)
Author: Lang Leav
Published: April 26, 2013 (terjemahan: April 2016)
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Cover: Paperback
Genre: Poetry
Language: Bahasa Indonesia (original language: English – translated by: M. Aan Mansyur)
Pages: 168 pages
ISBN-13: 978-602-032-564-4

Sinopsis Official

Kau ingat lagu yang berkumandang pada malam kita bertemu pertama kali?
Tidak, tapi aku ingat semua lagu yang kudengarkan sejak kau pergi.

Resensi

Poetry is not my favourite genre. Dulu, aku pernah meminjam Melihat Api Bekerja dari iJak, namun toh gagal menikmatinya juga walaupun sudah dibaca pelan-pelan, dibaca beberapa kali. Namun, ketika diminta memilih hadiah giveaway, aku penasaran dengan buku ini. Konon, alasannya hanya sebatas karena kulihat basis penggemar karya Lang Leav ini sudah cukup besar.

Sama seperti novel atau tulisan fiksi lainnya, begitu suatu buku berbahasa asing diterjemahkan, pasti ada perubahan yang terjadi. Kebetulan, aku belum membaca buku ini dalam bahasa aslinya, sehingga belum dapat membandingkan secara komprehensif. Namun, “polesan” Aan terhadap puisi-puisi romansa Leav ini tidak membuat takaran rasa yang tersampaikan ke pembaca jadi hilang. Aroma kehilangan, bercampur prihatin, miris, dan sejumlah kata benda lain yang ada di sekitar itu, masih terasa (update: Kemudian aku sempat mencari versi Inggris dari beberapa puisi. Kurasa, Aan Mansyur did a good job. Nilai puitis yang terasa tidak berkurang drastis).

Di buku ini Leav mengangkat tiga subtema besar, yaitu kesialan, sirkus duka cita, dan cinta. Kesialan mengungkapkan tentang berbagai kisah cinta tak sampai, sirkus duka cita tentang kehilangan, dan cinta tentang ungkapan cinta itu sendiri, yang (tampaknya) didahului oleh berbagai momen kasih tak sampai dan kehilangan. Justru yang menurutku menarik adalah dua bagian yang pertama. Kepahitan disisipkan dengan cerdas tanpa selalu “menye”, tanpa jumlah kata yang terlalu diumbar. Ciri lain dari karya Leav adalah nyaris tak pernah munculnya kata-kata “nyeleneh” yang membuat pembaca harus buru-buru membuka kamus, namun kalimat yang ia susun cukup menancap dalam pada perasaan. Ciri ini sedikit berbeda dengan pola puisi Aan sendiri (mengacu pada Melihat Api Bekerja), yang cenderung menggunakan jumlah kata lebih banyak, dan terkadang cukup mendekati struktur prosa.

Favoritku di buku ini, ada beberapa. Yang pertama, Seseorang yang Tak Kukenal. Ini terfavorit dari semuanya. Setelah membaca puisi yang ini, bookmark-nya kuselipkan saja di situ dan kubiarkan sampai sekarang, buat dibaca dan dibaca lagi. Menurutku, puisi yang satu ini sangat menginspirasi jika kalian ingin memperdalam tema kehilangan. Lainnya, seperti Jalan Keluar, Kupu-kupu Mati, Lagu Sedih (puisi sedih yang potongannya menjadi blurb buku ini), Biarkan Ia Pergi, Malaikat, dan Pasangan Jiwa (puisi romantis yang super!).

Di tahun 2017 ini, beberapa buku Leav akan diterjemahkan ke bahasa Indonesia; juga beberapa buku barunya akan dirilis. Hmm … jadi berpikir ulang. Mungkin … aha, lihat saja nanti! 🙂

Kutipan Menarik

Seseorang yang Tak Kukenal (hlm. 37)

Ada satu cinta yang kukenang
seperti rekah dari bebijian
yang tak pernah kutaburkan.

Bibir yang sungguh ingin kucium
dan teduh sepasang mata
yang tak pernah melihat mataku.

Jari-jari yang melingkari pergelanganku
dan rengkuh dua ruas lengan
yang rasanya seperti rumah.

Mengapa aku bisa merindukan,
seluruh perihal
yang tak pernah kukenal ini.

Miscellaneous and Ratings

  • Love and Misadventures on Goodreads
  • My rating: 3/5 (Goodreads), 6/10 (personal)
  • Aku membacanya dalam bentuk: Fisik
  • How to get this book: Gramedia.com (Rp 32.300, belum termasuk ongkos kirim)
  • How to get this book: SCOOP (Rp 29.700)
  • How to get this book: Pengenbuku.net (Rp 30.400, belum termasuk ongkos kirim)

We Were Liars – Para Pembohong (2014)

Identitas Buku

we-were-liars-gramedia-2016

Title: We Were Liars (Para Pembohong)
Author: E. Lockhart
Indonesian Translator: Nina Andiana
Published: 13 Mei 2014
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Fiction, suspense, young adult
Language: Bahasa Indonesia
Pages: 296 pages
ISBN-13: 987-602-030-6711
Awards: Georgia Peach Book Award (2015), Pennsylvania Young Readers’ Choice Award Nominee for Young Adults (2016), Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2015), The Inky Awards Nominee for Silver Inky (2015), Bookworm Best Award for Best Fiction (2014)
Goodreads Choice Award for Young Adult Fiction (2014), The Magnolia Award for 9-12 (2016)

Sinopsis Official

Keluarga yang menawan dan disegani.
Pulau pribadi.
Gadis cerdas yang risau; pemuda politis yang penuh semangat.
Empat sahabat—Para Pembohong—dengan pertemanan yang kemudian menjadi destruktif.
Kecelakaan. Rahasia.
Kebohongan demi kebohongan.
Cinta sejati.
Kebenaran.

Para Pembohong merupakan novel suspense modern karya E. Lockhart, finalis National Book Award dan penerima Printz Award. Bacalah.

Dan jika ada yang bertanya bagaimana akhir cerita ini, JANGAN BERITAHUKAN.

Continue reading

Enhance Your Life by Becoming An Effective Leader (Dale Carnegie & Associate Inc, 2015)

Identitas Buku

Judul asli: Enhance Your Life by Becoming An Effective Leader
Judul terjemahan Indonesia: Sukses Memimpin
Penulis: Dale Carnegie & Associate Inc
Genre: Self-help, Management, Business
Tanggal terbit (versi terjemahan): 16 Nopember 2015
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
Cover: Soft cover
Tebal: 192 halaman
Dimensi: 15.5 cm x 23 cm
ISBN-13: 978-602-031-133-3

Sinopsis Official

Apakah manajer yang sukses lebih tertarik UNTUK meraih tujuan yang sudah ditetapkan atau memimpin orang-orang yang berada di bawah arahannya?

Manajer yang efektif menyadari bahwa agar bisa mencapai tujuan mereka, mereka harus menjadi pemimpin sejati, yaitu orang yang mengarahkan, menumbuhkan motivasi, melatih, dan memberi perhatian kepada rekan kerja. Menyeimbangkan keahlian memimpin dan keahlian manajemen sebaiknya menjadi fokus semua orang yang ingin sukses dalam pekerjaan. Cara kita memandang orang lain, serta asumsi yang kita buat tentang orang-orang dan dunia di sekitar kita, membentuk realitas serta lingkungan kerja kita. Dilengkapi dengan prinsip-prinsip Dale Carnegie, buku ini akan membekali kita agar bisa menjadi pemimpin yang efektif. 

Continue reading

Begitulah Indonesia (a.k.a. Indonesia etc) (Elizabeth Pisani, 2015)

Identitas Buku

Judul Buku: Begitulah Indonesia – Menjelajahi Bangsa yang Tak Terduga (original title: Indonesia Etc – Exploring the Improbable Nation)
Penulis: Elizabeth Pisani
Alih bahasa: Bhimanto Suwastoyo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2 Nopember 2015 (original publish date: 23 Juni 2014)
Ukuran: 23 cm x 15 cm
Tebal: 490 halaman
Bahasa: Indonesia (original text: English)
Cover: Softcover
ISBN-13: 978-602-032-279-7

Sinopsis Official

“Suatu prestasi spektakuler, dan salah satu buku perjalanan terbaik yang pernah saya baca. Pisani seperti kekuatan alam.”

Simon Winchester – Penulis buku Krakatoa: The Day the World Exploded, dan artikel-artikel di Wall Street Journal

“Salah satu laporan paling berwawasan mengenai Indonesia kontemporer dalam puluhan tahun. Pisani membawa kita dalam petualangan unik di Indonesia yang menyentuh, provokatif, dan sangat jujur, membuktikan bahwa dalam zaman globalisasi ini (atau mungkin karena zaman globalisasi) negara tersebut tetap penuh warna, penuh gejolak, dan penuh suka.”

Daniel Ziv – Penulis Jakarta Inside Out dan sutradara “Jalanan”

“Kisah yang ditulis dengan indah, sangat menghibur… Ms. Pisani membahas banyak tema besar—demokrasi, desentralisasi, korupsi, kesenjangan, kegagalan sistempendidikan Indonesia, dan Islam radikal, juga hantu ratusan ribu orang yang dibantai ketika Suharto mulai memegang kekuasaan pada 1965. Pembahasannya tak pernah membosankan.”

The Economist

Indonesia adalah tempat yang menawan. Rakyatnya termasuk yang paling ramah di planet ini; kekayaan bahasa, budaya, dan alamnya amat luar biasa, penuh emas, nikel, rempah, dan ikan. Namun, Indonesia juga punya banyak masalah: patronase, korupsi, dan ketidakberesan birokratik. Elizabeth Pisani—wartawati yang kemudian menjadi ilmuwati lalu analis serba-serbi—menjabarkan Indonesia sebagai Cowok Badung raksasa, sungguh menawan sekaligus menyebalkan. Dia telah jatuh cinta kepada negara ini sejak pertama kali bekerja di Indonesia lebih dari dua dasawarsa lalu, dan sesudahnya selalu mau kembali lagi.

Pada 1945, dua tokoh nasionalis Indonesia, Sukarno dan Mohammad Hatta, memproklamasikan: “Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.” Hampir tujuh dasawarsa kemudian, Pisani mulai menjelajahi kembali Indonesia dalam zaman “dll”-nya yang terkini: desentralisasi. Dia menghabiskan setahun bepergian sejauh 21.000 kilometer dengan sepeda motor, bus, dan perahu, juga 20.000 kilometer lagi dengan pesawat. Dia tinggal bersama nelayan dan petani, sopir bus dan perawat, guru dan pengelana. Dari palet yang mencakup pengetahuan sejarah yang layak, pengamatan dari dekat selama bertahun-tahun, dan pemahaman sehat atas hal-hal yang absurd, dia melukis potret negara ini secara apa adanya namun dengan penuh rasa sayang.

Continue reading

Dan Lain-lain #HUT5BBI

Baru sempat mengikuti event Blog Buku Indonesia di hari keempat, dan inilah quote favorit saya dari buku yang pernah dibaca (sayangnya, bukunya belum saya baca sampai rampung):

IMG_4210

Ini adalah kalimat dari buku Begitulah Indonesia, terjemahan dari buku Indonesia Etc karya Elizabeth Pisani. Mungkin kalimat yang saya fokuskan kurang jelas, saya akan quote ulang kalimatnya:

Sampai sekarang, Indonesia masih sibuk dengan “d.l.l” tersebut.

Atau dalam bahasa aslinya:

Indonesia has been working on that ‘etc.’ ever since.

Saat saya membuat postingan ini, buku yang satu ini baru saya baca 55%. Intinya, Pisani menguraikan tentang perjalanannya mengelilingi berbagai daerah di Indonesia dalam dua sisi. Sisi pertama dari aspek realitas, perihal budaya dan fakta yang terjadi menurut observasinya yang jitu. Sedangkan sisi kedua dari aspek sudut pandang global, yang menyoroti isu-isu di balik budaya dan fakta yang tampil itu. Dan di bagian pembuka buku ini, muncullah kalimat yang saya fokuskan tersebut.

Dan inilah alasan saya memilih quote ini:

Sepanjang 55% perjalanan saya membaca buku ini, kalimat tersebut rasanya sudah cukup mewakili alasan Indonesia masih dibelenggu polemik yang tak berkesudahan, merangkum bagaimana terseok-seoknya Indonesia membangun diri menjadi sempurna sesuai harapan pendiri bangsa. Indonesia digambarkan sebagai bangsa yang begitu bersemangat, namun semangat itu tidak dibarengi kedewasaan bersikap, kematangan pikiran, serta kesatuan yang nyata. Persatuan dan kesatuan memang nyata dalam dogma nasional namun kenyataannya masih tak sejalan dengan apa yang begitu mudah diucapkan. Kalimat ini pulalah yang mencetuskan suatu keprihatinan, bahwa orang asing saja bisa melihat fenomena belum dewasanya Indonesia sebagai bangsa, sementara warga lokalnya sendiri kerap memungkiri dengan berbagai cara.

Dan tentu saja, tugas saya selanjutnya adalah menyelesaikan buku ini hingga 100%, untuk mendapat gambaran seutuhnya soal “d.l.l.” tersebut.