#BBIHUT6: Tentang Buku Nonfiksi

Pernah sekali waktu (sekitar Mei sampai dengan November 2016, aku lupa persisnya), blog bukuku ini dikhususkan hanya untuk buku-buku nonfiksi.

Nah, di postingan marathon BBI HUT 6 hari ini, aku akan membahas soal masa-masa itu, soal buku-buku nonfiksi, mengapa aku memutuskan untuk mengubah kembali blog bukuku menjadi blog buku campuran, dan minutiae lain tentang nonfiksi.

Continue reading

Bomb: Persaingan Demi Senjata Paling Mematikan di Dunia (Steve Sheinkin, 2012)

Identitas Buku

Judul: Bomb: Persaingan Demi Senjata Paling Mematikan di Dunia
Original Title: Bomb: The Race to Build—and Steal—the World’s Most Dangerous Weapon
Penulis: Steve Sheinkin
Penerjemah: Putra Nugroho
Editor: Lian Kagura, Novikasari Eka S.
Genre: History, Non-fiction
Terbit: April 2015 (originally published: September 4, 2012)
Bahasa: Indonesia (terjemahan dari Inggris)
Penerbit: NouraBooks
Cover: Paperback
Tebal: 348 pages
ISBN-13: 978-602-130-697-0
Awards: Newbery Honor Book, Washington Post Best Book of The Year, dan Robert F, Sibert Award.

Sinopsis Official

Desember, 1938: Dunia gempar saat ahli kimia berkebangsaan Jerman menemukan fisi (pembelahan atom) pada uranium–sesuatu yang tadinya mustahil terjadi.

Pembelahan atom-atom uranium secara bersamaan akan melepaskan energi yang sangat dahsyat. Inilah cikal bakal bom terkuat yang pernah dibuat manusia!

Berita penemuan itu menyebar dengan cepat dan sampai di telinga ilmuwan Amerika. Mereka waswas Jerman akan membangun senjata ledak mahadahsyat yang bisa digunakan Hitler menaklukkan dunia. Einstein pun mengirimkan surat kepada Presiden Roosevelt, memperingatkan Amerika akan ancaman bom mematikan ini. Para ilmuwan terbaik dikumpulkan dan ditugasi membuat bom serupa–berlomba dengan para fisikawan Jerman.

Sontak seluruh dunia bersaing. Sabotase, operasi intelijen, pembunuhan, segala intrik dan taktik dikerahkan demi menjadi pemenang.

BOMB! Inilah kisah di balik penemuan senjata yang berpotensi menghapus semua spesies di planet bumi, yang bahkan sampai saat ini masih mengancam dunia.

Continue reading